Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
•••
Setelah membeli minuman di salah satu mini market yang tidak jauh dari rumah Saluna, Jaehyun mengajak Saluna untuk duduk di bangku depan mini market tersebut.
"Apa tanganmu sakit?" tanya Jaehyun. Netranya tidak lepas dari pergelangan tangan Saluma yang sedikit merah. Rupanya dia terlalu erat menggenggam tangan gadis itu. "Maaf."
Saluna meraba pergelangan tangannya yang terasa panas. "Tidak apa-apa. Tidak sebegitu sakit." Gadis berambut lurus itu memaksakan senyumnya. Memang benar lebamnya tidak terlalu menyakitkan.
Hari ini Jaehyun bersikap tidak biasa. Baru kali ini juga Saluna melihat pemuda di sampingnya ini bersikap agak kasar. Biasanya, Jaehyun sangat andal dalam menahan emosinya. Sedikit rasa kesal mencuat mana kala Saluna mengingat sikap pemuda ini.
Seharusnya tidak perlu bersikap kasar. Dengan Jaehyun berbicara baik-baik dan mengajak Saluna dengan pulang dengan lembut, Gadis itu akan tetap menurut.
"Kau terlalu berlebihan hari ini," cicit Saluna. Jaehyun yang sedang memainkan kunci mobil di tangannya terkesiap lalu menoleh sebentar pada Saluna sebelum kembali menunduk.
"Aku hanya merasa tidak suka kau berduaan bersama Jongdae di sana."
Saluna mengerutkan alisnya. Dari mana Jaehyun bisa tahu kalau di apartment itu hanya mereka berdua? Saluna mendengus kesal.
"Siapa bilang kami berdua? Di sana ada Ae Young ..." Saluna berdehem sebelum melanjutkan kalimatnya. "Kekasih Jongdae." Sambungya dengan suara rendah.
Jaehyun langsung mengalihkan atensinya. "Lantas kenapa kau mau untuk pergi ke sana?"
"Jongdae meminta bantuanku."
"Bantuan apa?" tanya Jaehyun penasaran.
Saluna berdecak. "Kau tidak perlu tahu, Jae. Bukan suatu hal yang penting."
"Boleh aku menyampaikan sesuatu?"
Saluna mengangguk sebagai tanda persetujuan.
"Aku tidak suka kau berdekatan dengan Jongdae. Seperti yang kukatakan, kau milikku. Dia sudah meninggalkanmu. Lupakan dia dan tolong lihat aku, Saluna. Aku bisa mencintaimu melebihi Kim Jongdae."
Sebentar, bukankah dulu Jaehyun sendiri yang mengatakan bahwa Saluna boleh kembali lagi pada Jongdae jika itu yang membuat gadis itu kembali bahagia. Lalu sekarang, dia berkata seperti itu?
"Kenapa?"
"Hanya ... tidak suka. Cara dia meninggalkanmu terlalu pengecut."
"Oh, ya? Bahkan aku belum tahu persis alasan dia kenapa meninggalkanku hingga detik ini. Hanya Bagaimana kau tahu?" Saluna berusaha untuk tidak terpancing. "Jika tidak ada yang ingin kau bicarakan lagi, aku akan pulang. Terima kasih untuk minumannya."