Side Story ini ga ada sangkut pautnya sama cerita WBH. Ini cuma intermezzo aja. Maaf aku belum bisa update lagi. Moodku ancur banget. But, i hope you like it.
•••
Hari ini Jongdae dibuat khawatir olehmu. Seharian kalian tidak saling bertukar kabar, tentu saja Jongdae sangat khawatir. Beberapa kali dia mencoba untuk menelponmu, tapi nomormu sedang berada di luar jangkauan.
Jongdae sudah gusar di tempat duduknya, hati dan perasaannya tidak tenang. Pikirannya hanya tertuju padamu.
"Kenapa, sih? Duduk udah kayak orang ambeyen aja." Chanyeol yang memang dari tadi terganggu dengan kegelisahan Jongdae akhirnya menegur Jongdae. Bukan terganggu, sih, hanya sedikit gemas.
"[Y/n] nggak bisa dihubungi dari tadi," keluh Jongdae. Bahunya kini turun dan dia memilih untuk bersandar di kursi meja makan.
Iya, malam itu Jongdae dan teman-temannya sedang makan malam bersama dalam rangka untuk melepas Kyungsoo yang akan kuliah di Amsterdam selama dua tahun.
"Lo udah coba hubungi temen-temennya?" timpal Suho.
Jongdae menggeleng.
"Coba kamu telpon Chung Ha. Kali aja mereka lagi bareng," kata Xiumin.
Jongdae mendesah. "Nggak tahu nomor dia, Bang."
Sehun sedikit melempar ponselnya. "Tuh! Buruan telpon. Sumpek gue liat muka lo yang ditekuk. Timbul keriput tahu rasa."
Jongdae langsung menelpon Chung Ha saat itu juga untuk menanyakan keberadaanmu. Setelah beberapa saat Jongdae menelpon Chung Ha, dia langsung terburu-buru dan tambah panik. Entah apa yang Chung Ha bilang pada Jongdae tentang kamu.
"Mau ke mana lo?" tanya Baekhyun saat Jongdae buru-buru mengambil kemeja planelnya yang dia sampirkan di kursi.
"Nemuin [y/n]," jawab Jongdae seadannya, lalu dia benar-benar menghilang dari pandangan teman-temannya.
•••
Lain halnya dengan Jongdae yang panik, kamu malah sedang termenung di ayunan taman dekat rumahmu. Hari ini berjalan begitu lambat dan berat bagimu.
Kamu ingin sekali menangis, tapi ajaibnya matamu tetap tidak mau mengeluarkan air matanya. Sebenarnya kamu lelah, permasalahan dalam hidupmu semakin hari semakin pelik. Kalau ditanya ingin istirahat, ya, pasti mau. Tapi istirahat, tidak ada dalam list to do-mu.
"Hei."
Kamu yang sedang menunduk langsung mendongak saat seseorang dengan suara yang sangat amat kamu kenal menyapa gendang telingamu.
Iya, Jongdae-mu datang dengan napas yang terengah untuk menemuimu. Jongdae sangat tahu, jika kamu sedih, kamu pasti berada di ayunan yang sedang kamu duduki saat ini.
Kamu tersenyum. "Dari mana kamu tahu aku di sini?"
Jongdae duduk di ayunan yang ada di sampingmu, menganyunkan dirinya pelan di sana dengan senyuman tipis.
"Wanna a hug?" tawar Jongdae melebarkan tangannya. Kamu tentu saja menggeleng, berpelukan di muka umum bukan gayamu sama sekali.
"Kalau gitu, aku aja yang meluk kamu." Jongdae kembali berdiri dan menghadap dirimu. Dia merendahkan dirinya agar sejajar denganmu.
Jongdae mengulas senyum. Perlahan menarikmu dalam dekapan hangatnya. Kamu selalu merasa nyaman saat berada di pelukannya.
Rencanamu untuk menghindari Jongdae hari ini gagal lagi. Pasalnya, saat dirimu sedang berada di titik rendah, dia selallu ada untukmu. Kamu hanya merasa tidak enak dan akan menjadi beban baginya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Way Back Home
FanfictionPada akhirnya semua akan kembali menemukan jalan pulang pada sebuah tempat yang disebut - rumah. 🌱 start: March 2019 ©2019, orenjichen
