Un

750 75 102
                                        

•••

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

•••

Kata orang, hujan selalu membawa rindu. Mungkin memang benar adanya. Hujan yang turun dengan mesra malam ini, membawa secawan rindu bagi seorang gadis yang tengah menatap bulir-bulir air yang mengenai jendela.

"Melamun lagi, hm?" tanya seorang pria yang berjalan mendekat pada sang gadis.

Senyum indah gadis itu terpatri di wajahnya, membuat si pria gemas dan tersenyum dalam diam.

"Jae, apa dia baik-baik saja?"

Jung Jaehyun adalah nama si pria. Senyumannya luntur mana kala si gadis bertanya perihal kabar seseorang padanya.

Sebelum menjawab, Jaehyun lebih dulu menarik napas dan kembali mengukir senyum tipis.

"Dia baik-baik saja, Saluna. Jangan khawatir." Tangan Jaehyun terulur untuk menggusak rambut cokelat Saluna.

Raut antusias dari gadis bernama Saluna itu perlahan menghilang, digantikan dengan anggukan lucu yang semakin membuat Jaehyun ingin sekali mencubit pipi Saluna yang sedikit gembul.

Kemudian, mereka berdua kembali terlarut dengan kegiatan mengamati titik air yang menerpa kaca jendela.

Sementara di belahan kota lain, seorang pria tengah menatap hujan dengan raut sendu, bahunya merosot, serta dengusan halus beberapa kali ia hembuskan.

"Bisa tidak jangan perlihatkan raut wajah mengerikan seperti itu? Lihat, bahkan tasmu basah pun kau sampai tidak sadar."

Pria itu beringsut dari tempatnya berdiri dan memindahkan tas gendong hitamnya ke tempat yang kering.

Well, dua pria dewasa ini terpaksa berteduh di teras Stasiun Kereta Busan. Mereka baru saja sampai Busan, tapi hujan sudah turun dengan derasnya.

"Kenapa tidak memberi tahuku, Baekhyun?" kesal pria itu saat tahu tas hitamnya setengah basah. Untung saja tidak sampai tembus ke dalam.

Bola mata pria bernama Baekhyun itu memutar malas. Sebenarnya apa yang salah dengan sahabatnya ini? Melihat hujan seperti melihat kekasihnya saja. Menggelikan.

"Barusan aku sudah memberi tahumu, Kim Jongdae. Asal kau tahu!" sungut Baekhyun.

Pria yang disebut Jongdae itu terkekeh saat melihat sahabatnya itu menggerutu tidak jelas setelahnya.

"Apa Seoul juga hujan?" tanya Jongdae tiba-tiba.

Pergerakan tangan Baekhyun pada ponselnya terhenti saat Jongdae bertanya.

"Kuharap tidak." Jongdae berharap.

Jongdae menerawang awan yang kini tengah meneteskan sarinya, sementara Baekhyun mengantongi kembali ponsel yang tadi dia mainkan. Dia sangat tahu jika sahabatnya ini sedang teringat sesuatu.

Way Back HomeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang