Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
•••
"Jae, ayo pulang. Dal Cae menunggu kita."
"Kau tidak jadi membeli minuman?" tanya Jaehyun.
Saluna menelan salivanya kasar. Apa yang harus dia katakan? Bukan, bukannya dia ingin berbohong. Namun, belum saatnya.
"I-itu ... aku ... hm."
Jaehyun mengenggam tangan Saluna lalu menatap obsidian gadis manis di hadapannya lamat-lamat.
"Kau tahu? Aku sangat menyayangimu juga mempercayaimu."
Saluna tidak bodoh, dia tahu jika ada sesuatu yang tersirat dalam kalimat yang Jaehyun katakan, entah tentang apa itu. Namun Kini, tangannya dia gunakan untuk memeluk Jaehyun, menyamankan diri dalam pelukan hangat Jaehyun.
Dengan susah payah Saluna menahan genangan cairan bening di pelupuk matanya. Dia tidak boleh menangis di hadapan Jaehyun, atau dia bisa tahu apa yang terjadi hari ini.
Padahal, belum tahu saja Saluna. Jika Jaehyun tersenyum kecut di belakangnya. Ada rasa sakit hinggap di dada Jaehyun. Tidak apa, Jaehyun akan sabar menunggu sampai Salubercerita.
"Terima kasih, Jaehyun. Sudah mempercayaiku. Maafkan aku juga." Belum bisa mencintaimu dengan sungguh.
"Tidak perlu meminta maaf. Kau tidak bersalah, Saluna," gumam Jaehyun. Tangannya dengan lembut mengusap punggung Saluna.
Meski pada akhirnya mungkin Jaehyun lah yang terluka di sini, dia merasa siap. Karena pada dasarnya, dialah yang salah. Mencintai orang yang sedang menunggu.
Saluna melonggarkan pelukannya lalu menarik napas dalam-dalam. Jejak air matanya telah dia hapus, sehingga Jaehyun tidak tahu jika Saluna habis menangis.
"Ayo pulang." Saluna terlebih dulu berjalan mendahului Jaehyun. Dua langkah kakinya berjalan, langkahnya terhenti dan jantungnya berpacu dengan kencang saat rungunya menangkap apa yang dikatakan Jaehyun.
"Pria tadi, dia Kim Jongdae 'kan?"
"Kau melihatnya? Jaehyun, maafkan aku. Aku tidak—"
"Hey, tenang Sayang."
Jaehyun menyingkirkan anak rambut yang menutupi wajah manis Saluna dengan lembut.
"Aku tidak apa-apa. Justru aku ingin bertanya. Apa kau senang kembali bertemu dengannya? Apa penantianmu selama ini terbayarkan?" tanya Jaehyun dengan lembut.