Jeonghan Ft Dino {2}

483 38 0
                                        



"Noona" Hyena terkejut saat seseorang menghampirinya yang sedang berada di cafe didekat rumahnya. 

Chan, atau yang biasa dikenal dengan nama Dino, member termuda idol group Seventeen.



"Chan? Sedang apa disini?" Hyena mengedarkan pandangan. Dia justru takut kalau ada penggemar yang memergoki Chan sedang berada di cafe. Tapi untungnya cafe ini cukup sepi.

"Aku sedang berjalan-jalan disekitar sini. Tenang saja sudah biasa, daerah perumahan Noona cukup sepi"

Benar. Hyena tinggal diperumahan elit, yang tak jauh dari gedung Pledis, dan daerah tersebut cukup sepi.

"Ada apa kesini? Tidak berlatih?" Chan menggeleng lucu.

"Tadi aku tidak sengaja bertemu Noona, ya sudah deh aku kesini" Hyena manggut-manggut.

Mereka terdiam. Chan memainkan ponselnya, dan Hyena melanjutkan membaca novelnya.

"Noona. Boleh aku curhat?" Hyena menatap Chan yang tengah gugup. Hyena tertawa.

"Curhat tentang apa?" Hyena menutup novelnya. Menopangkan kepala dengan kedua tanganya menatap Chan yang terlihat resah.

"Aku menyukai seseorang.




Haera. A-aku menyukianya"

"Haera? Yoon Haera? Adik Jeonghan" Chan mengangguk. "Bagaimana bisa?" 

"Eeeeeem, waktu opening world tour di Seoul kami bertemu pertama kalinya. Sebelum-sebelumnya dia tidak pernah datang ke konser kami. Kami ngobrol saat itu juga, aku merasa nyaman, yaaa karena kita memiliki tahun lahir yang sama"

"Wow Chan. Ini sudah berbulan-bulan"

"Eo. Aku sering bertukar pesan, memojok untuk menelponya. Hyungdeul tidak ada yang tau. Sesak rasanya aku harus menahan selama berbulan-bulan" Chan menunduk.

"Kau sudah bilang pada Haera kalau kau menyukainya?" Chan mengangguk.



"Dia juga menyukaiku"

****

Hyena's

"Noona terimakasih" Lamunanku tentang curhatan Chan beberapa bulan yang lalu menghilang. Seperti djavu ia berada didepanku lagi. Tapi kali ini aku sedang berada di rumahku. Dan sekarang Chan sedang ada dirumahku. Karena Seventeen Sedang mendapat libur satu minggu.  

"Kau sangat bahagia?" Chan mengangguk. Aku terkekeh. "Kapan Haera akan pindah kesini?" 

"Mungkin lusa? Ah, bukankah Jeonghan sore ini akan terbang ke Indonesia?" Chan mengangguk. "Kau tidak akan pulang ke Dorm? Aku akan kesana untuk mengantar Jeonghan" 



"Huh. Kenapa Hyung beruntung sekali punya kekasih yang baik hati? Padalah Hyung itu jahat kalau sama aku"



Aku tertawa, Chan semakin kesal karena kutertawakan. "Mian-mian. Kau kan sudah jadi kekasih Haera. Kenapa masih sedih begitu, Eo?" 

"Ya kan Noona tahu kalau aku tidak bisa sebebas Noona. Haera masih ada di Hwaesoong" Aku manggut-manggut. Walaupun Hwaesoong masih berada di Seoul tapi memang kalau mau ke Seoul University butuh waktu yang lama. 

"Nanti kalau Haera sudah disini aku akan memperbolehkan kalian bertemu"





Chan tersenyum bahagia. "Noona Terimakasih. Ah mari ke Dorm. Sebentar lagi Jeonghan Hyung akan ke bandara" 

****

2 Hari kemudian 

"Hyena-ya, sekali lagi maaf merepotkanmu" Ini sudah kesekian puluh kali Ibu Jeonghan mengatakan itu. Beliau terus memeluku dan mengucapkan maaf serta terimakasih karena mau memberi tumpangan kepada anak gadisnya, Yoon Haera.

"Ajjuma, sudah kukatakan tidak merepotkanku. Aku justru senang karena ada teman disini" Aku tersnyum walaupun beliau tidak melihatku.

"Haera-ya, ingat jangan menyusahkan Hyena Eonni. Lebih baik kau menyusahkan Jeonghan, Eo?"

Aku terkekeh. Haera menggerutu selalu berkata pada ibunya bahwa ia anak yang penurut. Kedua orang tua Jeonghan berpamitan, Yoon Ajjuma sekali lagi memeluku untuk mengucapkan terimakasih.

Jeonghan tidak ikut karena dia ada privat schedule, ia sekarang berada di Jogjakarta. Aku tidak tahu dimana itu tapi katanya itu didaerah Indonesia. Tapi Malam ini katanya akan kembali Ke Korea.

"Eonni terimakasih"

"Yoon Haera berhentilah mengucapkan terimakasih" Aku menatapnya tajam, tapi Haera hanya menyengir.

Wajah Haera sungguh mirip dengan Oppanya. Jeonghan versi wanita. Tapi Jeonghan pernah berambut panjang. Astaga kalau ingat dia jaman debut aku ingin selalu menghujatnya. Ya, karena dia begitu cantik.

"Eonni, Oppa benar-benar beruntung memiliki kekasih sepertimu" Aku tersenyum.



"Aku yang beruntung mendapatkan dia. Ah sudah berapa lama tidak bertemu Chan?" Haera bersemu. "Oh! Astaga Yoon Haera, kenapa kau bersemu begitu, Eo?" 



"YAK! EONNI" Haera menggelitiki tubuhku. Aku tertawa. 

"Arraseo. Mian. Sudah sana beres-beres. Taruh baju-bajumu dilemari" 

"Ne, Yoon Hyena-ssi" Haera terkikik saat mengubah margaku menjadi marga keluarganya. Ingin ku mengejarnya tapi anak itu sudah masuk ke kamar. Astaga, untung dia tidak melihat wajahku yang memerah.



****






  

DATING WITH SEVENTEEN (95L)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang