Boleh sekali-kali minta votenya? :'(
***
Aku meremat kertas dan benda pipih ditanganku yang menunjukan hasil positif.
Ya. Positif hamil, minggu ke 4.
Aku dan dia jelas melakukan dengan sadar, karena sebelumnya kami bertengkar hebat karena Seokmin.
Entah kenapa sekarang aku merasa menyesal. Aku tidak masalah kalau dia—Seungcheol bukan idol.
"Argh! Sial" Seungcheol—Seventeen— masih disibukan dengan kegiatan di Jepang. Komunikasi kami berkurang. Aku merasa Seungcheol menghindar setelah kejadian itu. Dia jarang kemari, jarang bertanya kabar— Ah! Kegiatannya sangat padat. Ya dia sibuk.
Aku meletakan testpack dan kertas—yang berisikan aku positif hamil— diatas nakas dikamarku. Ingin pergi jauh, merawat sendirian anak yang ada dalam kandunganku. Ya! Sendirian.
Aku merapikan baju-bajuku, hanya membawa 1 koper saja, karena entah kapan aku harus kembali kesini, untuk memberitahu Seungcheol.
Aku menyeret koperku, melirik jam diponsel yang kubawa pukul 02.35 am KST. Mengubah sandi apartemen, yang hanya aku ketahui.
To: Minwoo ^3^
Minwoo-ya, tolong ambil sesuatu dinakas dikamarku. Ah password aku ganti 120219. Dan tolong jangan beritahu siapa-siapa jika kau sudah mengetahui suatu hal ini. Aku percaya padamu, Minwoo-ya. Terimakasih
Send
****
Seminggu kemudian aku kembali lagi, ke unit apartemenku. Kudengar Seventeen sudah kembali dari aktivitasnya di Jepang, dan kudengar juga mereka sedang mendapat libur 1 minggu. Aku berharap ketika aku disini, tidak bertemu dengan member.
Ya, aku kembali karena aku ingin bertemu Minwoo. Dia kekasih Joshua—Seventeen omong-omong. Apartement kame bersebelahan persis dan kami juga bekerja di tempat yang sama. CafeBay, ada di daerah Hongdae. Itu cafe yang merintis aku dan Minwoo. Maaf kalau promosi.
Aku mengeluarkan ponsel, mencari kontak Minwoo—menelponya.
"Ha-Halo—"
"...." Aku menjauhkan ponselku karena Minwoo berteriak.
"Ma-maaf. Aku loby. Bisa menemuiku?"
"...."
"Hmm Aku di unit apartement kita. Bisa kau kesini sekarang?"
"...."
"hmm, baiklah. Aku tunggu" Aku mematikan panggilanku.
Butuh waktu 15 menit untuk menunggu Minwoo datang. Dia datang dengan tatapan menyeramkan. "Ingin rasanya aku menamparmu, Hanbyeol-ah. Tapi kau tau aku tidak bisa" Minwoo duduk disebelahku. "Kemana saja kau selama ini?"
"Ada. Disuatu tempat"
"Kandunganmu, baik-baik saja?" Aku mengangguk samar. "Hhhh, kau membuatku gila, Hanbyeol-a"
"Maaf" Aku menangis, memeluknya. Minwoo mengelus lembut punggungku. "Aku tidak tahu akan seperti ini"
"Kau, tidak akan mengugurkan kandunganmu kan?" Minwoo menatapku, bertanya dengan hati-hati.
"Aku tidak tahu. Aku tidak memerisaknya lagi"
"Ya! Kau ingin membunuh anakmu?" Aku diam. "Atau kau akan menggurkanya?" Aku menatap Minwoo dengan terkejut.
"Aku tidak tahu. Kau tahu kalau di Korea hamil diluar nikah itu sebuah aib"
"Kita pikirkan itu besok. Ini sudah malam, ayo kembali ke apart—"
"Tidak! Aku akan kembali ke tempatku"
"Kang Hanbyeol! Ini sudah malam! Kau ingin terjadi sesuatu yang buruk terhadapmu? Ingatlah jika kau membawa nyawa diperutmu" Aku menunduk . biasanya aku akan ngeyel pada Minwoo, tapi entah kenapa aku ingin sekali menurutinya.
"Arraseo! Berhentilah marah-marah padaku" Aku menangis. Ternyata mood ibu hamil itu sungguh sensitif.
"Arraseo! Ayo aku akan menemanimu tidur diapartementmu"
"Bagaimana kabarmu dengan Joshua?" Kami berjalan menuju lift.
"Ya begitulah. Sudahlah! Kita fokus ke kandunganmu sekarang bagaimana baiknya kedepanya"
****
Tubuhku membeku saat melihat seseorang berdiri di depan apartementku—tepat saat aku dan Minwoo keluar lift. Dia—Seungcheol— mendekatiku dengan penampilan acak-acakan. Aku menatap Minwoo dia tersenyum dan mengangguk, jangan-jangan dia—.
"Minwoo kau?" Aku marah! Sudah kipinta untuk tidak memberitahu siapa-siapa tapi ini?. "Kau itu temanku bukan? Sudah kubilang untuk tidak—"
"Justru itu karena kau temanku! Ani! Kau itu sahabatku! Aku harus mengatakan pada Seungcheol-ssi. Ayolah, Kang Hanbyeol kalian harus membicarakan ini baik-baik! Aku begini karena tidak ingin melihat kalian tersiksa satu sama lain"
"Tapi kau sudah berjanji" Aku menangis saat Seungcheol berdiri tepat didepanku. Aku sangat ingin memeluknya. Tapi tidak bisa.
"Kumohon, kalian bicaralah baik-baik. kalian sudah dewasa, hmm? Hanbyeol-ah, kumohon. Aku tidak ingin melihatmu kacau seperti ini. Seungcheol-ssi juga sangat kacau" Aku menangis. Bebeapa detik kemudian aku mengiyakan permintaan mereka.
Minwoo memeluku "Kau bisa Hanbyeol-ah. Kau bisa mengatasi ini semua. Pikirkan baik-baik untuk dirimu, Seungcheol-ssi dan— ehm anak kalian" Katanya lalu melepasku.
Minwoo meninggalkanku berdua dengan Seungcheol
****
Aku tidak tahu kenapa tapi kami—aku dan Seungcheol malah berciuman, saling meluapkan kerinduan karena sudah tidak bertemu berbulan-bulan setelah kejadian itu.
Seungcheol menggeram saat aku mengelus tengkuknya. Melepaskan ciuman kami. Tapi setelah itu menciumku lagi, semakin dalam.
"Seung-cheol" Seungcheol melepaskan ciumannya. Menempelkan kening kami, menatapku dalam.
"Aku mencintaimu" Katanya. Aku tahu kalau dia mencintaiku, sangat banyak, tidak sebanyak aku mencintainya.
Kami hanya diam dan saling menatap—masih dengan kening menempel. "Menikah denganku hmm?" Aku hanya diam menatapnya. Harusnya dia berfikir kalau ini tidak mudah, karena dia seorang idol.
"Seungcheol, tapi ini tidak mudah. Kau tau kau itu idol"
"Aku tahu! Lalu bagaimana caranya aku bertanggung jawab? Ada anaku diperutmu, Hanbyeol-a"
Aku terdiam lagi, berfikir. "Bisakah kita hidup seperti ini saja?"
Seungcheol melepaskan pelukanya, menatapku dengan marah. "Bagaimana bisa! Aku harus bertanggung jawab! Dan salah satu bentuk tanggung jawabku adalah dengan menikahimu! Aku tahu ini tidak mudah, Hanbyeol-ah. Tapi bisakah kita jalani ini? Menikah tapi kita tetap menyembunyikan status kita?" Yang aku tidak ingin menikah dengan seorang idol adalah ini— menyembunyikan hubungan kami. Bahkan berkencan dengan idol pun sebenarnya aku tidak bisa. Tapi aku tidak tahu mengapa hanya mengikuti kata hatiku, sehingga hubungan kami sudah berjalan selama 2 tahun ini.
"Hanbyeol?" Seungcheol menuntut jawabanku. Aku tahu.
"Pulanglah! Akan kupikirkan ini semua bagaimana baiknya"
****
KAMU SEDANG MEMBACA
DATING WITH SEVENTEEN (95L)
FanfictionChoi Seungcheol x Kang Hanbyeol Yoon Jeonghan x Kang Hyena Hong Jisoo x Park Minwoo Cast: Seventeen 95L x OC Bahasa semi baku atau baku. Tergantung mood. Happy reading :) Complete ✔️ Start = 7 Juli 2019 End = 17 April 2020
