Choi Seungcheol x Kang Hanbyeol
Yoon Jeonghan x Kang Hyena
Hong Jisoo x Park Minwoo
Cast:
Seventeen 95L x OC
Bahasa semi baku atau baku. Tergantung mood.
Happy reading :)
Complete ✔️
Start = 7 Juli 2019
End = 17 April 2020
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Kau dimana?" Tanpa salam saat aku mengangkat telepon dari Seungcheol, ia langsung menanyakan keberadaanku.
"Hongdae. Wae?" Aku duduk di salah satu cafe di daerah Hongdae. Aku ingin jalan-jalan sore ini, sendiri. Karena pasti Seungcheol sibuk dengan comeback nya.
"Kenapa tidak ijin?" Astaga, aku lupa kalau aku tidak ijin. Tapi kenapa aku harus ijin denganya? Aku kan cuman kekasihnya. Bukan istrinya.
"Mian aku lupa. Sebentar" Aku mencatat menu, saat pelayan datang. Tanpa mematikan panggilan dari Seungcheol. "Terimakasih" Kataku pada pelayan itu. Aku mengambil kembali ponselku dan hendak berbincang denganya lagi. Tapi sambungan sudah diputuskan oleh Seungcheol.
Ngambeg huh?
______
Aku menikmati angin malam saat berjalan pulang menuju rumahku. Setelah berbincang lewat telepon dengan Seungcheol tadi, ia tak memberiku pesan. Biasanya ia akan spam chat. Tapi pasti dia lagi sibuk mengingat Seungcheol seorang idol yang sedang disibukan dengan comeback nya.
Aku hendak masuk ke lobi apartemen, saat seseorang menarik tanganku untuk menghadapnya.
Seokmin--
"Ya! Kau bodoh atau apa? Kau bisa ketahuan" Aku berbisik padanya. Ia hanya memandangiku dalam diam. "Wae?" Aku gugup kalau boleh jujur. Seokmin pernah jadi mantanku, beberapa tahun yang lalu ketika ia masih jadi trinee.
Dan aku, sekarang jadi kekasih Seungcheol, member Seventeen. Sebenernya aku canggung karena kalau aku datang menemui Seungcheol, pasti ada Seokmin.
Dan tentang Seokmin, Seungcheol belum tau kalau Seokmin mantanku.
"Aku merindukanmu. Sangat" Seokmin menunduk, meremat tanganku. Aku bersyukur kalau di lobi ini sepi dan tempat dimana kita berdiri jauh dari orang-orang yang akan melihat.
"Kau selalu melihatku. Buat apa merindukanku?" Aku berusaha melepaskan cengkraman tangan Seokmin.
"Tapi sudah berbeda Noona. Kau milik Hyung sekarang. Dan aku, iri"
"Aku tak peduli, oke. Kau yang memutuskanku, dan ini sudah lebih dari 5 tahun. Bagaimana mungkin aku masih memiliki perasaan padamu?"
"Tapi aku masih" Aku berhasil melepaskan genggaman tangan Seungcheol, tapi ia dengan gesit menangkap tanganku.
"Aku tidak peduli. Aku bahagia dengan Seungcheol. Dan kau, __"
"Hanbyeol-ah, Seokmin-ah" Oh! Mampus. Seungcheol sudah ada di belakang Seokmin. Memandang kami dengan raut wajah yang,
Sangat menyeramkan.
______
"Cheol-ah" Aku mengejarnya.
"Noona" dan Seokmin mengejarku.
Aku beruntug bisa tinggal di unit apartemen yang sama dengan member Seventeen. Tapi kalau seperti ini aku merasa sial.
Seungcheol sudah masuk ke dorm Seventeen, dan membanting pintu dengan keras. Hampir saja aku akan terjedot pintu kalau Seokmin tidak menariku.
"Berhentilah mengejar ku, Lee!" Aku mencoba melepaskan tanganya yang mencengkeram tanganku dengan erat.
"Tak bisakah kita kembali?" Suara Seokmin memelan.
"Ani! Aku sudah punya Seungcheol!"
"Kalau begitu jadikan aku yang kedua. Aku tak masalah"
Aku sempat mempertimbangkan ucapanya. Tapi, tidak. Aku tidak ingin menduakan Seungcheol, karena ia tulus.
"Shireo! Lepas. Aku akan datang pada Seungcheol. Pergilah ke kamarmu. Kau berbeda kamar dengan Seungcheol. Dan jangan mengejarku" Aku berbalik menuju pintu kamar dorm Seventeen.
Dorm Seventeen dibagi menjadi 2, dan beruntung Seungcheol tidak ada pada 1 ruangan dengan Seokmin.
Aku merutuki kebodohanku. Dorm ini memiliki passcode dan aku tak tau. Mau minta tolong Seokmin? Aku malu, karena aku mengusirnya. Terpaksa aku menekan bel yang ada didekat passcode.
Aku sudah 3 kali menekan bel, tapi tidak ada yang membukakan. Seokmin yang sedari tadi diam dibelakang ku akhirnya menghela napas. Mendekatiku untuk memencet beberapa angka pada passcode, agar pintu dorm terbuka. Dadanya menempel pada punggungku.
Orang lain akan salah paham jika melihat ini, walaupun dilantai ini hanya member Seventeen dan 3 menejer penghuninya. Tapi tetap saja.
Pintu terbuka. Aku berterimakasih tanpa melihatnya.
Menutup pintu dorm, dan tidak mempedulikan Seokmin yang masih diluar.
Aku melihat Wonwoo yang sudah tidur dikasurnya-- karena memang kasur Wonwoo diletakan diluar, dan barang-barangnya berada di dalam-- ia sekamar dengan Seungcheol kalau mau tau.
Membuka pintu kamar Seungcheol, dan disambut dengan aroma alkohol.
"Choi! Astaga" Aku merebut botol Soju yang ia genggam. Ini sudah botol ke 3, ia langsung minum soju dengan botol, tanpa gelas.
"Hanbyeol? Hik" Aku menghela napas kesal. Seungcheol memiliki toleran yang rendah terhadap alkohol. Aku tau ia marah, tapi kenapa ia harus mabuk? Bukankah besok ada jadwal?.
"Maafkan aku" Percuma juga sih sebenernya ngomong sama orang mabuk. Heuh.
"Seokmin-ie neun, menyukaimu. Ia-hik bilang padaku, sudah lama" Aku mendengarkan dengan seksama ocehanya. Toh dia mabuk, jadi akan percuma kalau aku menjelaskan semuanya panjang lebar kali tinggi.
"Tidur ya, Choi." Sebenarnya ini masih terlalu dini untuk tidur. Tapi dorm sudah sepi, karena pasti mereka kelelahan karena mempersiapkan comeback.
"Aku cemburu, melihat Seokmin mojok bersamamu. Aku tidak pernah melihat kalian berdua seperti itu"
Aku memapahnya untuk duduk di kasur, karena sebelumnya ia duduk diatas lantai.
Aku akan menjelaskan padanya, besok. Karena sekarang Seungcheol mabuk.
Kurebahkan Seungcheol yang sudah tak sadarkan diri. Aku menyelimutinya, dan mengecup keningnya.
Dan aku segera kembali ke rumahku, yang berbeda lantai dengan dorm Seventeen. Aku juga butuh istirahat.