Jeonghan

446 40 0
                                        


Dilanjut ah ehehehehe. MAKASIH BUAT SIAPA AJA YG UDAH MAU VOTE SAMA BACA CERITA IYUH KAMSEUPAY INI :((


****

"Apa anda tahu Yoon Haera?"

"Haera?"

"Ya. Mahasiswi semester satu. Ini fakultas perguruan kan?"

"Ne. Haera kami mengenalnya. Tapi anda siapa?" Ah sial! Tinggal jawab dimana Haera saja malah nanya balik.

Ah ya aku lupa ngasih tahu ya? Aku lagi ada di kampusnya Haera. Kenapa? Karena semenjak aku putus dengan Jeonghan Haera sudah nggak nginep dirumahku lagi. Telpon dan smsku bahkan nggak diangkat. Bukankah ini keterlaluan?.

"Ah! Aku kakak sepupunya" Kataku berbohong. Masak iya aku bilang kekasih –mantan kekasih dari kakaknya? Bisa berabe dong?.

"Ah! Haera tadi sedang pergi keruang profesor. Eonni beruntung bertemu kami karena kami juga sedang menunggu Haera. Ah! Itu Haera! Yoon Haera" Haera berlari kecil mendekati teman-temanya. Tapi saat melihatku dia terkejut.

"Eo-Eonni"

"Eung Haera-ya sepertinya kau dijemput kakak sepupumu. Kita duluan saja ya! Sampai bertemu di asrama!" kedua teman Haera meninggalkan kami berdua.

"Ikut Eonni" Aku langsung menarik tanganya. Dan Haera hanya pasrah mengikutiku.

****

"Eonni minta maaf karena baru sempat mencarimu. Perusahaan sedang meluncurkan produk baru, jadi para karyawanya sibuk. Eonni juga sibuk, dan baru sempat mencarimu. Jadi Haera intinya Eonni minta maaf karena sampai membuatmu pergi dari rum—"

"Eonni, ini bukan salahmu. A-aku yang minta maaf karena pergi dari rumah dan tidak berpamitan dengan Eonni. Tidak pernah membalas pesan Eonni, tidak pernah mengangkat telpon Eonni. Aku juga nggak mau begini, tapi Oppa—"

"Jeonghan? Apa dia memintamu buat ngejauhin Eonni?" Haera mengangguk. "Bukan kah kalian kompak menyakitiku? Aku sangat tersinggung"

"Tapi Oppa kurasa benar. Ak-aku juga akan canggung dengan Eonni kalau begini. Hubungan Oppa dan Eonni sedang tidak baik. bagaimana bisa aku tetap berada di rumah Eonni?"

"Tapi kalian sungguh membuatku tersinggung Haera-ya" Aku mendesah kesal. Aku benar-benar tersinggung dengan mereka berdua. Terlebih lagi Jeonghan. Apa dia harus melibatkan adiknya untuk ikut dalam masalah kita?.

"Eonni maaf. A-aku nggak bermaksud ngejahuin Eonni. Tapi Oppa memaksaku. Dia nggak sanggup kalau aku tinggal berdua sama Eonni. Katanya biar Oppa nggak nanyain Eonni terus-terusan"

"Maksudmu?" aku ngelihatin Haera. Nggak paham sama ucapanya barusan.

"Jadi, pas awal-awal Eonni sama Oppa tengker dia selalu nanyain Eonni udah makan belum, Eonni lagi apa dan masih banyak lagi. Terus lama-lama Oppa nggak tahan, dia pengen move on dari Eonni makanya dia nyuruh aku pergi dari rumah Eonni. Aku sebenrnya nggak mau, tapi bantu Oppa move on dari Eonni. Dan aku setuju-setuju aja—"

"Kamu setuju? Kamu selama ini nggak suka hubunganku dengan Jeonghan?"

"Eonni! Nggak gitu maksudnya!" Haera membentaku kali ini. "Kulihat Eonni baik-baik aja selama itu. Dan Eonni juga keliatan bahagia sama yang namanya Dowoon-Dowoon itu"

"Kamu juga nuduh aku selingkuh?"

"Awalnya enggak—"

"Mwo?"

"Mak-Maksudku nggak gitu. Tapi aku pernah lihat Eonni sering dianter pulang sama laki-laki itu, dan Eonni keliatan senang"

"Tapi aku nggak selingkuh! Telpon Oppamu sekarang! Aku harus bicara padanya"

"Arraseo" Aku ngelihatin Haera yang mencari kontak kakaknya. Sedikit debat denganya karena aku masih nggak terima dijauhin dan dituduh selingkuh. "Iya Eonni. Udah Haera minta maaf deh. Bulan besok aku— Halo Oppa! Oppa eodiseo?" aku ngasih kode ke dia buat nyalain mode speaker biar aku bisa denger suaranya. Kangen tau udah lebih dari sebulan nggak komunikasi sama sekali.

"Di dorm"

"Oppa sakit?"

"Agak nggak enak badan. Udah dulu ya Oppa capek banget" Jeonghan langsung mematikan panggilanya bikin Haera ngedumel.

"Ya gini. Pokoknya semenjak putus sama Eonni nelponya singkat-singkat terus nggak semangat gitu"

"Ya makanya bantuin Eonni. Kamu itu malah ikut-ikutan ngejauh! Eonni masih tersinggung ya" Haera mengerucutkan bibirnya."Iya-Iya. Haera kan udah minta maaf".

"Yaudah kita langsung ke dorm" Haera ngangguk aja.

****

PLAK!

"E-Eonni" Haera menggenggam lembut tanganku yang berhasil menampar Kakaknya—Jeonghan.

Beberapa member yang sedang ada di ruang tamu dorm terkejut, memanggil namaku.

"Bukankah ini keterlaluan?" Aku tau Jeonghan kaget karena pas dia buka pintu kamarnya aku langsung menamparnya.

"Apa maksudmu? Kita udah berbulan-bulan nggak komunikasi, kamu dateng-dateng nampar aku dan—"

"Kamu keterlaluan! Kenapa nyuruh-nyuruh Haera buat ikutan ngejauh dariku? Ini masalah kita, Jeonghan-ah"

Jeonghan terdiam.

"Oppa, tolong. Mumpung kalian ketemu, mungkin butuh waktu bicara berdua" Haera memecahkan keheningan kami.

Jeonghan menghela napas, langsung menariku masuk kedalam kamarnya.


Tepat setelah Jeonghan menutup pintu kamar dan menguncinya, dia langsung menyerangku dengan ciuman yang menggebu.

Aku kaget dong jelas. Tapi nggak lama aku membalas ciumanya. Kangen tau udah sebulan lebih gak kontekan, ketemu aja nggak, apalagi punya waktu berdua.

Kira-kira sepuluh menit kami saling berciuman, aku baru ingat sesuatu— "Jeonghan! Kamu demam! Gimana nanti kalau aku ketularan"

DATING WITH SEVENTEEN (95L)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang