SUDAH TERBIT. TERSEDIA DI INSTAGRAM @SA_PUBLISHER UNTUK PEMESANAN
🏆1#fiksi remaja 2020 september
2 #fiksi remaja 2021 Januari
1 #acak 2021 Januari
5 #non-fiksi 2021 februari
3 #laga 2021 februari
16 #fiksi ilmiah 2021 april
26 #puisi 2021 april
99...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Kebahagiaan ku tidak hanya terletak pada diriku, sebagaimana aku menyayangimu. Aku akan selalu membahagiakanmu , karena itulah impian ku"
❄
"Gak pa-pa, kok, Tante. Saya cuman kangen sama mama di rumah," jawab Ianna melepaskan pelukan itu.
"Jangan panggil saya tante, panggil saja bunda," ucap Bunda. Ianna mengangguk lalu berpamitan kepada heru dan bunda.
Akhirnya, Heru kembali ke Jakarta. Awalnya, Heru berniat untuk mengantarkan Ianna ke rumahnya. Tapi, Ianna menolaknya karena masih ingin berjalan-jalan di sekitar taman.
❄
Hari-hari selanjutnya, Ianna melakukan rutinitas seperti biasa. Kali ini, Ianna duduk di balkon bersama Raka dengan beberapa tugas di atas meja.
"Soal ini sulit sekali, Ana! Kenapa kamu bisa mengerjakannya?" protes Raka yang sudah terlihat stress akibat soal di hadapannya.
"Jelas bisa, aku ini pintar," ucap Ianna tersenyum.
Raka menaruh alat tulisnya di atas meja. "Ana, bagaimana dengan cita-citamu?" tanya Raka. "Tabunganmu sudah cukup untuk membeli saham perusahaan?"
"Sepertinya lebih baik aku membangun perusahaan sendiri dari nol," sahut Ianna tersenyum tipis.
"Baiklah kalau mau kamu seperti itu. Pastinya, kamu harus bekerja keras, Ana. Aku doakan kamu berhasil," ucap Raka memberikan semangat.
"Sudah pasti, dong!" Ianna terlihat semangat, ia memang sangat rajin dan selalu bekerja keras.
"Ana, besok aku harus kembali ke Jakarta. Maafkan aku tidak bisa menemanimu dalam waktu lama," ucap Raka sekaligus berpamitan.
Ianna tersenyum tipis, mungkin dirinya akan kembali kesepian. Raka juga merasakan hal yang sama, ia merasa menyesal karena menyetujui permintaan kakeknya untuk melanjutkan SMP di Jakarta, berbeda dengan ianna. Tapi, setidaknya Raka masih bisa bertemu Ianna walaupun dalam waktu yang singkat.
"Tidak apa-apa, Raka. Kamu harus rajin belajar!" ucap Ianna membuat Raka tersenyum dan mengangguk.
❄
Ianna saat ini tengah tertidur lelap di kelasnya. Jam pelajaran sudah berakhir, namun entah mengapa tidak ada yang membangunkannya.
Ponsel Ianna bergetar, gadis itu segera terbangun dari mimpinya dan menatap sekeliling. Sudah sepi, tidak ada satupun yang bersamanya.
"Ianna? Lo belum pulang?" Suara itu berasal dari Randy, sang ketua OSIS. Lelaki itu sudah diperintahkan secara khusus dari kepala sekolah untuk membatu Ianna, siswi yang jarang mengikuti pelajaran dan memang jarang bergaul.
Namun, hal itu membuat Ianna risih, apalagi saat Randy mengikutinya. Ah, Randy memang seperti stalker yang mengganggu.
"Lo abis buat proposal perusahaan?" tanya Randy membuat jantung Ianna berdetak cepat. Memang seperti stalker, atau mungkin lelaki itu adalah fans Ianna? Sampai hal kecil saja Randy tahu.