SUDAH TERBIT. TERSEDIA DI INSTAGRAM @SA_PUBLISHER UNTUK PEMESANAN
🏆1#fiksi remaja 2020 september
2 #fiksi remaja 2021 Januari
1 #acak 2021 Januari
5 #non-fiksi 2021 februari
3 #laga 2021 februari
16 #fiksi ilmiah 2021 april
26 #puisi 2021 april
99...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Jika ada yang menyayangimu, jangan sia siakan. Kadang yang terbaik selalu pergi setelah kita membuangnya dengan ringan hati"
❄
Tidak seperti biasa, kedua gadis yang selalu membangunkan Ianna ini bangun kesiangan. Ianna sudah boleh pulang sore kemarin. Keesokan harinya, mereka harus kembali bersekolah. Namun, sepertinya mereka tidur larut malam karena menonton serial film bersama.
Dengan terburu-buru, mereka bersiap-siap dan langsung menuju sekolah. Keberuntungan tidak berpihak pada mereka, ketiga gadis itu terlambat lagi.
"Pak, tolong buka. Sepupu saya pingsan," ucap Ianna membuat Caca dan Luna bingung.
"Siapa?"
"Udah lo aja, pura-pura pingsan." Ianna langsung meminta Luna untuk berpura-pura.
"Ayo, Pak! Tolong buka!" teriak Caca, tidak lama kemudian satpam membukakan gerbang untuk mereka.
Luna langsung berpura-pura pingsan dengan digotong oleh kedua gadis itu pergi menuju UKS.
Setelah dinyatakan aman, mereka segera pergi ke kantin. Ianna langsung memesan es teh untuk kedua temannya. Namun feeling mereka sepertinya tidak beres.
"Udah minumnya?"
"Sudah, dong. Seger banget malahan," ucap Luna seraya meminum es tehnya di tegukan terakhir.
"Sudah sanggup untuk lari?"
"Pasti sanggup!" ucap Luna bersemangat.
"Silakan, lari keliling lapangan."
Ketiganya langsung menoleh dan mendapati guru BK tengah menatapnya dengan tatapan tajam. Tidak bisa bernegosiasi, ketiganya mau tidak mau berlari menjalani hukumannya.
Setelah beberapa putaran, Ianna merasa sesak pada dadanya, ini tak seperti biasanya.
Beberapa menit kemudian ..., gadis itu terjatuh pingsan membuat semua orang langsung panik.
❄
Ianna membuka matanya, menatap sekeliling ruangannya yang khas dengan bau obat-obatan itu dengan tatapan lemah. Ia memejamkan matanya ketika rasa nyeri di dadanya kembali kambuh. jantungnya berdetak tak karuan membuat kepalanya menjadi pusing.
"Sial," umpat Ianna kesal, ia memijit pelipisnya pelan-pelan.
Tiba-tiba suara gaduh dari depan pintu UKS membuat dirinya menoleh. Tidak lama kemudian, pintu itu terbuka dan mendapati kelima lelaki yang langsung menghampiri Ianna.