17. SUASANA BARU

34K 1.5K 26
                                        

'Semoga yang rumit segera pamit ,Yang patah segera tumbuh, Yang hilang segera berganti'Please be happy for me

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

'Semoga yang rumit segera pamit ,Yang patah segera tumbuh, Yang hilang segera berganti'
Please be happy for me

Ianna membuka matanya, ia menatap sekelilingnya yang terasa asing. Hampir saja lupa kalau ia tengah berada di desa.

Dengan cepat, Ianna langsung keluar kamar dan menuju dapur. Ia mendapati Galuh tengah memasak. Lelaki itu sungguh langka.

"Gal, kamu bisa masak?‖ tanya Ianna dengan maksud menyapa.

Galuh langsung menoleh. "Udah bangun?"

"Udah," sahut Ianna. "Ibu sama Artha di mana, Gal?"

"Ibu ada di sawah dan Artha sedang bersekolah." Galuh menyahut tanpa menatap lawan bicara.

Ianna menganggukkan kepalanya, kemudian mendekat ke arah Galuh. "Maaf, ya, gue merepotkan lo. Gimana kalau gue bantu?"

"Enggak, kok. Rumah ini jadi gak sepi karna adanya kamu." Ucapnya dengan sopan.

Jantung Ianna berdetak kencang akibat ucapan Galuh. Pipinya sudah memerah membuat Galuh yang menatapnya bingung.

"Kenapa pipi kamu merah?"

"Eh?" Ianna memegangi pipinya dengan kedua tangannya.

"Enggak, kok. Ini karena panas aja, jadi merah."

"Oh, maaf, ya. Di sini gak seperti di rumah kamu yang ada pendingin ruangan. Jadi, kamu merasa gak nyaman, ya?" tanya Galuh.

Aduh, Ianna rasa salah menjawab. Alasan yang Ianna keluarkan memang berdampak besar untuk Galuh.

"Gak pa-pa," sahut Ianna terkekeh.

Galuh menaruh beberapa makanan yang sudah ia masak tadi di atas meja makan. Ianna mengikuti ke mana arah Galuh karena dirinya bingung harus melakukan apa.

"Duduk aja," ucap Galuh. "Ini makan dulu, maaf kalau gak seenak makanan kamu."

Ianna tersenyum lebar saat lelaki itu membalikkan tubuhnya.

"Galuh?" panggil Ianna.

"Kenapa? Gak suka, ya?"

"Bukan, kok," ucap Ianna. "Gimana kalau makannya di sawah aja, sama ibu."

Galuh tersenyum dan membuat Ianna tertegun. Baru kali ini ia melihat senyuman dari lelaki itu. "Baiklah, Saya ambil rantang dulu, tunggu sebentar."

ARDIANA [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang