SUDAH TERBIT. TERSEDIA DI INSTAGRAM @SA_PUBLISHER UNTUK PEMESANAN
🏆1#fiksi remaja 2020 september
2 #fiksi remaja 2021 Januari
1 #acak 2021 Januari
5 #non-fiksi 2021 februari
3 #laga 2021 februari
16 #fiksi ilmiah 2021 april
26 #puisi 2021 april
99...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Kebahagiaan itu simpel, apa kamu punya waktu? Akan ku gunakan waktumu itu untuk membuat sebuah senyuman terukir di bibir mu"
❄
"Menurut lo?" Ianna memutar bola matanya malas.
Randy hanya mengedikkan bahunya kemudian tersenyum. Ia menarik kursi yang berada di depan Ianna dan duduk di sana.
"Rand, bisa gak lo jangan ganggu gue sehari aja," ucap Ianna kesal setengah mati.
"Gue gak gangguin lo, kok." Randy terkekeh pelan membuat Ianna mendengus kesal.
Suara bel tanda waktu pulang berbunyi, Ianna mengemas barang-barangnya lalu keluar dari kelas itu meninggalkan Randy.
"Ana, sudah pulang," ujar Ianna memasuki rumahnya dengan wajah yang ditekuk, ia masih kesal.
"Ana, Papa ingin membicarakan sesuatu sama kamu," ucap Fadhli, Ianna menganggukkan kepalanya. "Ada apa, Pa?"
"Kita akan pindah ke Jakarta," ucap Fadhli.
Ianna menganggukkan kepalanya. Ia sudah dapat menduga bahwa hal ini akan terjadi "Ini karena kakek, ya?"
"Kamu sudah tau?" Giliran Lili yang bersuara.
"Hanya menebak, Ma." Ianna menghela napasnya.
"Apa kamu setuju?" tanya Fadhli. "Kita akan tinggal di rumah kakek. Kita juga tidak mungkin membiarkan Raka sering-sering pulang ke Jakarta, kan?"
Ianna mengangguk, setuju dengan apa yang Fadhli katakan. "Kapan, Pa?"
"Besok."
Sial! batin Ianna. Kali ini Ianna benar-benar tidak mengerti apa maksud Alex. Kenapa harus secepat ini?
Akhirnya, Ianna meminta izin untuk ke kamar dengan alasan membereskan barang-barang untuk besok.
Sesampainya di kamar, Ianna segera menghubungi Alex. Ia meminta penjelasan pada Alex tentang keinginannya untuk pindah ke Jakarta. Ianna sudah merasa tenang di sini, hidupnya sudah damai. Lalu, mengapa Alex memintanya untuk pindah ke Jakarta? Ianna tidak habis pikir.
"Apa maksud semua ini? Ada apa dengan mafia? Kenapa kakek Alex melakukan ini, sekelam apa sih, kisah mafia," Ianna segera mengambil laptopnya dan mulai menggulir mouse untuk mencari informasi tentang kasus kejahatan. Hasilnya adalah kebanyakan kejahatan dilakukan oleh mafia. Ini sungguh tidak benar.
Sampai akhirnya, mata Ianna tertuju pada salah satu artikel tentang Perdana, kakek kandungnya sendiri. Perdana adalah penjahat yang menjual senjata ilegal.
"Ini tidak mungkin!" ucap Ianna tidak terima.
❄
Langit sore hari sangat indah, banyak anak kecil bermain di sekitar taman. Ada yang bersama orang tuanya dan ada juga yang bersama temannya.