SUDAH TERBIT. TERSEDIA DI INSTAGRAM @SA_PUBLISHER UNTUK PEMESANAN
🏆1#fiksi remaja 2020 september
2 #fiksi remaja 2021 Januari
1 #acak 2021 Januari
5 #non-fiksi 2021 februari
3 #laga 2021 februari
16 #fiksi ilmiah 2021 april
26 #puisi 2021 april
99...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Semua bisa berubah. Asal kamu mau"
❄
Sesampainya mereka di kota Jakarta, Ianna dan Raka sudah tertidur pulas dikamar, sepertinya mereka kelelahan. Berbeda dengan Alex, Fadhli dan Lili. Mereka kini tengah berkumpul di ruang keluarga, Sembari membicarakan pembicaraan penting.
"Fadhli, Lili," ucap Alex yang baru saja datang dengan map merah di tangannya. "Sudah saatnya untuk kalian mengambil alih perusahaan ini," ucap Alex.
Fadhli dan Lili diam, mereka sangat tahu apa isi dari map merah itu. Itu adalah surat waris perusahaan milik Alex kepada Fadhli.
"Pi, bukan kita menolak. Kita hanya ingin mempunyai keluarga yang sederhana saja," jelas Fadhli membuat Alex sedikit kecewa.
"Umur Papi sudah tidak muda lagi, Fadhli. Papi harap kamu mau mengambil ini." Alex meletakkan map itu di atas meja berserta sebuah pulpen.
Fadhli menghela napasnya, ia melihat istrinya sekilas. Terlihat raut tak yakin dari Lili, mereka sangat cemas jika anak-anak mereka nantinya tidak akan nyaman dengan kondisi yang akan terjadi kedepannya.
❄
"Kalian sudah siap?"
Ianna dan Lili menoleh kearah suara di ambang pintu, Alex berdiri dengan setelan jas disana.
Malam ini, Fadhli akan diresmikan sebagai pengganti Alex atas perusahaannya. Terlihat mereka semua mengenakan baju yang rapi. Ini adalah acara yang sangat penting.
"Sudah, Pi. Lihatlah, Ana cantik sekali, bukan?" Puji Lili atas kecantikan ianna. "Paman Perdana beruntung memiliki cucu secantik ianna," ucap Lili membuat Ianna menatapnya bingung.
"Mama tau tentang kakek Perdana, apakah mama mengetahui tentang keluarga kandungku?"
Lili mengangguk dan kembali merapikan rambut Ianna. "Awalnya Mama tidak menyangka, namun Kakek Alex sudah menjelaskan semuanya." Ianna mengangguk, mengerti.
"Oke, ayo kita berangkat!" seru Alex dan kedua wanita itu segera keluar dari kamar untuk menemui Fadhli yang sudah menunggunya bersama Raka.
Sampailah mereka di salah satu gedung yang sangat mewah. Sudah banyak wartawan yang menyoroti mereka disana.
Baru saja sampai diambang pintu, seluruh tamu sudah menoleh. Benar-benar luar biasa, orang yang memiliki kekuasaan akan diperhatikan dan dihormati.
Alex berjalan menuju panggung dan langsung mendapat perhatian serta tepuk tangan dari para tamu.
"Terima kasih telah datang ke pesta ini. Pada malam hari ini, saya akan menyampaikan bahwa Fadhli Amanta Alexander anak semata wayang saya, telah resmi sebagai pemilik Alexander Corp," ucap Alex yang langsung diberi tepuk tangan semakin meriah.