SUDAH TERBIT. TERSEDIA DI INSTAGRAM @SA_PUBLISHER UNTUK PEMESANAN
🏆1#fiksi remaja 2020 september
2 #fiksi remaja 2021 Januari
1 #acak 2021 Januari
5 #non-fiksi 2021 februari
3 #laga 2021 februari
16 #fiksi ilmiah 2021 april
26 #puisi 2021 april
99...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Balas dendam, apa itu salah? Jika terus mengandalkan karma. Kapan kita akan mandiri dalam menghadapi masalah kita sendiri?
❄
"Hai, Ianna." Rafly memasuki ruangan Ianna.
"Lo belum bangun? sudah satu bulan lo koma." Rafly tersenyum saat menatap wajah Ianna.
"Lo harus cepet sadar, keluarga lo pasti khawatir," ucapnya. "Gue akan jagain lo sampai lo bangun."
"Gue gak tau alasan lo menyembunyikan penyakit lo dari keluarga dan teman-teman lo. Dokter yang menangani lo sebelumnya sudah menceritakan segalanya." Rafly tersenyum kecil. "Semoga lo cepat sadar."
Sudah cukup lama Ianna tidak sadarkan diri semenjak kecelakaan itu. Kali ini, suasana di ruangan terasa hening, hanya bunyi monitor yang mendominasi. Tanpa sadar, Rafly melihat jari Ianna mulai bergerak.
Lelaki itu segera beranjak untuk memanggil ayahnya. Beberapa lama kemudian, ayahnya datang dan langsung memeriksa Ianna.
Saat itu juga, mata Ianna terbuka. Ia sedikit bingung dengan keberadaannya sekarang, gadis itu merasa tenggorokannya bermasalah. Dengan cepat, Rafly segera memberikan Ianna segelas air.
Sampai akhirnya, Ianna terdiam sejenak dan menundukkan dirinya. "Gue di mana?" tanyanya.
"Lo di rumah sakit. Beberapa bulan lalu penyakit lo kambuh sehingga lo koma selama sebulan."
Ianna memijit pelipisnya lalu menatap Rafly dengan bingung. "Lo? Fifi, kan?"
"Gue Rafly," ucap Rafly. "Lo gak inget?"
"Maaf, gue lupa. Bagaimana bisa gue berada di sini?" tanya Ianna masih bingung.
"Beberapa bulan yang lalu, saat lo menyebrang jalan, tiba-tiba saja penyakit lo kambuh," jelas Rafly.
Ianna mencoba mengingat, namun kepalanya terasa sakit. "Kepala gue sakit." ringisnya
"Apa lo amnesia?" tanya Rafly sedikit ragu.
"Sepertinya Ianna mengalami cedera. Saat ini, ingatannya seperti puzzle yang terpecah. Untuk saat ini, kamu bisa menjaga Ianna dan membantu ia mengingatnya, tapi jangan dipaksa, ya." Dokter tersebut menepuk pundak Rafly dan segera keluar ruangan.
"Apa benar gue punya keluarga?" tanya Ianna. "Tapi, kenapa mereka gak mencari gue? apa mereka tidak menyayangiku."
Rafly menghela napasnya sejenak dan tersenyum. "Gue yakin, keluarga lo sangat mencintai lo, Ianna. Tetapi lo sendiri yang meminta untuk menyembunyikan identitas lo agar keluarga lo tidak mengehatuinya" ucapnya dan membuat kepala Ianna tiba-tiba terasa sangat pusing.