30.TANTANGAN RANGGA

29.2K 1.2K 6
                                        

"Ketika seseorang menghinamu? Apa kamu diam? Mungkin aku akan diam, tapi jika kau sudah membawa nama ibuku, aku tidak akan segan segan memperjuangkan surga ku itu"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Ketika seseorang menghinamu? Apa kamu diam? Mungkin aku akan diam, tapi jika kau sudah membawa nama ibuku, aku tidak akan segan segan memperjuangkan surga ku itu"

Hari yang ditunggu sudah tiba, Ianna bangun sepagi mungkin. Setelah semua berkumpul di mansion Ianna, barulah mereka pergi bersama-sama. Andrew, Rizki, Ianna dan Caca berada didalam satu mobil. Sementara Fazri hanya berdua bersama Luna, lalu Raka, Randy, Heru dan Al berada dimobil yang sama.

Setelah beberapa lama perjalanan, mereka sampai di wahana Dunia Fantasi. Mereka jadi teringat beberapa kenangan saat mereka kecil, hal itu membuat Ianna tersenyum. Semua wahana mereka naiki, dan tanpa disangka, hari sudah mulai sore.

Tapi, disaat seperti ini Ianna tiba-tiba diam. Hal itu jelas saja membuat mereka bingung dan khawatir.

"Gue capek." Ianna menyandarkan punggungnya pada kursi yang mereka duduki sebagai tempat candaan karena semua wahana sudah tidak bisa dinaiki lagi.

"Lo gak pa-pa, Ana?" tanya Raka menangkup kedua pipi Ianna.

Ianna menggelengkan kepalanya. "Gak, kok. Gue cuman kecapean aja," ucap Ianna, berusaha untuk tidak membuat mereka khawatir.

"Gausah modus, deh, ah." Rizki kesal setengah mati, ia menepis tangan Raka dari pipi Ianna.

"Udah sama gue aja. Gue, kan, kakaknya."

Alis Raka menyatu karena sikap Rizki. "Lah? Gue juga, kan, kakaknya, kali."

Benar apa yang Raka ucapkan. Tapi, Rizki tetap saja tidak suka.

Melihat keadaan Ianna, mereka semua memutuskan untuk segera pulang kerumah mereka masing-masing dan membiarkan Ianna beristirahat.

Sesampainya di mansion, Ianna sudah tertidur pulas didalam mobil. Rizki menghela napasnya dan langsung membawa Ianna ke kamarnya.
Baru saja Rizki hendak melangkah keluar dari kamar, gadis itu terbangun. Ia menatap sekelilingnya bingung karena yang diingatnya terakhir kali adalah saat ia berada di dalam mobil.

"Ianna, lo udah bangun?" tanya Rizki.

"Udah, Kak. Yang lain pada di mana?"

"Mereka udah pada pulang, kamu istirahat aja, ya. Nih, mau makan dulu?" Rizki mengambil piring di atas nakas.

Ianna menggelengkan kepalanya dan memejamkan matanya sejenak. "Kakak, pernah gak ngerasa cape sama suatu hal?" tanya Ianna. "Rasanya seperti ingin mati karena terlalu cape,"

ARDIANA [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang