Mansion mewah yang termasuk dalam kawasan elit Kota Seoul itu tampak damai dan asri, semakin membuat keheningan mendominasi ruang kamar tidur utama dimana sepasang anak manusia hanya terdiam dalam jalan pikiran masing-masing.
Adalah Park Chanyeol yang berdiri kaku dengan kedua tangan terlipat menghadap kaca jendela di sisi tempat tidur dengan Bae Joohyun yang terduduk di pinggir ranjang. Joohyun melirik sekilas pada siluet sang suami yang memandang lurus dengan rahang menegas. Tentu bukan taman mawar dengan danau kecil yang menjadi objek pandangannya. Lelaki Park itu seperti tengah menahan diri untuk mengeluarkan bom dari dalam kepalanya. Auranya penuh dengan kesan intimidatif, dingin serta kaku yang membekukan.
"Bagaimana kau bisa hamil?"
Joohyun tersentak dengan bariton yang tiba-tiba terperangkap dalam gendang telinga.
"Ne?" Kepalanya terangkat dari posisi menunduknya barusan, demi menangkap wajah Park Chanyeol. Lelaki kaku itu belum juga beranjak dari berdirinya.
Joohyun hampir membuka mulut bersamaan dengan pemikiran yang terlintas di kepala. Sebelum logikanya beradu dengan kebingungan. Bukankah seharusnya dirinya yang bertanya bagaimana bisa dirinya hamil? Mereka sudah melakukan itu bukan? Dan Joohyun tidak pernah menolak apapun yang dilakukan Chanyeol sebagai suami, termasuk melakukan hubungan seks yang normal dilakukan suami istri. Jika dirinya hamil bukankah seharusnya dirinya yang perlu bertanya dengan Chanyeol?
Joohyun memang seorang wanita lugu namun bukan berarti dirinya bodoh tidak mengetahui penyebab adanya benih darah dagingnya yang saat ini tengah ia kandung.
Park Chanyeol meliriknya melalui ekor mata setelah beberapa detik berselang tanpa jawaban, menyebabkan Joohyun terkesiap atas kediamannya.
"A-aku tidak tahu. Kita sudah melakukannya dan hampir setiap malam saat itu. Jadi..jadi.. tentu saja aku bisa hamil."
Kentara bernada tergugu. Bola matanya bergerak liar mencari pelarian dengan memandang marmer. Perasaannya seketika bercampur aduk. Aura dingin seorang Park Chanyeol membuat rasa segan itu kembali menyeruak. Joohyun sulit memahami sikap sang suaminya ini. Rasa kecewa kian terasa menyelimutinya. Kesan hangat yang baru saja dicecapnya kemarin seolah hilang lenyap tak berbekas.
Pria jangkungnya kini berbalik, mengubah posisi memandang intens sosok Joohyun yang menunduk meremat jemari tangan. Suara helaan nafas seakan putus asa dan tak sabaran terdengar dari seorang Park.
"Kalau begitu, gugurkan saja kandunganmu."
Joohyun terkejut bukan main. Park Chanyeol mengatakannya dengan begitu ringan seolah bukan suatu masalah besar. Matanya berembun ketika sang suami memutuskan berlalu dari kamar mereka dan langkah panjang pria Parknya melintas dalam pandangan.
"Tidak akan!" Air mata Joohyun menetes tanpa dapat dibendung bersamaan dengan kepalanya yang menegak, menghentikan Chanyeol yang memegang kenop di ambang pintu.
"Kau boleh membenciku sepuasnya karena mengandung darah dagingmu, Chanyeol. Tapi aku tidak percaya kau menyuruhku menggugurkan calon bayi ini. Dia..dia tidak bersalah Chanyeol.." Bibir Joohyun benar-benar bergetar menyelesaikan pembelaannya. Park Chanyeol masih mematung di ambang pintu, terpejam selama beberapa detik mendengar ucapan 'darah daging'. Dan hatinya terasa diiris sembilu ketika melirik Joohyun yang mengelus perut ratanya sembari terisak menyeka lelehan di pipi pucat.
"Aku tidak akan menggugugurkannya. Tidak akan pernah. Sekalipun kau tidak menyukainya. Biarkan dia hidup. Aku mohon.."
Tangis semakin berlomba-lomba menuruni si pipi pucat. Chanyeol hanya merespon dengan kebisuan. Pria itu terburu-buru menyudahi interaksi memuakkan dan terlanjur diselimuti oleh perasaan kecewa dan amarah yang bercampur aduk.

KAMU SEDANG MEMBACA
𝑷𝑶𝑺𝑺𝑬𝑺𝑺𝑰𝑽𝑬 𝑴𝑨𝑵 ㅡ 𝐶ℎ𝑎𝑛𝑅𝑒𝑛𝑒
Romance2nd story presented from Short Cake ! ChanRene ! Marriage-Romance Park Chanyeol seorang duda kaya yang memiliki kelainan terhadap seks. Mengakhiri masa dudanya dengan Bae Joohyun, gadis lugu dan polos dari sebuah panti asuhan tempatnya melakukan don...