"Aku duluan" pamit Sanggyun pada tiga temannya.
Ia menyambar ranselnya secepat kilat dan meninggalkan kelas, padahal sang guru masih berada didalam ruangan.
Jonghyun, Youngmin, dan Seongwoo menatap satu sama lain. Bertanya tanya mengapa Sanggyun bertingkah begitu. Mereka terus bertatapan sampai suara Donghyun menginterupsi.
Iya, Donghyun. Kim Donghyun yang kata Youngmin punya boyfriend material sempurna. Sejak ajakan kencan dadakan beberapa hari lalu, Donghyun selalu membooking Youngmin tiap pulang sekolah untuk mendengarkan lagu lagunya.
Fakta baru tentang Donghyun yang Youngmin baru tau, Donghyun suka membuat lagu dengan gitar akustiknya. Bagaimana mungkin Youngmin tidak semakin jatuh dalam pesona Donghyun?
Jonghyun melotot tajam pada Youngmin, seolah memperingati agar tidak dekat dekat dengan Donghyun.
Tapi Youngmin tidak peduli, ia buru buru meninggalkan kelas sebelum Jonghyun melubangi kepalanya dengan delikan tajamnya.
Jonghyun menghela nafas jengah. Tidak habis pikir, padahal Youngmin dulu suka membicarakan gadis gadis cantik, seingatnya ia punya mantan kekasih –dan semuanya perempuan- paling banyak diantara mereka berempat.
Kalaupun Jonghyun terpaksa jadi gay juga, ia tidak mau menempati posisi uke seperti Seongwoo dan Youngmin. Dia ini kan lelaki sejati, mana mungkin jadi uke, pasti jadi seme, iya kan?
Bibir Jonghyun berdecak, ia teringat kembali poster top 5 hot uke kemarin. Tiba tiba kesal sendiri kan dia.
"Aku mau ke game center. Mau ikut?" tawar Jonghyun pada Seongwoo yang sedang bermalas malasan di mejanya.
"Tidak, aku akan main ke rumah Daniel setelah dia selesai latihan basket" tolak Seongwoo.
Jonghyun berdecak lagi, dan segera beranjak dari sana. Semoga saja game center mampu menghibur pikiran suntuknya yang sudah bercabang kemana mana.
Harusnya hari ini dia ada latihan futsal, tapi dia terlalu malas bertemu Daniel, karna jadwal latihan tim futsal dan tim basket kebetulan bersamaan.
Baru saja lima langkah keluar dari kelas, seseorang menginterupsi dengan memanggil namanya, "Kim Jonghyun"
"Ya?" Jonghyun berbalik, menemukan seorang lelaki yang akhir akhir ini sering membuntutinya diam diam.
"Mau langsung pulang?" tanya lelaki itu lagi.
Dia bertanya begitu karna sudah hapal diluar kepala jadwal keseharaian Jonghyun. Dan hari ini jadwalnya latihan futsal, sedangkan lapangan futsal berada berlawanan dijalan yang Jonghyun ambil.
"Tidak. Aku mau ke game center" jawab Jonghyun sekenanya, dia sedikit merasa terganggu dengan lelaki berponi serta berkaca mata bulat didepannya ini.
"Boleh aku ikut?" pinta lelaki itu takut takut.
"Karna aku sedang sendirian, baiklah kau boleh ikut" ujar Jonghyun. Lantas mereka berjalan beriringan menuju game center.
...
Jonghyun dan lelaki culun berkaca mata itu sudah duduk bersebelahan di depan computer gaming. Setelah menimang nimang berdua mengenai game apa yang akan mereka mainkan, akhirnya DOTA 2 menjadi pilihan.
"Apa id steam mu? Biar aku tambahkan sebagai teman" tanya Jonghyun setelah aplikasi steam di pc gaming itu terbuka.
"taetaemin24079" jawab si lelaki berponi, "Kita battle satu lawan satu saja" imbuhnya lagi.
"Baiklah. Mau taruhan?" Jonghyun menawari, karna ia yakin 100% bahwa Taemin si culun ini kelihatannya mudah untuk dikalahkan.
"Boleh" Taemin menjawab tanpa ragu.
"Kalau aku menang, jangan membuntutiku. Jika kau yang menang, kau boleh minta apapun dariku. Deal?" Jonghyun menatap tajam Taemin, sekalian mengutarakan rasa tidak nyamannya.
Sedangkan Taemin sendiri sempat membeku beberapa detik, merasa tertangkap basah.
"Deal!" dan akhirnya Taemin setuju.
Jonghyun dan Taemin kemudian larut dalam permainan menjaga tower tersebut. Kadang kalimat makian juga turut menyertai permainan mereka, saling menyerang karakter masing masing, berlomba tower siapa yang akan runtuh lebih dulu.
Sekitar 40 menit jari jari mereka masih asyik menari di keyboard dan menggeser geser mouse, sampai Jonghyun menyadari bahwa angka MMR Taemin bernilai 4000, sedangkan dirinya sudah 5000, Jonghyun jadi makin optimis bisa menang dari Taemin.
"Aku harap kau menepati janjimu Tuan Kim"
Tuan Kim siapa?
Tentu saja Kim Jonghyun.
Meskipun MMR Taemin dibawahnya, bukan berarti ia bisa dikalahkan dengan mudah, siapa tau dewi fortuna sedang bersamanya hari ini.
"Katakan apa maumu" Jonghyun kemudian merentangkan tangan ke atas, meregangkan otot otot yang sempat tegang.
"Jadilah kekasihku" ujar Taemin ringan, seringan kertas tissue di toilet sekolah.
"Apa?" Jujur saja Jonghyun terkejut. Kepalanya menoleh cepat pada lelaki culun disampingnya.
"Kau bilang aku boleh minta apapun. Aku minta kau jadi kekasihku" Kursi yang diduduki Taemin sekarang berbalik sempurna menghadap Jonghyun.
Kedua iris Taemin bisa menangkap dengan jelas ekspresi terkejut Jonghyun.
"Aku masih normal Kim Taemin!" desis Jonghyun tajam.
Jonghyun hanya bisa mendesis karna jika berteriak orang orang tentu akan melayangkan protes padanya.
TBC
ini dulu populer banget taebugi pas era produs masih tayang hari jumat malem. jadi ku bikin atas permintaan netijen.
KAMU SEDANG MEMBACA
1995 | PRODUCE 101 S2 1995 line
Nezařaditelné[COMPLETED] 60% FRIENDSHIP • 30% BOYS LOVE • 10% COMEDY empat siswa pembuat onar di sekolah yang hobi bertaruh kapanpun dan dimanapun. fanfiksi ini mengandung unsur friendship dan slice of life -atau mungkin sedikit boys love- antar trainee produce...
