Level 6

286 84 7
                                        

Seongwoo menghembuskan kepulan asap pertamanya hari ini sebelum memulai cerita. Jadi, Sebenarnya Seongwoo bukanlah gay. Hanya saja ia tidak terbiasa dengan perempuan.

Sejak kecil ia terbiasa berteman dengan laki laki dan tidak pernah merasakan jatuh cinta sekalipun pada perempuan atau laki laki, meskipun sudah memasuki tahun kedua sekolah menengah atas.

Dan tentang voting gay yang terpasang di mading itu, sebenarnya bisa dibilang ia tidak terlibat langsung dalam voting.

Karna ia hanya diberi pertanyaan seperti, "Siapa menurutmu lelaki yang paling manly dan kelihatan hot disekolah ini?"

"Sebenarnya aku bertemu dengannya karna aku kalah taruhan beberapa hari lalu, namanya Kang Daniel, dia memancarkan aura sexy yang mengintimidasi. Ku pikir dia lelaki paling manly disini" jawab Seongwoo polos.

Dia tidak tau bahwa pertanyaan dari teman tetangga kelasnya ini akan dijadikan data dan diolah sedemikan rupa untuk dipasang pada mading sekolah.

"Kau tau istilah flower boy?" Seongwoo mengagguk, "Menurutmu siapa flower boy di sekolah ini?"

"Kalau lelaki cantik sepertinya Choi Minki dan Takada Kenta cocok menyandang gelar tersebut. Bukankah mereka selalu berdua kemana mana? Ku dengar Minki juga menyukai Jonghyun, dan Kenta menyukai Sanggyun" Lagi lagi Seongwoo menjawab polos dan lancar tanpa hambatan.

Kurang lebih seperti itu percakapannya saat Seongwoo hendak pulang setelah ekskul paduan suara.

"Memangnya siapa yang menyanyakan pertanyaan paling tidak berguna sedunia seperti itu? Cepat katakan!" Sanggyun tersulut emosi, dia memang punya sumbu paling pendek diantara mereka berempat.

"Aku tidak mau bilang, nanti kau memukulnya" Seongwoo justru membela orang lain dari pada temannya.

Bukan bermaksud berkhianat, Seongwoo tau, Sanggyun ini jelas lebih kuat dari si penanya. Jika tidak kuat tidak mungkin namanya tertera sebagai seme ter-hot urutan kedua.

"Tentu saja aku akan memukulnya!" semprot Sanggyun.

Jonghyun dan Youngmin yang duduk disebelahnya sudah siap siaga merentangkan tangan di depan Sanggyun, jaga jaga saja kalau Sanggyun beranjak dan benar benar memukul pelakunya.

Jonghyun juga ingin memukul sebenarnya, tapi emosi tidak akan menyelesaikan masalah. Maka ia memberi kode pada Sanggyun lewat tatapan mata, untung saja Sanggyun mengerti.

Dan Sanggyun percaya Jonghyun pasti punya ide brilian untuk membalas dendam pada si pelaku, mengingat Jonghyun adalah otak dibalik kenakalan mereka selama ini.

Kalian pikir siapa yang mengajari Youngmin, Sanggyun dan Seongwoo merokok? Tentu saja Jonghyun.

"Tidak, kami tidak akan memukulnya. Kami hanya penasaran, ayo katakan siapa orangnya" bujuk Jonghyun dengan wajah tenang.

Kim Jonghyun adalah penipu handal, dia memang punya senyuman menenangkan tapi sebenarnya lelaki itu menyimpan banyak rencana dan strategi di otaknya.

"Janji ya?" tawar Seongwoo.

Dan Seongwoo hanyalah seorang siswa polos, selalu berpikiran positif, dan mudah dipengaruhi. Makanya dia mau mau saja diajak membuat onar bersama Sanggyun, Jonghyun, dan Youngmin.

"Dia Jang Moonbok, kelas 2 D" Seongwoo akhirnya menjawab.

"Si rambut panjang itu?" Youngmin memastikan seraya menghisap rokok yang mulai memendek, Seongwoo mengangguk dua kali sebagai jawaban.

Jonghyun dan Sanggyun tak mengatakan apapun, mereka hanya saling melirik seolah sedang bertelepati. Mereka berdua tau betul siapa Jang Moonbok sebenarnya. Ia laki laki pemilik rambut terpanjang seantero sekolah, mana mungkin penghuni sekolah tidak mengenalnya?

"Kak, jadi kesimpulannya kau menyukaiku atau tidak?" celetuk Daniel memecah keheningan.

Saking asyiknya membahas si pelaku sampai mereka melupakan eksistensi Daniel disini.

"Emm—entahlah, aku hanya berpikir kau sangat manly dan punya aura mendominasi yang kuat. Apa itu termasuk suka?" jawaban kelewat polos Seongwoo membuat ketiga temannya terdiam.

Masih ingin tau sampai mana kelanjutan dialog dua orang berpotensi menjadi sepasang kekasih ini. Mereka jadi khawatir, khawatir Seongwoo jadi belok sungguhan. Selama ini mereka mengatai Seongwoo gay kan sebenarnya cuma bercanda.

"Apa kau tidak ingin di dominasi olehku kak?" tanya Daniel lagi, kali ini ia menghembuskan asap rokoknya didepan wajah Seongwoo, kebetulan mereka duduk bersebelahan.

"Hey!" teriak Sanggyun, Jonghyun, dan Youngmin bersamaan.

Daniel bisa bisa membuat kekhawatiran mereka jadi kenyataan, dan mereka tidak ingin Seongwoo berjalan di jalan yang salah.

"Sebenarnya sih aku ingin mencoba" jawab Seongwoo jujur. Daniel tersenyum makin lebar.

"Ong Seongwoo!" Ketiganya kompak membentak.

"Kenapa? Kalian kan sering mengataiku gay?" balas Seongwoo sarkas.

Ketiganya kehabisan kata kata. Jadi Seongwoo benar benar berubah jalur menjadi gay gara gara mereka?

TBC

1995 | PRODUCE 101 S2 1995 lineCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang