Level 14

213 67 9
                                        

"Aku bisa mengajarimu untuk jadi tidak normal. Tapi, kau di bawahku?" Taemin menyeringai tampan.

Jonghyun tidak tau bahwa teman culunnya sejak tahun pertama ini bisa tersenyum mengerikkan begitu. Belajar dari mana dia?

"A—apa? Aku tidak mungkin—" Jonghyun seolah kehabisan kata gara gara seringaian Taemin barusan.

"Mulai sekarang kau milikku, dan kau dibawahku. Mengerti?" perintah Taemin mutlak tak terbantahkan. Taruhan tetap taruhan!

Kehidupan sekolah Jonghyun jadi tidak semenyenangkan biasanya sejak dirinya resmi dipacari paksa oleh lelaki berkaca mata bulat bernama Kim Taemin itu.

Taemin memang bukan orang jahat, dia baik dan pengertian. Selalu memperhatikan Jonghyun, menemaninya bermain DOTA 2 sampai larut malam, mengajaknya makan, pergi berkencan, dan saling berbagi cerita.

Hanya saja ia keberatan mengenai posisinya dalam hubungan ini. Padahal Jonghyun sudah sesumbar duluan jika ia bukan gay, kalau ia terpaksa jadi gay sekalipun maka pasti akan menempati posisi top bukan bottom seperti sekarang.

Jika ditelaah lagi, Jonghyun lebih manly, ia lebih suka bermain sepak bola daripada berdiam diri di ruang seni lukis seperti Taemin. Melukis kan sama sekali tidak manly, itu pikir Jonghyun.

Ditambah ia menemukan bukti lagi saat menstalking instagram Taemin, lelaki yang katanya seme itu justru mengupload foto dirinya saat menangis. Apa apaan itu? Seperti perempuan saja, menyedihkan! gerutu Jonghyun.

Dilihat dari sisi manapun Jonghyun tetap lebih manly daripada Taemin yang suka menangis itu. Meskipun namanya sempat tercantum di hot news mading beberapa waktu lalu sebagai hot uke di urutan ke 5.

Namun semua itu hanya ada dibenak Jonghyun. Dia tidak sadar saja ia jadi sering bersikap lemah lembut sejak tiga temannya berubah haluan.

Youngmin dan Seongwoo sudah jelas ada di posisi bottom karna aura manly Dongyun dan Daniel memang tidak bisa di pungkiri.

Sanggyun? Dia jelas auto top mengingat siswa bernama Takada Kenta itu kelihatan imut luar dalam.

Omong omong Sanggyun, Jonghyun jadi kesal sendiri. Setelah insiden bajunya yang tertukar dengan milik Kenta, Jonghyun memergoki keduanya sedang berduaan di ruang kesehatan.

Memang hanya mengobati luka luka Sanggyun pasca berkelahi dengan Dongho kemarin, tapi akhirnya siapa yang tau?

Ia kan hanya melihat bagian awalnya saja, sebelum Youngmin dan Seongwoo menarik tubuh kurusnya ke toilet untuk merokok bersama.

Bisa disimpulkan hanya Jonghyun pejantan terakhir yang tidak berubah haluan dari ketiga temannya. Jonghyun masih suka menonton video porno dengan lelaki dan perempuan sebagai pemeraan utamanya, bukan lelaki dengan lelaki seperti yang di tonton Seongwoo dan Daniel saat jam istirahat makan siang kemarin.

Tapi Jonghyun melakukannya sendirian.

Benar benar sendirian.

Sejak ketiga temannya lebih memilih bersenang senang dengan kekasih lelakinya. Jonghyun tidak tau mereka bertiga ini memang berstatus pacaran atau memang hanya sekedar teman rasa pacar.

Ia tau ketiga temannya tidak mungkin ingkar janji untuk berpacaran dengan sesama jenis, tapi itu dulu.

Catat.

Dulu.

Dulu sebelum tiga lelaki brengsek bernama Daniel, Donghyun dan Kenta muncul di hadapan mereka.

Jonghyun jadi penasaran, mantra apa yang kira kira mereka bertiga gunakan hingga teman teman lurusnya bisa berubah jadi belok dalam sekejap.

Sekali lagi Jonghyun sendirian.

Sendirian.

Lalu Taemin?

Dulu Jonghyun sempat mengajukan permintaan pada Taemin untuk merahasiakan hubungan mereka. Cukup mereka berdua saja yang tau tanpa ada orang lain.

Taemin juga tidak keberatan, memangnya apa sih yang tidak Taemin berikan untuk Jonghyun?

...

"Dua minggu lalu aku dapat jackpot" Taemin mengawali percakapan, "Aku terpilih sebagai siswa pertukaran pelajar. Bulan depan aku akan pergi ke Swiss selama enam bulan" setelah mengakhiri kalimat ia membuka mata dan sedikit mendongakkan wajah, mencari angle yang pas untuk melihat bagaimana ekspresi Jonghyun.

Sekarang mereka berdua sedang ada di atap dengan posisi kepala Taemin diatas paha Jonghyun, dan salah satu tangan Jonghyun hinggap dirambut kemudian mengusapnya acak.

"Selamat" ucap Jonghyun singkat, tangannya masih setia mengusak rambut lembut Taemin.

"Kau tidak sedih?" tanya Taemin sangsi, bahkan ia bangkit dari posisi nyamannya.

"Apa aku harus bersedih?" Jonghyun balik bertanya dengan nada super datar.

"Kekasihmu akan pergi jauh darimu dan kau tidak sedih?" kedua mata Taemin sedikit melebar saat bertanya begitu.

"Kau bukan kekasihku" jawab Jonghyun singkat padat dan jelas.

Taemin tentu saja sakit hati, memang sih jika dipikir pikir lagi ia tidak berhak memaksakan perasaan Jonghyun padanya. Tapi Taemin ingin egois sekali saja.

"Ini permintaan terakhirku sebelum pergi, jadilah kekasihku meskipun pura pura" Dengan gerakan cepat, kedua tangan Taemin sudah menggenggam erat tangan Jonghyun.

TBC

makasih vote sama commentnya :))

1995 | PRODUCE 101 S2 1995 lineCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang