Chapter 15

66 8 8
                                        

Pagi ini Hyeri sedang sibuk bergulat dengan alat masak. Tiba-tiba saja ada yang memeluknya dari belakang membuat Hyeri tersentak.

"Harum sekali masakanmu." Ucap Jungkook lalu menopang dagu dipundak Hyeri.

Hyeri tersenyum tipis.

"Tidak boleh capek-capek ya, kasian bayi di perutmu." Ucap Jungkook kemudian tangannya mengelus lembut perut Hyeri.

"Haha, iya!" Seru Hyeri.

Setelah itu, Jungkook terpaksa melepas pelukan karena Hyeri akan menuangkan masakannya ke piring lalu membawanya ke meja makan.

Sampai dimeja makan, Jungkook menatap Hyeri senang.

"Kira-kira bayinya perempuan apa laki-laki ya?" Tanya Jungkook setelah menelan makanan dimulutnya.

Hyeri tersenyum lalu berucap, "Kamu maunya apa?"

"Yang mana saja deh, yang penting lucuuu!"

Hyeri tertawa kecil lalu meneguk susu yang dibuatkan oleh Jungkook dan kembali berbicara.

"Oke-oke."

"Ah ya, nanti aku lembur jadi pulangnya malam. Tidak usah ditunggu ya, langsung tidur aja." Ucap Jungkook kemudian menghabiskan 1 sendok terakhir.

"Oke, tapi jangan kemalaman ya."

"Siap bos!"

Setelah itu Hyeri membereskan piring dimeja makan, tak lupa mencuci piring, sedangkan Jungkook sedang bersiap-siap menuju kantor.

"Aku berangkat ya." Ucap Jungkook ketika sudah siap, Hyeri beranjak dari sofa dan mengangguk.

"Hati-hati dijalan ya."

Jungkook mengangguk lalu mengecup kening istrinya kemudian tatapannya beralih ke perut Hyeri.

"Ayah kerja dulu ya sayang."

Hyeri terkekeh pelan kemudian berucap, "Iyaa ayah!"

"Aku jalan ya, jangan tidak tidur oke?" Ucap Jungkook, Hyeri mengangguk lalu melambaikan tangan ketika Jungkook ingin memasuki mobil.

"Dadah!" Teriak Hyeri ketika mobil Jungkook sudah melaju keluar perkarangan rumah.

"Mari kita membersihkan rumah!" Ucap Hyeri senang kemudian masuk kedalam rumah tak lupa mengunci pintu.

Beberapa jam kemudian perkerjaan rumah selesai, kini Hyeri sedang menonton televisi disertai cemilan ringan. Tiba-tiba saja teleponnya berbunyi membuatnya mengalihkan pandangan.

Hyeri mengambil handphonenya dan tersenyum tipis. Ibu jarinya menggeser tombol hijau tersebut. (Menjawab).

Call on.

"Hallo, ada apa?"

"Tidak ada apa-apa, aku hanya ingin mendengar suaramu saja."

Hyeri tertawa pelan mendengar penuturan Jimin.

"Ini sudah mendengarkan? Aku tutup ya?"

"Jangan-jangan. Aku ingin mengajakmu ke cafe. Mau ikut tidak?"

"Berdua saja?"

"Iya, memang mau ajak siapa lagi?"

"Yaa, mungkin kamu mau ajak Dahyun."

"Ah tidak, Dahyun sedang sibuk bersama Ibu."

"Ah, aku jadi rindu ibuu."

"Kapan-kapan main kerumahku ya, biar bisa ketemu ibu."

FAKE LOVETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang