"Sebentar aja, habis itu gue anter pulang lo sampe rumah," kata Junho sambil narik-narik tas Nayara.
Nayara meringis, diakan udah ngeiyain Minkyu buat pulang bareng. Dan sekarang Junho minta anterin dia buat pergi keluar.
"Nggak bisa besok aja? Sampe malem deh," tawar Nayara. Tapi Junho masih dengan muka cemberutnya kesel setengah mati.
"Emang lo mau ke mana sih?" tanya Nayara serius.
Junho menggeleng pelan terus senyum tipis. "Nggak kemana-mana. Lo sendiri?"
"Nggak, kemana-mana juga sih tapi ya gitu. Hari ini nggak bisa." Nayara meringis, dia liat Junho ngangguk terus nepuk bahunya pelan.
"Gue mau ke kelas Eunsang aja kalau gitu, duluan ya." Habis itu Junho ninggalin Nayara sendiri di kelas.
Nayara sebenernya pengen banget nemenin Junho hari ini, tapi dia juga nggak enak sama Minkyu.
Nggak lama pintu kelas Nayara keketuk, ternyata ada Minkyu yang udah berdiri ganteng di sana. Nggak pake senyum tapi kali ini.
"Oh iya, Hyungjun mana?" tanya Nayara pas ngeliat adeknya nggak ada di ssamping ataupun di belakang Minkyu.
Minkyu ngangguk. "Katanya mau main sama temen baru, sama Dongpyo juga."
Nayara ngehela napasnya pelan. "Yaudah kalau gitu ehm- lo sama gue pu ... Pulang."
Minkyu ngangguk terus keluar dari kelas Nayara disusul sama Nayara yang udah ada belakangnya. Mereka berdua bahkan sama-sama diem pas udah masuk sampai mobil.
Nayara diem, Minkyu juga diem, nggak ada yang mau buka suara.
Sampe Minkyu berdehem terus Nayara nengok ke arah Minkyu yang lagi nyetir.
Hampir aja dia keceplosan mau bilang "ganteng"
"Lo- laper nggak?" tanya Minkyu tiba-tiba, habis dia pusing mau ngomong apa.
Nayara ngegeleng. "Nggak biasa makan sore."
"Oh yaudah, gue laper soalnya." habis ngomong begitu Minkyu ternyata markirin mobilnya di kafe. Nayara masih aja diem, dia mikir Minkyu mau makan dulu makanya dia sama sekali nggak bergerak sampe Minkyu udah keluar dari mobilnya.
Tapi ternyata Minkyu yang awalnya mau jalan masuk ke kafe malah bukain pintu mobil Nayara, "Ayo temenin."
Nayara cengo, terus ngangguk-ngangguk sambil nyengir. Mendadak bego diatuh, padahal emang dasarnya nggak pinter jugasih.
"Lo kok diem terus sih," komentar Minkyu pas mereka berdua udah duduk.
Nayara langsung ngomong dalem hati, diatuh bingung mau ngomong apa sama Minkyu yang jelas deket aja cuma gara-gara kerjaannya Mogu.
Masa iya tiba-tiba mau curhat, kan nggak lucu?
"Ngomongin tentang pelajaran kek, kita kan sejurusan. Siapa tau bisa saling bantu." Habis Minkyu ngomong begini, rasanya Nayara mau menenggelamkan diri aja. Bukannya saling membantu ntar, jadinya malah kayak simbiosis parasitisme.
"Gue nggak pinter," celetuk Nayara. Sebenernya dia udah kepikiran kata-kata orang tentang alergi itu. Habis ngomong gini kira-kira dia bakalan ditinggal sendirian nggak ya? Kira-kira begitu pikiran Nayara.
Tapi jauh dari apa yang Nayara pikirin. Minkyu malah bilang. "Gue juga kok."
Halah kamu merendah untuk meroket mas?
"Gue juga pinter kali aturan," koreksi Nayara terus ketawa pelan.
Nggak lama pelayan dateng, Minkyu cuma bilang pesen jus jeruk dua. Nayara makin bingung ... Katanya tadi Minkyu laper? Kok mesennya malah jus jeruk.
KAMU SEDANG MEMBACA
errado | kim minkyu
Fanfiction❛❛anjir, itu minkyu muntah?❜❜ ❛❛serius dia alergi anak bego? Eh tapikan gue pinter.❜❜ Iya, pinter ngibul. ❛❛iya inimah jun, keknya bener rumor dia yang alergi anak bego. Soalnya setiap ketemu gue pasti dia kek orang penyakitan.❜❜ Dari situ Nayara ja...
