This part is not too long, but I hope you guys will enjoy my absurd story :)
Happy Reading!!!Akhir pekan merupakan surga bagi setiap orang. Bebas dari beban sekolah ataupun pekerjaan. Bisa bersantai sepanjang hari di atas kasur atau menghabiskan waktu bersama sang terkasih.
Tapi hal itu tidak berlaku bagi gadis bergigi kelinci yang sejak subuh telah melakukan pekerjaan paruh waktunya mengantarkan susu dan koran.
Sang fajar memang belum terlalu lama menampakkan diri diantara gempulan awan putih. Jalanan Gangnam juga masih terlihat lengang, hanya diisi oleh beberapa kendaraan umum dan pribadi.
Trotoar jalanan masih terlihat ramai oleh beberapa orang yang tengah berolahraga, atau hanya sekedar berjalan santai bersama keluarga ataupun hewan peliharaan mereka. Minggu pagi di musim gugur memang sangat cocok untuk menikmati udara segar di luar.
Dengan terus mengayuh sepeda inventaris dari tempatnya ia bekerja, tangan mungilnya sesekali membenahi syal yang melingkar pada lehernya. Musim dingin masih beberapa bulan lagi, namun udara di musim gugur sudah mulai terasa dingin.
Tak ada rasa lelah pada wajah yang seputih susu itu, bahkan bibir cherry nya terus saja mengulas senyum kepada beberapa orang yang berjalan ia lewati.
Waktu baru saja menunjukan pukul 10 lewat 15 menit, tapi gadis bergigi kelinci itu telah mengganti seragamnya dengan kaos putih panjang berlogo salah satu toko Pizza di Gangnam.
Terlihat saat ini ia tengah memarkirkan scooter nya di sebuah pelataran toko onderdil mobil.
Tanpa melepas helmet nya, gadis itu segera mengambil dua Pizza pada box yang berada di jok belakang scooter pink yang ia tumpangi.
"Domino Pizza Delivery Order" ucapnya sembari mendorong pintu kaca dengan lengan kanannya.
"Permisi ahjussi, saya mau mengantarkan pesanan atas nama Kim Bong Jhu-shi?" ucapnya pada seorang laki-laki dengan pakaian otomotifnya.
"Aah iya, itu aku. Berapa semuanya?"
"Semuanya menjadi 32.100 won. Dengan tunai atau card pembayarannya ahjussi?" tanyanya ramah.
"yak kenapa harus ada 100 won segala? Agashi apa kau mengambil keuntungannya untuk membeli permen hmm?" ucap salah satu pria lainnya yang sama mengenakan seragam otomotif, dengan berjalan ke arahnya.
"Maaf ahjussi, itu sudah tersistem perhitungannya termasuk task dan ongkos kirimnya" ucap si gadis.
"Hei tenang saja aghasi, aku bahkan bisa memberikanmu lebih dari 100 won, asal mau bermain bersama. Nanti akan kuberi permen yang lebih nikmat." kedua ahjussi otomotif itu menyeringai jahil.
"jeossongeyo, ahjussi. Tolong segera bayar pesanan kalian" gadis itu mencoba terlihat sabar dan tak menanggapi ucapan lelaki tua di depannya.
"Im Nayeon? Nama yang bagus, jadi mau dijemput jam berapa nanti?" petugas otomotif itupun bertanya lagi. Ah lebih tepatnya menggoda, dengan melihat name tag yang tertempel pada bagian dada sang gadis.
Tanpa disadari seorang lelaki yang sedari tadi memperhatikan mobilnya yang tengah direparasi menajamkan indra pendengarannya, saat tukang otomotif menyebut nama gadis itu.
Merasa penasaran, lelaki berjas hitam itupun membalikan badannya. Namun ia hanya bisa melihat punggung gadis yang tertutup dengan rambut coklat yang tergerai rapi.
Im Nayeon menghembuskan nafasnya, merasa tak beres dengan kedua pekerja otomotif itu. Dengan tangan kanan yang masih menopang dua box Pizza, tangan kirinya merogoh saku celananya. Dengan cepat iapun membuat sebuah panggilan melalui ponselnya.
"anyeonghaseyo, dengan kepolisian distrik Gangnam? Saya seorang mahasiswa yang tengah melakukan pekerjaan paruh waktu, saat ini saya berada di toko onderdil mobil dengan ahjussi mesum yang tak mau membaya...." ucapannya terputus, saat kedua ahjussi itu terlihat panik dan memohon padanya untuk mematikan panggilannya.
"ya!! ya!!! Tolong hentikan panggilannya, kami akan bayar sekarang. Jadi tolong matikan hmmm" ucap kedua ahjussi itu memelas pada Nayeon.
Nayeon memandang tak suka pada dua lelaki tua yang mesum itu.
"jeossonghamnida, sepertinya hanya terjadi kesalahpahaman. Nee... Jeossonghamnida." Nayeon mendelik ke arah dua mesum itu sembari mengakhiri panggilannya lalu memasukkan ponselnya pada kantongnya.
Nayeon menyerahkan dua box Pizza itu pada satu lelaki yang berambut botak. Iapun segera mengambil mesin EDC pada tas kecil yang melingkar pada pinggangnya, dengan tak lupa menarik kasar credit card yang kini tengah diulurkan oleh salah satu lelaki tua itu.
"Ahgassi, kau bisa mengambil lebih uangnya" ucap lelaki berperut buncit yang masih terlihat takut.
"Tidak perlu, aku tak membutuhkan uang dari lelaki mesum seperti kalian. Aku hanya butuh kalian membayar Pizza yang sudah dipesan. Terimakasih telah melakukan order." ucapnya ketus lalu beranjak pergi, dengan sebelumnya mengembalikan credit card pada lelaki mesum tua itu.
Sesaat sebelum ia benar-benar keluar, iapun membalikan tubuhnya lagi.
"Jika kalian berperilaku tak sopan lagi, aku tak segan-segan akan melaporkan perbuatan mesum kalian pada polisi. Bahkan jika itu terjadi pada teman sepekerja paruh waktuku sekalipun. Aku benar-benar memperingati kalian!" ucapnya masih dengan kedua matanya yang mendelik tajam, yang hanya dibalas anggukan kepala oleh keduanya.
Lelaki berjas hitam itu tak sedetikpun mengalihkan pandangannya pada Nayeon hingga ia benar-benar tak terlihat lagi. Namun di sayang, lelaki itu tak berkesempatan melihat wajah Nayeon sama sekali.
Selesai dengan pekerjaan paruh waktunya yang kedua, Nayeon segera bergegas dan mengganti bajunya.
Melihat lagi ke arah jam tangannya yang sudah menunjukan pukul 4.10 sore. Nayeon sudah telat 10 menit, iapun semakin mempercepat larinya.
Sial!! Kenapa tadi harus ada insiden saat ia mengantarkan pesanan Pizza yang terakhir?!! Seandainya scooter inventaris dari tempatnya bekerja tak mengalami kebocoran pada rodanya, ia tak akan tertinggal bus dan tak perlu berlari seperti sekarang ini.
Tbc,
Sincerely With Love
Ririeland

KAMU SEDANG MEMBACA
DANDELION [inyXjjk]
FanfictionIndah, Cantik, penuh arti Cast: Im Nayeon, Jeon Jungkook SLOW UPDATE