'Kejujuranmu membuatku bahagia, namun apakah aku pantas untuk bersanding denganmu. Kau terlalu sempurna untuk orang seperti ku.'
Moonbyul pov.
Malam itu dia mengutarakan perasaannya kepadaku. Jujur saja aku kaget, seorang Kim Yongsun dengan segala kesempurnaanya mengungkapan rasa sukanya kepada wanita biasa sepertiku. Haruskah aku merasa senang? Tentu saja.
Tapi aku tak tau harus menjawab apa, apakah aku juga mencintainya atau hanya mengaguminya saja. Lagipula dia terlalu berbeda jauh denganku. Apakah aku bisa membahagiakannya. Entahlah. Yang pasti aku harus memastikan apakah aku juga mencintainya dan juga memantaskan diri untuk bisa berada disisinya.
.
.
Jam menunjukan pukul 08.00 pagi, seorang putri masih setia memejamkan matanya tanpa seorangpun yg berniat membangunkan tidurnya. Hingga sebuah gerakan kecil dibuat sang putri sebelum ia terbangun.
"hoaaaammm", dia menguap dan melirik jam disampingnya.
"omo, aiisshh aku terlambat, bagaimana bisa mereka tak membangunkanku." gerutu sang putri yg bernama Kim Yongsun.
.
.
.
"eonni kau sudah bangun, kemarilah kita sarapan dulu", ajak Hyejin saat Yongsun turun dari kamarnya.
"kenapa kalian tidak membangunkanku, aku terlambat ke kantor hari ini, aku akan langsung ke kantor saja, kalian berdua sarapanlah dulu" ucap Yongsun.
"aniya eonni, kau juga. Tak masalah jika terlambat, toh itu juga perusahaanmu sendiri. Mana ada yg berani memarahimu karena terlambat.", sergah Wheein pada Yongsun. Karena malas berdebat dengan dua kurcacinya ia pun hanya menurut saja.
.
"sudah selesai, aku pergi dulu." pamit Yongsun.
"naik mobil sendiri?," tanya salah satu dari mereka.
"yap, wae ?"
"berangkatlah dengan diantar supir." perintah mereka.
"yaakk, ada apa dengan kalian, aku bisa berangkat sendiri. Kenapa kalian rewel sekali, aaiisshh sinca menyebalkan.", gerutu Yongsun lagi.
"pokoknya kau harus menurut pada kita eonni, atau kita akan terus mengoceh kepadamu." ucap Hyejin dengan smirknya diikuti oleh Wheein.
"terserah", ucap Solar dengan penekanan.
.
.
.
.
'kenapa dia belum datang, sekarang sudah jam 9 lebih, apakah dia baik2 saja?' batin seseorang bernama Moonbyul.
Disisi lain, Yongsun keluar dari mobilnya dengan memasang wajah tidak bersahabatnya menuju ke dalam kantornya.
"selamat datang Nyonya.", ucap para karyawan menyambutnya, namun hanya diacuhkan begitu saja oleh Yongsun. Karena dia masih kesal dengan tingkah kedua kurcacinya.
Yongsun melemparkan tasnya begitu saja setelah ia berada diruangannya yg membuat sesorang diruangan itu terkaget menyadari keberadaannya.
"selamat pagi daepyo-nim" sapa Moonbyul yg berada di satu ruangan dengan Yongsun.
"hmm pagi", singkat Yongsun.
'ada apa dengannya'
Toktoktok. (anggep aja suara pintu diketuk)
"masuk." ucap Yongsun.
.
"permisi nyonya Solar, hari ini kita kedatangan mahasiswa magang, mereka akan magang di perusahaan kita selama 3 bulan nyonya, dan ini berkas dan daftar nama2 mereka." ucap karyawannya. Solar pun menerima berkas tersebut dan membacanya.
"baiklah Krystal-ssi, kau bimbing Yeri, serta Park Sooyoung. dan kau Moonbyul-ssi silahkan bimbing seseorang yg bernama Kang Seulgi.", ucap Yongsun setelah membaca berkas tersebut.
"ne Nyonya, kalau begitu permisi." pamit Krystal. Sedangkan Moonbyul dia hanya mematung mendengar nama Seulgi, yg dipikirannya adalah apakah orang itu adalah Seulgi yg mencampakannya atau bukan.
"Moonbyul-ssi kenapa kau diam saja? Bukankah aku menyuruhmu membimbing anak magang?, apa kau tidak mau? " tanya Solar sedikit sarkasme (masih terbawa suasana pagi tadi).
"ah eum nde Daepyo-nim aniyo, maaf."
.
.
.
Moonbyul menemui anak magang di lobi kantor. Dan benar saja Seulgi yg dimaksud adalah Seulgi yg mencampakannya. Ada perasaan jengkel dan juga rindu di hati gadis itu.
"selamat pagi, perkenalkan saya Moonbyul orang yg akan membimbing anda." ucap Moonbyul pada Seulgi seolah2 mereka adalah orang asing yg baru bertemu.
Seulgi pun kaget melihat sosok Moonbyul di depannya. Ia tak menyangka akan bertemu lagi dengan Moonbyul. Dari tatapannya dia seperti menyesal akan sesuatu. Oooh tentu saja Seulgi-ssi karena kau telah menyakiti wanita di depanmu ini.
" selamat pagi, saya Seulgi.", ucap Seulgi membalas salam Moonbyul.
"mari saya tunjukan ruangan serta pekerjaan apa saja yg harus kau kerjaakan sebagai anak magang disini."
"ah nde, kamshamnida." ucap Seulgi agak canggung dengan suasana dan nada bicara Moonbyul.
.
.
.
Disisi lain seorang Yongsun sedang merenungkan sesuatu di ruangannya. Seperti ada yg mengganggu pikirannya. Siapa lagi yg sedang dipikirkannya kalau bukan Moonbyul, orang yg ia sukai.
Dia tidak sabar menunggu dan penasaran dengan jawaban wanita itu, apakah wanita itu akan membalas rasa cintanya juga atau tidak. Yg pasti dia akan berjuang memenangkan hati Moonbyul. Itulah tekadnya. Tapi disisi lain dia juga tidak bisa memaksakan Moonbyul untuk membalas perasaannya.
.
.
.
Maaf ane kecepetan update dan pendek chapternya. Happy weekend guys 😊.
KAMU SEDANG MEMBACA
the queen (moonsun)
FanficSolar seorang wanita muda pemimpin perusahaan yang tampak sempurna namun dingin. Moonbyul merupakan salah satu karyawan di perusahaan Solar.
