Teriakan dari Rend an Iri menggema di sudut Kota Nol yang tengah sepi ini. Suara bedebum yang cukup keras karena mereka jatuh dari ketinggian beberapa meter di atas tanah terdegar sangat keras. Membawa nyeri dan mungkin sedikit memar di beberapa sisi tubuh Iri.
"Sakit...!" rintih Iri. "Apa-apaan Kako memulangkan kita dengan cara seperti itu!?" Iri membentak kesal.
"Entahlah. Ratu Kako memang sulit dimengerti. Sama seperti Waktu yang dikuasainya," jawab Ren yang sudah berdiri. Lelaki itu sempat memandang kosong ubin alun-alun yang bermantra di bawahnya dengan tatapan sendu. Iri kira Ren pasti tengah memikirkan saudarinya.
Menyakitkan. Perasaan Ren lagi-lagi terbagi padanya, hingga ia bisa merasakan kepedihan yang menyayat hati ini. Gadis itu berdiri susah payah, lalu tanpa aba-aba, ia mendekap Ren dengan sangat erat.
"E-Eh? Iri? Ada apa tiba-tiba?" Ren yang terkejut tidak memberontak dan hanya bertanya keheranan.
"Aku tidak tahu. Aku hanya ingin memelukmu," jawab Iri sesaat sebelum melepas pelukannya. Namun, energy yang terkuras cukup banyak di Memori MAsa tadi membuat Iri kembali ambruk dan terduduk di atas tanah.
"Iri! Kau tidak apa-apa?" Ren bertanya panik.
"Ugh! Tubuhku tidak kuat berdiri ...," jawab Iri.
Ren membantu Iri menuruni Alun-Alun dan membawanya menuju tempat yang cukup nyaman untuk beristirahat. Bocah itu lalu menyandarkan Iri perlahan pada tembok bangunan dan duduk di samping Iri. "Sepertinya kita harus beristirahat sebentar. MEmori Masa terlalu banyak menyedot energimu, Iri. Tubuh manusiamu tidak akan kuat jika kita terus melanjutkan.
Iri menghela napas sambil menjawab dengan berat hati. Ia sebenarnya ingin segera menyelesaikan semua ini dan kembali ke dunianya, serta bertemu teman-temannya. Tapi, apa boleh buat? Jelas-jelas, tubuhnya sudah tidak bisa digerakkan seperti ini. Satu-satunya yang bisa mereka lakukan adalah menunggu Sang Gadis Wkatu pulih kembali.
"Ngomong-ngomong, Ren ...." Iri membuka pembicaraan di antara keheningan yang menyelimuti mereka. Suasana di Kota Nol yang hanya ada mereka berdua membuat tempat ini jadi sedikit menyeramkan. Belum lagi, Kota Nol yang tidak memiliki waktu membuat tempat ini jadi agak membingungkan. Langit terkadang bercampur aduk dari gelap ke biru cerah, lalu ke jingga. Terus seperti itu, sampai Iri tak ingin mendongak karena itu hanya akan membuatnya mual. Iri pun melanjutkan perkataannya setelah mendapat respon dari Ren. "Maukah kau bercerita sedikit tentang saudarimu, Rin?"
Ren sontak menoleh dengan raut terkejut dan bingung. Iri berkata, "Kau adalah Anak Waktuku, bukan? Bukankah lebih baik kalau kita sedikit berbagi kenangan atau masalah? Mungkin dengan begitu hubungan kita bisa jadi lebih dekat."
Ren tidak menjawab sesaat. Tapi, kemudian ia balas tersenyum tipis dan menyetujui apa yang Gadis Waktunya minta. "Sebenarnya, Anak Waktu tidak pernah mempunyai keluarga maupun saudara kandung," ucapnya yang mebuat Iri kebingungan. "Kami hanya menganggap kalau kami-para Anak Waku-semuanya adalah keluarga."
Iri terus memperhatikan. "Rin sendiri, dia adalah Anak Waktu yang entah karena kebetulan apa sangat-sangat mirip denganku. Aku pertama kali menemuinya saat sedang mengawasimu di Bumi. Jadi, kami menganggap diri kita sebagai saudara." Ren terkekeh pelan. "Iri, apa kau ingat anak kecil perempuan yang kau tolong dengan memberinya sebuah roti coklat?"
Iri merenung. Ya, ia ingat. Saat itu, dirinya tengah asyik menikmati aroma roti dan kopi di sebuah café bakery di sudut Kota London. Iri hanya sedang memilih-milih roti dan kopi yang akan dibawanya pulang. Tapi, saat itu ia melihat gadis kecil berumur sekitar 5 tahun berpakaian kumuh memperhatikannya dari jendela luar. Air liur menetes saat matanya menangkap roti dan kopi yang Iri pesan diterima oleh tangannya. Karena merasa tak tega, gadis itu pun akhirnya memberi roti coklat favoritnya kepada anak itu dan pulang dengan hanya membawa segelas kopi susu.
KAMU SEDANG MEMBACA
ZERO : The Lost Time #ODOCTheWWG
Fantasía[ END ] Iri Frost, gadis asal Inggris terpilih oleh takdir untuk menyelamatkan inti waktu dunianya yang telah dicuri. Atas perintah Era, sang Ratu Waktu, juga sang Anak Waktu, Ren, Iri memulai petualangannya di Dimensi Masa mencari petunjuk demi me...
