Dhimas itu tidak hanya pinter di semua mapel, tapi dia juga pinter buat nyembunyiin perasaannya, berbeda dengan Dion yang terkesan blak-blakan
_____________________________________________
Bima itu pinter, tapi orang pinter kenapa bisa polos banget...
Hai hai semua 🙌 Masih di partnya MB Couple nih, hehe
Curhat bentar ah, jadi aku tuh nggak nemu foto pas Bima baru bangun tidur, tapi kira-kira beginilah ekspresi Bima ketika baru bangun tidur
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Muka sayu, bermata sendu Mario klepek-klepek pokoknya, orang mukanya nantang gitu pengen di..... 😆
Udah ah mending kita langsung aja ke cerita
Cekidot
Bima Pov
Sepertinya tadi malam tidurku sangat berkualitas, maksud ku tidurku mungkin amat sangat lelap, karena pagi ini setelah aku bangun tubuh ku terasa begitu fresh
luka-luka kecil yang ada di tubuh ku juga sudah mulai mengering
Mengingat kejadian semalam, aku sangat berterima kasih sama Mario, dia sepertinya tak pernah mengeluh untuk menjaga ku
Dan baru pertama kalinya aku merasakan perasaan yang begitu nyaman terhadap seseorang
Aku tidak tahu ini perasaan apa, yang jelas aku merasa aman dan nyaman ketika berada di dekatnya
Dia yang peduli terhadap ku, dia yang menjagaku
Aku tidak melebih-lebihkan, hanya saja aku bingung dengan perasaan ini
Karena perasaan ini tertuju pada pria
Mario kenapa sekarang aku selalu ingin melihat wajah mu, kenapa sekarang aku ingin selalu di dekat mu, kenapa sekarang aku selalu ingin di perhatikan oleh mu
Apakah ini karena aku tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari seorang Ayah, dan kini aku mendapatkannya dari Mario
Ah tidak tidak, posisinya berbeda, aku dan Mario hanya terpaut beberapa tahun saja, dan tidak mungkin kalau aku menganggap perhatian Mario selama ini sebagai perhatian seorang ayah terhadap anaknya
Ah ini sungguh membingungkan, apakah hanya aku saja yang merasakan hal seperti ini
Apakah Mario juga merasakan hal yang sama
Rasanya tidak mungkin seorang CEO seperti Mario menyukai seorang pria, apalagi pria itu seperti ku
Seleranya pasti wanita yang sangat pintar dan tentu saja sangat cantik
Lamunan ku terhenti ketika aku mencium bau sedap masakan
Aku mulai turun dari ranjang dan mencari dari mana asal bau harum masakan tersebut
Perlahan aku menuruni anak tangga dan sampailah aku di bawah, aku masih terus mencari bau harum masakan itu yang membuat cacing-cacing di perut ku berteriak
Sampailah aku di dapur dan aku melihat seseorang yang sedang berkutat dengan sesuatu
"Ekhemm" aku mencoba bersuara untuk mengalihkan perhatiannya