Dhimas pov
Pagi ini berbeda dengan pagi2 sebelumnya, karena pagi ini aku baru melihat anaknya Bu De yang kuliah di Jogja
.
.
.
.
.
.
.
.
kulangkahkan kaki ku menuju meja makan dan aku lihat dia menatap ku dengan senyuman saat ia sedang mengunyah makanan
.
.
.
.
.
.
.
.
Aku segera duduk di meja makan untuk menikmati sarapan dan kemudian Bu De memperkenalkannya padaku
"Nah Dhimas, ini Zidan anak Bu De yang kuliah di jogja, yang waktu itu pernah Bu De ceritain ke kamu" ucap Bu De memperkenalkan Mas Zidan ke aku
"Hai Mas, kenalin aku Dhimas" ucapku sambil mengajak salaman ke Mas Zidan
"Hai juga Dhimas" ucapnya dengan ramah
.
.
.
.
.
.
.
.
Aku terdiam mendengarkan cerita Mas Zidan tentang kuliahnya di Jogja, katanya disana adem kotanya, tidak seperti di Jakarta, kemudian Mas Zidan juga bercerita pengalamannya ketika mengikuti kegiatan UKM di kampusnya, aku hanya mengangguk-angguk mendengarkan ceritanya dan tiba2 terdengar suara ketokan dari pintu depan
"Biar Zidan saja Mah yang bukain" ucap Mas Zidan kemudian berdiri dan melangkah pergi
Tumben banget pagi2 gini ada yang bertamu ke rumah
"Dhim, itu ada temen kamu, katannya mau berangkat bareng"
"Hah ? Siapa Mas ?" ucapku dengan nada bingung, hmm apa mungkin Andre ya
"Hehe, Mas lupa tanya siapa namanya, udah Mas suruh tungguin kamu tuh di ruang tamu"
Segera aku bangkit dan berpamitan kepada ketiga orang yang ada di ruang makan ini untuk berangkat ke sekolah
Sebenarnya aku cukup penasaran, cuma Andre yang tahu rumahku selama ini, tapi kemarin perasaan Andre nggak bilang kalau mau jemput aku
Setibanya di ruang tamu aku kaget karena bukan Andre yang datang, aku baru inget ternyata nggak cuma Andre yang tau rumahku
"Loh Dion, ada apa ya ?" tanya ku padanya
Memang benar aku bingung kenapa pagi2 gini Dion datang ke rumahku
"Ehhh.. kebetulan tadi gue beli sesuatu deket daerah sini, jadi sekalian aja mampir kerumah lo, kali aja lo belum berangkat, jadi kita bisa berangkat bareng" ucap Dion sambil senyum
"Oh gitu, eh tapi apa nggak ngerepotin kamu yon ?"
"Enggak lah Dhim, ayo berangkat !" ucap Dion dengan penuh semangat
Kali ini Dion nggak seperti kemarin, maksud ku dia nggak sampe ngebut banget bawa motornya, lagian ini masih jam 7 kurang 30 menit, jadi masih ada sedikit waktu buat di perjalanan
"Eh Dhim, ntar pulang sekolah lo ada latihan band nggak" tanya Dion dan dia masih fokus dengan jalanan di depan
"Enggak yon, kenapa emang ?"
"Pulangnya gue anter ya ?"
Sebenernya aku seneng denger Dion bilang gitu, ya pasti kalian tahu lah, itung2 ngirit uang jajan kan, hehe
"Eh beneran nggak apa2 yon, jadi nggak enak aku nya"
"Enakin aja kali Dhim, santai aja lah ama gue ini" balas Dion yang masih fokus dengan jalanan di depan
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Aku segera turun dari motor Dion ketika sudah sampai di parkiran
"Gimana Dhim, ntar pulang sekolah bareng gue lagi ya ?" tanya Dion padaku sambil merapihkan rambutnya
"Oke deh, kalau gitu aku ke kelas dulu ya, terimakasih atas tumpangannya" ucapku kemudian berbalik meninggalkan Dion
KAMU SEDANG MEMBACA
Pubertas [BL]
RomansaDhimas itu tidak hanya pinter di semua mapel, tapi dia juga pinter buat nyembunyiin perasaannya, berbeda dengan Dion yang terkesan blak-blakan _____________________________________________ Bima itu pinter, tapi orang pinter kenapa bisa polos banget...
![Pubertas [BL]](https://img.wattpad.com/cover/143569682-64-k298448.jpg)