Jeara menghempaskan tubuh lelahnya pada spring bed empuk kesayangannya.
Ia menatap langit-langit kamarnya dengan otak yang berkelebat memikirkan sesuatu.
Tentang Eunsang.
Tak habis pikir,bisa-bisanya ia diselingkuhi?enak saja.
"Ck,,brengsek" Jeara sudah mati-matian menahan untuk tidak menangis. Dasar air mata sialan,kenapa tidak ingin berhenti keluar sih?
Bodohnya lagi sampai detik ini Eunsang masih belum menjelaskan apa-apa. Jika memang benar ingin putus,setidaknya Jeara juga berhak tau alasannya.
Tok tok tok ...
"Jeara? Ini bunda nak,,diluar ada Eunsang katanya mau ketemu kamu sebentar doang"
jelas Bundanya membuat Jeara kembali membatin.Ah sial dirinya belum siap putus dengan Eunsang.
-***-
Angin malam yang begitu dingin menyapu sepanjang kota,,dihiasi langit dengan bulan dan bintang yang setia menemaninya.
Berbeda dengan Jeara dan Eunsang yang tengah duduk di salah satu bangku taman dengan canggung nya.
"Maaf" suara Eunsang sukses membuat air mata Jeara kembali jatuh. Cepat-cepat iya usap,agar Eunsang tidak melihat kemudian mengejeknya.
Jeara kembali menatap keatas langit dengan hati yang sakit tentunya,"intinya gue kecewa!"
"L-lo mungkin udah bosen ya sama gue?makannya nyari cewe baru!Gue-gue..."
Jeara membenamkan wajahnya pada dua telapak nya yang terbuka.Setelah cukup tenang,,ia kembali mendongak.
Manik matanya menatap Eunsang,"Gue terlalu sayang sama lo sang"Eunsang terkekeh oleh penuturan Jeara barusan,Jeara kemudian menatap Eunsang kesal. Bisa-bisanyaa dia tersenyum jahat seperti itu?
Liat saja nanti Jeara juga akan segera mencari pengganti baru.yang tampannya melebihi V oppa!
"Kalo lo mau akhirin hubungan ini yaudah ayo!gue-gue ga akan marah ko.Toh cewek pilihan lo lebih baik keknya dari gue.Lo gausah mikirin kata² gue yang barusan." ucapnya mencoba untuk tersenyum senatural mungkin.
Bundaa!!Jeara sayang Eunsang gamau pisah sama Eunsang :'(
"Yang bilang mau putus sama lo siapa hah?"kata Eunsang yang Membuat Jeara langsung menoleh kearahnya.
"Y-ya terus?"
"Dia sepupu jauh gua Jea,kemaren dia cuma mampir buat ketemu sama Mama Papa doang!dia jarang-jarang kesini.terakhir kali main kesini pas gua kelas 8 Smp"
Bentar ? Apa katanya? Sepupu?
penjelasan Eunsang barusan membuat pikiran Jeara seketika ngeblank? Jadi kemaren yang ketemu di Starbucks yang cantiknya kayak boneka babi? Eh barbie itu sepupunya bukan selingkuhan nya???
Idihhh pengen mati ajaa Jeara !! Maluu ihh udah suudzon sama pacar sendiri,,pantas kemaren Eunsang diem-diem aja kaya boneka santet.
"Ko ga bilang² dari kemaren sih?"marah Jeara melipat kedua tangannya kesal.
"suka-suka gua lah" balas Eunsang sambil senyum-senyum,melihat ceweknya marah.
Jeara bangkit dari duduknya lalu menatap Eunsang intens,yang ditatap merasa agak risih.Akhirnya cowok itu pun ikut berdiri.
Disaat Eunsang sudah berdiri,,Jeara langsung memeluk erat Eunsang.Ia menumpukkan kepalanya pada bahu cowoknya itu,sementara kedua tangannya berada di lingkaran lehernya.
Berbeda dengan Eunsang,cowok berambut merah itu kaku,,hendak tersenyum pun rasanya ragu.Eunsang hanya bisa diam membiarkan Jeara memeluknya dengan hangat.
"dasar esaa! nyebelin"tutur Jeara masih nyaman memeluk Eunsang.
Eunsang memilih diam dan menyimak saja untuk kali ini.
"Tapi anehnya dengan sikap nyebelin plus tsundere lo yang norak itu,bikin gue makin sayang sama lo hehe"
Eunsang menautkan alisnya tidak paham."Tsundere?" ulangnya.
"Iya tsundere!di ibaratkan lo tuh kadang² dingin,jahat,nyebelin,tapi dilain waktu sifat lo bisa berubah jadi hangat,baik,peduli kayak kemaren aja pas lo bawain gue makanan."
karna masih tidak ada respon,Jeara pun mulai melepaskan pelukannya,cape juga memeluk Eunsang.iyalah cape orang Jeara harus jinjit-jinjit agar bisa memeluk cowoknya itu.
"Lo ko jadi nambah tinggi aja sih?" rengeknya.
Tidak ada sahutan. Eunsang sama sekali tidak menghiraukan nya.
Jeara meniup poninya sebal,"Udah ah,gue mau pulang aja.berasa ngomong sama tembok tau ga!"
Pas Jeara mau pergi Eunsang buru-buru megang tangan nya Jeara ,,tuh kan emang drama banget sumpah mereka tuh.
"Apa lagi duh sang?"keluh Jeara tak habis pikir,ini sudah larut malam dan angin disini begitu dingin.dia ingin cepat-cepat pulang.
Eunsang tidak merespon dan malah maju kearah Jeara alhasil Jeara pun mundur beberapa langkah.
"l-lo lo mau ngapain?"
Eunsang menyeringai sebelum maju dan mengikis jarak antara dirinya dan Jeara."Menurut lo?"
"Sang! Jangan macem² deh lo,gua bilang bunda nih.."ancam Jeara saat wajah eunsang semakin dekat dengan wajahnya.
Jeara amat sangat bingung di situasi seperti ini dirinya harus berteriak minta tolong? apa memejamkan mata nyaa saja seperti yang sering ia lihat di Drakor-drakor gitu.
Bodo amat deh,,mending Jeara merem aja udah.
Udah merem kan.
Tapi ko Eunsang lama banget ya? Jadi cium Jeara gak sih?
Fyuhhh~
Sontak Jeara langsung membuka matanya,dan menemukan Eunsang yang tengah terkekeh didepannya. "Ngarep gua cium ya?" kekeh Eunsang.
Jeara pun mendorong-dorong badan Eunsang bar-bar agar menjauh,,"ih apaan sih nggak yaaa!" elaknya,Kemudian pergi berlari meninggalkan Eunsang sendiri.
why so cute?
- jeon eunra -

KAMU SEDANG MEMBACA
My Tsundere Boyfriend | Lee Eunsang [END]
FanfictionApa hati gua harus terbuat dari kertas sang? biar bisa memenangkan hati lo yg membatu? Batu lawan kertas kan menang kertas hehe :) °•° Welcome to my 'halu' world featuring Mr. Lee eunsang °•° - jeon eunra -