"Akkk-shh cha!pelan²ih" ringis Jeara sedikit menjauhkan wajahnya dari kapas yang sudah diberi alkohol itu,,sungguh rasanya sangat perih.
"Jujur sama gua! siapa yg ngelakuin ini semua ke lo hah!"
Cewek itu malah menyembunyikan mukanya dan bergumam tidak jelas.
"Jea??"panggil Junho khwatir.
Tapi tidak ada sama sekali respon dari Jeara,,cowok itu memutuskan untuk meraih bahu Jeara lalu memaksanya untuk duduk tegak.
Muka Jeara keliatan sembab,,ditambah lagi beberapa goresan serta lebam disekitar wajahnya.
Junho lalu merengkuh tubuh adiknya itu untuk ia peluk.
"Gua bakal bales siapapun yg udh ngelakuin hal ini ke elo Jea!"
-***-
"Di minum dong! Gua udh rela antri lama banget buset sampe digodain mbak-mbak kuliahan yg lama ngejomblo demi satu cup minuman aneh rasa daun kesukaan lo itu"
Jeara melirik Junho tajam,,"Lo gak ikhlas?"
"Ya ikhlas sih,tapi rasa-rasanya pengorbanan gua gaada harganya gitu"bela Junho.
"Alah tai Itu namanya ga ikhlas!"sarkas Jeara sambil menyeruput thai tea greentea nya.
Lalu hening beberapa saat,,hingga akhirnya Junho eneg sendiri menunggu Jeara bercerita.
"Lo gamau cerita siapa yg ngebully lo hah?" desak Junho.
Jeara mendengus pelan,"gue gapa-"
"Bohong!"potongnya.
"gue gapapa serius."
"Gapapa apanya!! Muka lo ancur begitu gapapa? kalo Ayah sama Bunda ntar liat,,gua juga yang diceramahin"
Jeara mendecih."Oh jadi lo cuma takut dimarahin Ayah sama bunda doang? gitu"
"YA GAK GITU LAH ANJENG! GUA JUGA KHAWATIR SYALAND!"
"astaga! Mulut lo lama² gua jahit yaa!" geram Jeara mengambil ancang-ancang melempar minumannya pada Junho.
Junho pun segera mengalihkan topik pembicaraan.
"Aduh Jea! Tiba² ko gua jadi kepengen pecel lele langganan Ayah itu loh? disekitar sini kan ya? Anter gua beli hayok" ujar Junho menarik asal lengan kanan Jeara.
-***-
"Jea! ish engap goblok.." kesal Junho berusaha melepaskan tangan Jeara yang memeluk erat perutnya..
"Bodo amat gak denger"
"Ini tuh hukuman bagi abang yang tega ninggalin adeknya pas mau berangkat sekolah" lanjut Jeara semakin mempererat pelukannya.
Nambah kesel kan si Junho.
Gara-gara Jeara sekarang dirinya jadi pusat perhatian.Mungkin orang mikirnya mereka pacaran.
"Turun!!pesenin sono" suruh Junho sambil mendorong-dorong badan Jeara kasar.
"Sabar astaga!kekerasan banget sih.sakit semua badan gue anjing" rengek Jeara.
"ih dek itu pacarnya? Ko kasar banget sih?"
ujar si ibu-ibu yang baru keluar dari warung pecel lele.
"Bukan bu! Saya istrinya" kekeh Jeara pelan.namun masih bisa terdengar.
Si Junho udah pengen garuk muka Jeara,ngeselin banget punya adek model begini.
"saya udh biasa digituin ko bu"tambah Jeara sambil melirik kearah Junho.
Saat Junho ingin membela,ibu-ibu tersebut dengan cepat memotong ucapannya."Muka aja ganteng!gatau nya kasar.mana sampe lebam² gitu mukanya,saya jadi kasian." potong si ibu-ibu sambil jalan pergi.
Auto ngakak dong jeara,muka syok Junho ituloh lawak banget pikirnya.
"Ketawa aja teross!ketawa sampe puas! Bini laknat lo asu! Besok gua gugat cerai talak tiga lo anjer."
"buduamat ya anjeng"
Pun akhirnya Jeara dan Junho masuk ke dalam warung dan menerobos orang yang sedang membeli pecel lele tersebut,,Tak heran kenapa ramai sekali.
Hampir 15 menit nunggu...
"Jea!!! ish banyak nyamuk" rengek Junho sambil nepokin mukannya yang digigit nyamuk.
"Ya sabar dong monyet,lo kan yg mau.ini gue juga udh merah² nih" ketus Jeara.
Junho langsung diem..
Gila! setengah Jam nunggu pecel lele.
"ini dek pesenannya,,maaf lama"
Ujar bapak-bapak yang jualannya sambil ngasih kantong kresek item ke Jeara.
"Oh iya pak,ini uang nya"
"Terimakasih"
"Ayokk!" ajak Jeara selepas selesai bayar,,Junho cuma diem. Dia bete lama banget nunggu pecel lele.
"Ko diem?" tanya Jeara.
"Au ah"
"Dih? Apa-apaan? Ngambek gara² nyamuk?"
"kaga"
Ga butuh waktu lama buat Jeara dan Junho untuk sampai ke rumah, karna memang jarak tukang pecel lele dan rumah mereka itu lumayan deket, cuman gara-gara ngantri aja jadi lama.
"Bunda sama Ayah kapan pulang?" tanya Jeara pada Junho yg tengah melahap makanannya.
"Gatau,Ayah sama Bunda blom kasih kabar.kayaknya lagi sibuk banget" jawab Junho.
"Owh"
Junho melirik kearah Jeara sekilas,"Luka nya masih sakit?"
Jeara menggeleng.
"Eng-Pas awal-awal sih ga sakit banget tapi makin kesini makin kerasa sakitnya.Perih juga"
"Kedokter aja ya?" bujuk Junho,sebenarnya iya benar-benar khawatir dengan kondisi Jeara sekarang.
"santuy aja kali Cha!gausah khawatir gitu,, tinggal dikasih salep ntar juga sembuh"
Junho pun mengangguk pasrah,,"syukur deh" Lalu melanjutkan acara makannya.
Maaf Cha,,
- jeon eunra -

KAMU SEDANG MEMBACA
My Tsundere Boyfriend | Lee Eunsang [END]
FanfictionApa hati gua harus terbuat dari kertas sang? biar bisa memenangkan hati lo yg membatu? Batu lawan kertas kan menang kertas hehe :) °•° Welcome to my 'halu' world featuring Mr. Lee eunsang °•° - jeon eunra -