"Loh Yunseong?" kaget sang Ayah. lelaki separuh baya itu lalu berjalan mendekat."Om pikir mobil siapa itu yang diluar,ternyata punya kamu?"
Idih Ayah baru dateng bukannya nyapa anaknya dulu.
"Hehe iya Om.apa kabar?" Yunseong dengan sopan menyalim tangan Ayah Jeara.
"Baik..Allhamdulillah baik.Kuliah dimana sekarang?"
"ITB semester dua Om"
Ayah Jeara mengangguk paham lalu berujar sambil terkekeh."calon katingnya Junho nih"
"Junho masuk ITB juga Om?"
"Bilang sama Ayah sih gitu pengen ngambil teknik komputer katanya" Yunseong mengangguk-angguk kecil.
"Gatau nih kalo yang satu ini" Ayah lalu mengusap pelan kepala Jeara."Jadinya nyusul Junho apa ngintil Eunsang nih?"
Jeara mencebik mendengar itu."Apa sih Yah"
Lalu terdengar kekehan dari sang Ayah.
"Oh ya,,udah beli kebaya buat acara wisuda minggu depan?"tanya Ayah kemudian.
Jeara menggeleng santai."Nanti aja sama Bunda"
"Kenapa nunggu nanti kalo sekarang ada Yunseong?"
Kedua manik Jeara secara praktis melebar.Maksudnyaaa??
Lalu mendadak panik ketika dengan seenaknya Sang Ayah ngomong.
"Seong,,kamu lagi sibuk gak?"Ah shit!
"Oh.enggak Om"
"Nah"pekik Ayah sedikit heboh."Yunseong nya gak sibuk tuh"
Ya tapi Yahhh???
"Sama Yunseong gapapa kan?Ayah habis ini mau jemput Bunda yang lagi arisan terus ada acara sama keluarganya Eunsang"
Demi apapun Jeara sangat gugup saat ini.
"Minta tolong ya Seong"Ayah lalu menepuk pelan bahu Yunseong.
"Siap Om"
Hh mampus! Jeara membatin.
"Gih sana mandi,nanti Ayah suruh Junho nyusul sekalian"
-***-
Mereka berdua akhirnya berhasil memasuki salah satu butik dipusat kota setelah melewati beberapa menit terjebak macet.
Beberapa cewek yang kebetulan berpapasan atau melihatnya sontak langsung menatap takjub pada paras tampan Yunseong.Jeara jelas menyadari itu,cewek itu risih sendiri.
Yunseong pun sepertinya menyadari itu."Gak suka banget diliatin ya?"
Jeara hanya menyunggingkan senyum canggung nya.
"Mau cari apa Kak?"tanya seorang pelayan butik.
"Ehmm... Kebaya buat wisuda mbak"ucap Yunseong.
"Mari Kak sebelah sini.."
Jeara sempat melihat si mbak pelayan itu mencuri-curi pandang ke arah Yunseong,sebelum akhirnya menunjukan tempatnya.
"Makasih Mbak."ujar Jeara.Namun Mbaknya malah lebih fokus pada Yunseong.
Jeara tidak peduli dan langsung fokus memilih kebaya. cepat dapat cepat pulang..begitu pikirnya.
Yunseong,cowok itu malah sibuk memandangi Jeara dari sebrang lalu tiba-tiba menyeletuk.
"Jea,tau gak?"
"Apa?"balas Jeara tanpa menoleh.
"Aku seneng tau"
"Karna diliatin cewek-cewek disini? Genit banget ih Kak Yunseong."
Yunseong sampai tertawa melihat muka nyinyir Jeara barusan."bukan itu ih!"
"Terus?"
"Karna salah satu Wishlist aku akhirnya kesampean.."
Jera menyerit tidak mengerti.Yunseong yang paham ekspresi itu akhirnya melanjutkan.
"Dulu pas kita bareng,aku bikin wishlist gitu.salah satu nya nganterin kamu belanja kayak gini"
Satu alis Jeara terangkat."bukannya dulu pernah ya?"
"Kapan?"pekik Yunseong kaget.
"Waktu di Indomart itu?"
"Bukan belanja yang kayak gitu ih!" Yunseong seketika tertawa."polos banget sih"lanjutnya.
Tanpa sadar tangan nya sudah berada dipuncak kepala Jeara dan mengusak pelan rambut legam itu dengan sayang.
Jantung Jeara mendadak berdegub kencang sekali,kenapa reaksinya masih saja begini? saat sudah menjadi mantan.
"Ak-aku mau cari sebelah sana"
Jeara menjauh dengan gugup.Yunseong jelas paham dan membiarkannya.
Setelah berhasil menjauh ,Jeara langsung mencoba kembali menata hatinya.cewek itu menggelengkan kepalanya,mencoba mengusir hal-hal aneh yang terasa mengganggu itu.
Mengedarkan pandang,Jeara kemudian terfokus pada kebaya brokat cantik berwarna abu-abu yang tergantung paling depan tak jauh dari sana.
Dengan bahagia Jeara menghampirinya,tangannya terulur hendak meraih kebaya itu.Namun..
"Eh..maaf maaf" seseorang ternyata mengincar apa yang Jeara ingin.
"Mau ambil yang ini juga ya?"tanya cewek itu lembut,membuat Jeara menatapnya dengan tatapan sinis.
"Iya.tapi buat kakak aja gapapa"
"Yakin tinggal satu loh ini?"ucap Yerin memastikan.
Membuat Jeara kemudian bimbang di satu sisi ia ingin cepat-cepat pulang dan disisi satu lagi ia tak mau lama-lama berdebat dengan Yerin. Oh ayolah,setiap kali bertemu Yerin dirinya merasa Yerin lah dalang dari semuanya.
"Jea?udah dapet bajunya?"
Jeara kaget karna Yunseong yang tiba-tiba sudah ada dibelakangnya.
"Emm-ini.."
"Loh kak Yunseong? Hai?"
"Lah?Disini juga yer?"
- jeon eunra -

KAMU SEDANG MEMBACA
My Tsundere Boyfriend | Lee Eunsang [END]
FanfictionApa hati gua harus terbuat dari kertas sang? biar bisa memenangkan hati lo yg membatu? Batu lawan kertas kan menang kertas hehe :) °•° Welcome to my 'halu' world featuring Mr. Lee eunsang °•° - jeon eunra -