Jungkook dan J-Hope sekarang menuju ke kantin, banyak yang menyapa mereka berdua.
Sesampainya di kantin, Jungkook dan J-Hope ternganga. Kantin saat ini sangat ramai, bukan karena jam istirahat melainkan free class.
"Kita mau duduk dimana? Penuh banget, Kook." Hela nafas J-Hope.
"Lah iya, gimana dong?" Jungkook ikutan bingung.
J-Hope mengedarkan pandangan dan matanya bertemu dengan mata Haechan.
"Gabung sama Haechan, kuy!" J-Hope menarik lengan Jungkook.
Jungkook dan J-Hope langsung mendaratkan bokong nya di bangku tanpa izin ataupun permisi.
Haechan terkejut, "permisi dulu orang mah!"
Jungkook dan J-Hope membalasnya dengan cengiran lebar.
"Oi, awas! Nanti gue mati, oh tidak! JANGANNN!!" Jihoon teriak teriak heboh.
"Yahhh, kalah. Jiun sih jadi kalah kan." Cemberut Jaemin.
"Kok gue sih, Jae? Harusnya elo, lo gak bantuin gue pas lagi ada musuh." Jihoon tak terima dirinya disalahkan.
Jaemin melotot, "kok gue sih?! Harusnya lo bisa ngalahin sendiri dong!"
"Namanya juga manusia pasti butuh bantuan dari manusia lain lah!" Serkas Jihoon.
"Tapi ini game, Jiun. Ini karakter kartun bukan manusia, gak bisa disamain!" Balas Jaemin kesal.
"Tapi kan inti nya sama, Jaeee!"
"Gak bisa gitu lah!" Jaemin memasang raut wajah bete.
"Ini kan cuman game, dalam permainan ada yang kalah sama yang menang. Kalo kalah, yaudah terima aja!" Celetuk Jungkook.
Jihoon menoleh ke Jungkook, "gak bisa, Kook. Gue kalah gara gara Jaemin!"
"Kok gue disalahin?!" Jaemin tak terima.
"Lo gak-"
"SSSTTT! BERISIK!" Haechan tak tahan dengan perdebatan tak berfaedah itu.
Jaemin, Jungkook, dan Jihoon menutup mulutnya rapat rapat.
Tiba-tiba Bangchan dan Hyunjin datang dengan rusuh.
"Apa sih lo, Chan, Hyun!" Risih Haechan.
"Eh tau ga?!"
Mendengar ucapan tersebut, Jaemin berhenti bermain ponsel nya, Jihoon mempause game nya, J-Hope dan Jungkook berhenti mengobrol.
"Kenapa?" Tanya serius Jaemin.
"Mari ghibah." Jihoon merapat.
"Giliran ghibah, main HP berenti!" Haechan memutar kedua bola matanya malas.
"Jimin sama Rose-" Ucapan Bangchan terpotong karena baru sadar ada teman dekat nya Jimin.
"Jimin sama Rose kenapa?" Tanya Jungkook penasaran.
Bangchan dan Hyunjin saling tatap, dari raut wajah mereka seperti terkejut dan setengah panik.
"Udah gak apa apa, cerita aja!" Sambung Jungkook.
"Cerita buruan! Tadi pas balik dari kantin Jimin langsung badmood banget, dan Bangtan gak tau alasan nya kenapa." Jelas J-Hope.
"Nah bener kata J-Hope." Setuju Jungkook.
Bangchan dan Hyunjin saling menatap kembali lalu mengangguk mantap.
"Tadi Jimin sama Rose berantem pas kantin sepi." Ucap Bangchan.
"Tepatnya sebelum hujan deras tadi." Sambung Hyunjin.
"Mereka kaya ngungkit masa lalu gitu, terus mereka ngomongin kesalahan masa lalu nya Rose." Lanjut Bangchan.
Jungkook dan J-Hope saling tatap dan mereka mengangguk paham.
"Gue kira masa lalu itu bener bener udah berlalu, ternyata belum." -Jungkook.
"Kesalahan fatal masa lalu itu masih diingat? Aish! Gak guna." -J-Hope.
"Gue denger denger, masa lalu nya itu tentang..." Jihoon menggantung ucapan nya.
"Pas bazar buku, Rose dan Yugyeom ciuman di pojok rak rak buku yang tinggi." Lanjut Jihoon berbisik.
"Serius?!" Kaget Haechan.
"Kok lo gak tau, Chan? Padahal itu bener bener viral." Balas Jaemin.
"Kalian tau masalah itu?" Bingung Jungkook.
"Gimana gak tau, Kook? Pas Bangtan ngejar Jimin, Blackpink dateng terus teriak karena saking kaget nya." J-Hope jadi mengingat kembali masa itu.
"Nah, pas itu gue dateng sama Jinhwan karena denger teriakkan." Jaemin ikutan flashback.
"Gue yakin, hari itu pasti sangat menyakitkan buat Jimin." Haechan tersenyum miris.
Hyunjin menghela nafas berat, "yang ngerasain Jimin kenapa gue yang patah hati ya?"
"Jimin udah ngelupain itu semua belum ya?" Jihoon bertanya tanya.
"Pasti berat banget buat ngelupain itu semua." Sedih Jaemin.
"Jimin belum ngelupain kejadian itu sepertinya." Ucap Jungkook dingin.
J-Hope merinding mendengar Jungkook berbicara dengan nada dingin. "Sifat dinginnya keluar jadi horor."
"Itu kejadian buat Jimin bener bener benci." J-Hope merasa kesal.
"Apa yang terjadi sama Jimin pas kejadian itu?" Tanya Hyunjin penasaran.
"Jimin ke clubbing, dia bener bener mabok berat. Sampai demam seminggu." Balas Jungkook, ada kilatan marah di pupil mata Jungkook.
"Gue sampe gak tega ngelihat Jimin yang aktif banget jadi lemah gak ada tenaga, cuman bisa tiduran di kasur." J-Hope menghela nafas.
"Bangtan harus bisa bantu Jimin ngelupain itu semua." Haechan tersenyum tipis.
"Gue juga bisa bantu kok!" Seru Hyunjin semangat.
Jihoon tertawa kecil, "gue ikut lah!"
"Gue ajak Daehwi sang pakar cinta!" Celetuk Jaemin.
"Tadi gue liat si Daehwi lagi godain cewek cewek!" Bangchan tertawa ngakak.
"Terus gimana?" Jungkook kembali ceria.
"Huhh, akhirnya sifat periang Jungkook-"
"Hai, Kookie!" Sapa Lisa girang.
"--keluar."
Baru saja J-Hope merasa lega karena sifat Jungkook yang periang keluar dan malah dihancurkan kembali.
J-Hope sangat benci!
Jungkook merubah raut wajahnya yang ceria menjadi raut wajah datar nan dingin.
Jungkook bangkit dari bangku nya, "gue duluan."
Jungkook melangkah pergi bergitu saja dan keluar dari kantin.
"Gue ditinggalin kan." J-Hope memutar kedua bola matanya malas.
***
Next!

KAMU SEDANG MEMBACA
Find Love In Me -Nakook
Fiksi RemajaBangtan, salah satu genk sekolah yang sangat terkenal karena ketampanan nya. Jangan salah, genknya sangat absurd, jail, gila, badboy, receh. Tapi di antara anak bangtan ada satu cowok yang tidak peduli yang namanya cinta, yaitu Jungkook. Jungkook t...