59. The Real Truth

63.6K 5.8K 3.2K
                                        

Hallo readersku (^~^)b

Apakabar kalian? Kkkk~ semoga sehat. Sesuai dengan pertanyaan kemarin, kalau ada yang berminat utk join GC WA, aku bakalan bikin grup. Dan kemarin cukup banyak yang merespon dengan baik, jadi aku akan buat grupnya. Nanti kalian dm nomer hp wa kalian, supaya aku bisa kenal dan save nomer kalian juga (^.^)
Grup wa khusus utk nctzen and jaeyongist yaa ^^

Oiyaa kalau nanti the boss the end, aku ada project bikin the boss new version. Setuju ga nih? Kkkkkk~ klo banyak yang setuju akan aku realisasikan nanti (ノ^o^)ノ

Btw The Boss udah jalan setahun gais :") makasih utk dukungan kalian sampe the boss bsa terkenal dan mendapatkan banyak viewer dan vote (^.^)






HAPPY READING!!!!

#####################











"Haruskah kita memberitahu Triplets tentang hubungan kita yang sebenarnya dan dari siapa mereka lahir?" tanya Jaehyun yang kini mengambil posisi lebih tinggi dari Taeyong, sehingga Jaehyun dapat mengusap dan memainkan rambut lembut kesayangannya itu.



"Kau yakin dadd?" tanya Taeyong yang kini menatap Jaehyun. "Aku hanya takut jika mereka tidak siap untuk kenyataan yang ada"






"Aku sangat yakin baby. Aku tidak ingin mereka memanggilku daddy hanya karena kau menyuruh mereka memanggil dengan sebutan itu. Aku ingin mereka memanggilku daddy karena dia memang seharusnya. aku adalah ayah kandung mereka. Aku hanya ingin mereka tahu yang sebenarnya baby"

"Baiklahh dadd, kita hanya perlu mencari waktu yang tepat untuk berbicara pada mereka bertiga. Kita juga harus memikirkan bagaimana caranya untuk menyampaikan pada mereka"



"Tenang sayang, aku sudah memikirkan semuanya. Kau hanya perlu membantuku untuk mengatakannya pada Triplets. aku yakin mereka akan sangat kaget dengan pernyataan ini nantinya"

"Aku selalu bersamamu dadd, sekarang kau perlu istirahat. Kau sudah lelah bekerja seharian. Aku tidak mau kau juga ikut-ikutan sakit sepertiku" ucap  Taeyong yang kini mengusap lengan Jaehyun. Jaehyun pun sontak memeluk Taeyong hingga keduanya pun terlelap.




###################



SOPA SCHOOL_09.35KST






sudah lebih dari 3 hari keadaan Haechan sudah semakin membaik walaupun terkadang ia sering merasa lelah karena pernapasannya yang secara tiba-tiba menurun. Kecelakaan itu benar-benar membekas dan tak mungkin dilupakan Haechan. Kini ia sudah diperbolehkan untuk sekolah namun ia masih harus melakukan check-up ke rumah sakit mengenai luka dalam dan luka luar yang ia alami.



Saat ini adalah waktu istirahat untuk seluruh siswa/i SOPA. Mark, Haechan dan David selalu bersama kemanapun mereka pergi bahkan ke toilet pun mereka bersama. Mark yang sudah berstatus tidak memiliki hubungan dengan siapapun merasa leluasa dan bebas untuk melakukan apapun dengan kedua saudaranya.

Ketiganya berjalan bersamaan menuju kantin namun tetap saja beberapa siswa masih saja mengejek David, yang notabenenya anak dengan heterochromia - warna iris mata yang berbeda.





Haechan yang selalu membelanya sontak merangkul dan selalu mengatakan "pura-puralah menjadi tuli. Mereka hanya orang-orang bodoh yang tidak tahu diri. Kau berharga dan kau spesial sama seperti apa yang dikatakan papa. Mereka hanyalah bagian dari manusia tak berguna" itulah yang selalu dikatakan Haechan pada David.

David tersenyum. Setidaknya keluarganya menerima kelebihan dan kekurangannya. Setelah ketiganya mengantri dan mendapatkan makanan, ketiganya pun melangkah mencari tempat duduk.



The Boss [JaeYong] [THE END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang