Jisoo mengalihkan pandangannya saat mendengar suara pintu kafenya terbuka. Ia baru saja ingin menyapa pelanggan saat menyadari bahwa yang datang adalah sahabat karibnya. Wajahnya tampak lesu dan sepertinya Jisoo tahu apa penyebabnya.
"Resign lagi?" tanyanya.
Sahabatnya mengangguk dengan wajah murung seraya duduk di salah satu kursi yang menghadap Jisoo.
Jisoo menghela nafas. "Ada masalah apa lagi, Lia?"
"Bosnya kurang ajar!" jawab Lia dengan tampang kesal setengah mati.
Jisoo mengerti. Dia tidak bertanya lebih lanjut dan memilih menyeduh segelas coklat hangat untuk menenangkan sahabatnya itu.
"Seulgi nggak ke sini?" tanya Lia kemudian.
Jisoo menggeleng. "Udah lama banget dia nggak mampir."
"Perasaan gue aja atau Seulgi makin jauh, ya, dari kita?"
Jisoo terdiam. Meski tangannya masih menyeduh namun pikirannya menerawang jauh.
Jisoo, Seulgi, dan Lisa adalah sahabat sejak kuliah. Mereka berada di kelas yang sama dan melakukan apapun bersama-sama. Setelah lulus, Jisoo tidak bekerja karena orang tuanya memberikan sebuah kafe untuk dia kelola. Seulgi langsung diterima bekerja di sebuah perusahaan, sedangkan Lia sempat menganggur selama beberapa waktu. Hanya Lia yang nasibnya tidak terlalu baik di antara mereka bertiga.
Namun saat Lia diterima bekerja, Jisoo adalah orang yang pertama tahu karena ia selalu mampir di kafe milik Jisoo. Kemudian mereka akan merayakannya bersama-sama setelah Seulgi datang.
Meski begitu, Lia juga yang paling sering resign dan mencari pekerjaan lain. Bisa dibilang, Lia belum pernah mendapatkan pekerjaan yang benar-benar bisa membuatnya nyaman. Entah mengapa selalu saja ada yang menjadi penghalang karirnya.
"Nanti gue coba bantu cariin kerjaan, ya," ucap Jisoo mengalihkan pembicaraan.
Lia tidak setuju. "Nggak, Jis. Lo udah baik banget bantu gue selama ini. Biar gue usaha sendiri aja."
Jisoo tidak membantah, tapi dia tetap akan melakukannya untuk Lia. Setidaknya itulah yang dia pikirkan saat Jinyoung mampir di kafenya.
Jisoo tersenyum lebar melihat siapa yang datang. Salah satu pelanggan setianya yang bukan cuma sekedar menikmati minumannya, tapi juga seorang yang membuat Jisoo betah berlama-lama berbicara padanya.
"Biasa?" tanya Jisoo yang memang sudah tahu kopi favorit Jinyoung.
Jinyoung mengangguk seraya tersenyum. Jisoo menyiapkan kopi untuk Jinyoung lalu kemudian berbincang dengannya.
"Nggak telat, nih?" tanya Jisoo.
"Nggak, kok. Masih setengah jam lagi mulai kerja. Lagian deket situ, tuh! Jalan kaki doang sampe," jawab Jinyoung. Ia kemudian menyeruput kopi hangatnya.
Mereka kemudian membahas banyak hal. Tak lama setelah itu, Jisoo pun melancarkan niatnya.
"Oh iya, Nyoung. Di kerjaan lo ada lowongan, nggak?"
"Lowongan? Buat lo?" tanya Jinyoung balik.
"Nggak, sih. Buat temen gue. Cewek," jawab Jisoo.
Jinyoung tampak berpikir sejenak. "Ada satu divisi yang kosong kayaknya. Nanti coba gue pastiin dulu, ya. Tapi temen lo suruh aja siapin lamarannya."
Jisoo terlihat bersemangat seakan-akan dia yang akan mendapatkan pekerjaan itu. "Siap!"
...
KAMU SEDANG MEMBACA
Who's Next?
Mystery / ThrillerSatu grup karyawan mengambil cuti dan berlibur ke sebuah villa yang jauh dari pemukiman. Tidak ada tetangga, tidak ada sinyal, hanya ada mereka berdelapan. Liburan yang menyenangkan berubah menjadi horor saat satu persatu dari mereka mati secara mis...
