Adek Kenapa?

11.8K 884 66
                                        

Warning!!!
Cerita ini dapat menyebabkan rasa gemas dan greget yang berlebihan.

---

Jisung masuk kedalam rumah dengan ekspresi sedih. Tanpa menyapa Jeno dan Chenle yang berada diteras rumah. Jeno dan Chenle saling pandang saat menatap sang adik kesayangan mereka yang terlihat lesu.

"Dek, kenapa?" tanya Jaemin yang keluar dari rumah hendak duduk bersama Jeno dan Chenle.

Jisung hanya menggelengkan kepalanya lemah dan kembali menundukkan kepalanya.

Di ruang keluarga, bunda sedang menonton televisi bersama Haechan dan Renjun. Bunda yang duduk diatas sofa, sedangkan Haechan dan Renjun duduk dikarpet.

Jisung duduk dekat dengan bunda, dan langsung memeluk bunda dari samping, "Bundaa..." panggil manja sang bontot.

Bunda mengerutkan dahinya bingung, "adek kenapa?"

Haechan yang duduk di karpet pun pindah duduk disebelah Jisung, "kamu laper dek?"

Jisung menggelengkan kepalanya dan semakin erat memeluk bunda.

"Paling adek kecapekan sama kegiatan sekolah, terus sekarang ngantuk.. " jawab asal Renjun.

Jisung mencebikkan bibirnya dan mendongak menatap bunda dengan mata berkaca-kaca.

"Adek kenapa? Sakit?" bunda yang kelewat khawatir pun memegang dahi Jisung.

"Gak panas kok.. " gumam bunda.

"Kamu kenapa sih, dek? Cerita sama abang.. " Haechan mengelus kepala Jisung sayang.

"Jangan buat kita khawatir dong, dek.. " Renjun menatap kesal Jisung.

Jisung mengurai pelukannya pada bunda, menatap abang dan kakak nya dengan pandangan sedih.

"Tadi aku diejek sama temen-temen.. " jelas Jisung.

Jaemin, Jeno dan Chenle yang masuk kedalam rumah dan mendengar ucapan Jisung, segera mendekat. Mereka berada dibelakang sofa.

"Diejek gimana dek? Wahhh, ngajak berantem, ya, temen-temen kamu.. " Jaemin menggulung lengan kaos nya.

"Sabar, dong, A' .. dengerin penjelasan adek dulu .. " Jeno memukul pundak Jaemin pelan.

Chenle mangut-mangut membenarkan ucapan Jeno.

"Aa' mah orangnya gabisa sabar.. " desis Haechan membuat Jaemin menatap tajam Haechan.

Bunda bingung menatap anak-anak nya yang beradu mulut.

"Kalian bisa dengerin penjelasan adek dulu, gak? Jangan berantem dong sayang-sayangnya bunda.. "

Jaemin dan Haechan hanya cengengesan menatap bunda.

"Kalian mah ribut mulu ihh.. " Jisung menangis sesenggukan membuat Renjun langsung memeluk sang adik. Jeno mengelus pundak Jisung pelan memberikan ketenangan.

"Jangan nangis, anak cowok gak boleh nangis.. " Chenle tersenyum menatap Jisung dan mengacak rambut Jisung.

"Masa kata temen-temen, adek gak ganteng, padahal kakak-kakak adek ganteng semua.. " Jisung sudah berhenti menangis tetapi masih sesenggukan.

Jaemin tertawa, "adek, adek.. emang sih kalo kakak-kakak mu itu ganteng semua.. " dan Haechan mengangguk membenarkan.

"Aa' .. " panggil bunda pelan.

Jaemin memberhentikan tawanya, "iya bun, maaf .. hehe.. "

Bunda menatap Jisung yang masih berada dipelukan Renjun, "emang kenapa kalo gak ganteng? Kan adek lucu dan bikin gemes. Liat aja ntar kalo udah seumuran sama kakak-kakak juga gantengnya melebihi kakak-kakak.. " Bunda tersenyum lembut.

Jisung mempoutkan bibirnya, "beneran, ya, bun? Adek pasti bakalan lebih ganteng dari kakak-kakak nya adek.. "

"Iyaa, kamu itu paling ganteng, gemesin, paling lucu juga diantara kita-kita, dek.. " Jeno tersenyum sampai matanya menyipit tak terlihat.

Jisung tersenyum sambil mengusap air mata dipipi nya.

"Mau pelukkk.. " Jisung merentangkan tangan nya pada bunda.

Bunda memeluk Jisung sayang.

"Aihh, kita gak diajak pelukan?" tanya Haechan.

Bunda merentangkan tangan kanannya pada yang lainnya.

Chenle langsung memeluk sayang bunda dan adik nya. Jeno, Jaemin, Haechan dan Renjun tak ingin kalah pun ikut memeluk bunda.

"Bunda sayang sama kalian semua.. "

---

Collaboration with sativaoryza804

Dear BundaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang