Kami sama- sama terdiam dimeja masing-masing setelah selesai mengajar. Kulirik jam tanganku yang sudah menunjukkkan pukul 3 . Sudah saatnya aku pulang, karena aku tidak mau ibu marah karena terlambat pulang, aku terbiasa pulang mengajar sebelum magrib. Kecuali sebelumnya aku izin dulu untuk kegiatan yang sangat penting dikampus atau madrasah. Aku biasa mengajar hari sabtu saja , karena alhamdulillah di madrasah jadwal pelajaran bahasa inggris untuk kelas 1,2,3. sesuai saat aku libur kuliah, sedangkan kelas 4, 5 dan 6 dipegang Fahmi, setiap hari selasa dan sabtu.
Tak berapa lama, azan ashar berkumandang, bersamaan dengan itu pula, guru-guru lain saling mengajak kami untuk shalat di masjid milik sekolah. Begitu juga dengan Fahmi, yang langsung mengalihkan pandangannya ke arahku, sambil mengajakku shalat. Aku anggukan kepala lalu menyusulnya dari belakang. Kulihat sepanjang jalan ke masjid, dia mengobrol dengan guru lelaki lainnya. Disela-sela perjalanan ke masjid, aku juga bertemu dengan Vira, teman mengajarku di Madrasah, lalu kamipun terlibat dalam percakapan cukup serius. yang intinya dia tahu kalau fahmi telah melamarku. Namun entah mengapa, aku merasa ada kesedihan dan kekecewaan diwajah dan nada suara Vira, saat membahas hal itu. Apakah ada cinta segitiga di madrasah ini, batinku bertanya.
Air wudhu bagaikan embun memberi kesegaran pada tubuh letihku, seakan membasuh semua kegalauan jiwa, menghapus pikiran-pikiran yang terus berkutat dengan kefanaannya dunia. Akupun bersujud dihadapanNya, meninggalkan sejenak semua permasalahanku agar tersimpan rapi diluar masjid persis ditempat sepatuku kuletakkan.Selesai shalat, Vira pamit akan pulang, tapi kucegah, aku ingin dia menemaniku untuk berbicara dengan Fahmi. Sebelumnya dia menolak alasannya takut mengganggu kami berdua. Tapi dia setuju akhirnya, karena kutahu sesungguhnya Vira adalah seorang muslimah yang taat, jadi dia paham aku butuh makhram untuk berbicara dengan yang bukan makhramku. Aku ambil hp ku dan mulai mengetik pesan kepada Fahmi menanyakan kembali kesediaannya berbicara dengannku setelah shalat ashar. Sebelum aku mengirim pesan melalui sms, kulihat Fahmi tengah menungguku ditempat sepatu ku letakan tadi sebelum shalat.
" Ran, ayo kita pergi makan siang" sambil memandang kami berdua yang telah selesai memakai sepatu
"makan siang? ini udah sore kan." sambil menahan tawa aku menggandeng tangan Vira agar tidak kabur pergi meninggalkan aku berdua saja dengan Fahmi
Fahmi memutar matanya dan memukul ringan kepalanya tanda lupa
"ya udah kamu mau bicaranya dimana? Mau makan sore nggak? Biar tambah gemuk? Dia ikut tertawa menggodaku
Aku memang kurus makanya dia selalu menggodaku untuk banyak makan agar gemuk.
"Di kantin aja yuk, katanya mau bikin aku gemuk kan" jawabku sambil tersenyum
"Tapi kalau mau traktir biar banyak pahalanya Vira ikutan ya" sambungku sambil melirik Vira yang sedang sibuk main hp
"boleh-boleh, no problem" jawabnya sambil merapikan rambutnya yang basah terkena air wudhu
kami bertiga sering bercanda dan bertukar pikiran setelah selesai mengajar di ruang guru atau dikantin, kami sangat cocok bersahabat, karena usia kami juga tidak terlalu jauh berbeda dan sama-sama lajang yang membuat kami memiliki waktu luang mengobrol membahas kegiatan mengajar atau hal lainnya, belum ada istri atau suami bahkan anak yang mengharuskan kami buru-buru pulang setelah selesai kegiatan mengajar. Terlintas di benakku apa yang akan terjadi dengan hubungan persahabatanku ini jika Fahmi tahu jawabanku atas lamarannya. Apakah dia akan marah dan menjauhiku atau buruknya lagi akankah dia membenciku? Semua pikiran buruk melayang dipikiranku, yang membuat Fahmi harus mengulang memanggil namaku
"Ran, Ran?" tanya nya bingung
Aku buru-buru menjawabnya
"ia, maaf"
"ngelamun ya"
"kamu sama Vira mau pesan apa?
" aku minum teh anget aja, sambil melirik Vira mengisyaratkan apa yang mau dia pesan
"sama, tapi aku es teh nya nggak anget tapi pake es dikit ya" timpal Vira
" mau bakso atau mie ayam? tanya Fahmi kebingungan karena kami pesan minuman saja
"I'm sorry, masih kenyang tadi abis duhur udah makan, ibuku bekelin aku nasi banyak sampai harus berdua Vira makannya"aku berdalih agar tak dipesankan makanan
" Aku juga nggak mau, nanti tambah gemuk, ucap Vira sambil menahan malu
"Vir, kamu nggak gemuk tapi seksi bahenol nerkom" pujiku kepada Vira yang memang tubuhnya lebih berisi dibanding aku.
Lalu kami tertawa bersama. Setidaknya sedikit meringankan diriku yang selesai shalat tadi kembali merasakan beban berat seakan memikul beras berton-ton dipunggungku, itu karena sebentar lagi aku akan menghempaskan harapan seseorang yang sangat baik padaku. Tapi aku tahu ini yang terbaik diantara kami, aku tak ingin menjadi sosok seperti Catherine di novel Whutering Heights yang penuh kemunafikan dengan menerima orang lain menjadi suaminya sedangkan hatinya masih menjadi milik Heatcliff, yang akhirnya menjadi bencana bagi semua orang disekelilingnya. Namun aku ingin tetap bersahabat dengannya walau aku menyadari itu akan sulit nantinya bagi kami berdua dan mungkin ada yang akan berubah dengan hubungan kami setelah aku jujur dengan perasaanku. Tapi aku ingin sejujur-jujurnya berterus terang padanya hasil dari shalat istikharah berminggu-minggu ini seperti yang dia sarankan. Semoga kami bisa sama-sama ikhlas menghadapinya, semoga saja, doaku setelah shalat selama berminggu-minggu ini dan juga kini yang terucap dalam hati sambil duduk menunggu pesanan minuman dari ibu kantin.
Fahmi menghela nafas panjang,ada rona kecewa diwajahnya yang segera ia kuasai berubah menjadi tenang kembali. Selama mendengarkan penjelasan panjangku tadi dia hanya terdiam. Beberapa menit kemudian, sebelum dia berkata-kata, dia habiskan setengah gelas jus jeruknya yang masih tersisa tadi.
"Aku bisa mengerti. Seperti yang kamu inginkan persahabatan kita nggak akan berubah hanya karena hal ini. Kamu nggak perlu meragukan ketulusanku bersahabat denganmu sejak kita dulu masih sering bertemu dikampus hingga kini"ucapnya lirih" aku hanya menyampaikan perasaanku dan aku tak ingin menawarkan hubungan pacaran seperti yang tengah kau jalani dengan pacarmu yang pernah kau ceritakan pada aku dan Vira, yang kutahu kau memendam banyak keraguan dengannya. Aku ingin memberimu status yang lebih jelas dan diridhoi oleh Allah dan Rasulnya." sambungnya
Aku seperti kaku terjebak dalam ruang pengap hampa, dan tak bisa berkata banyak selain berterima kasih atas pengertiannya padaku. Selain itu aku hanya diam dan anggukan kepala saja yang bisa kulakukan mendengar jawaban balasan darinya.Sesungguhnya benar apa yang Fahmi katakan tadi. Menikah adalah suatu hal yang diimpikan bagi mayoritas wanita. Seolah sangat dihormati dan disanjung nya wanita itu, sampai cara yang digunakan untuk memilikinya adalah dengan melakukan hal yang sangat terhormat nan romantis. Karena mengajak menikah butuh keseriusan dan kemapanan tidak hanya dari segi finansial saja tapi juga dari segi mental. Tidak seperti dalam pacaran yang tidak memerlukan itu semua jika ingin menjalin suatu hubungan, karena hanya menawarkan kebahagiaan sesaat yang dalam perjalanannya bisa saja berakhir atau berlanjut. Sesungguhnya ajakan menikah dari seseorang adalah sesuatu yang sangat ingin kudengar dari seorang lelaki yang mengklaim dirinya cinta padaku daripada ajakan untuk pacaran. Walaupun begitu, untuk saat ini menikah bukanlah prioritasku, mungkin inilah takdir bagi aku dan Fahmi saat ini, tak akan ada ikatan selain persahabatan. Karena jika kami memang berjodoh, Allah akan menggerakkan hati kami untuk bersatu suatu saat nanti.
Aku tak tahu apakah jawabanku tadi akan menjadi penyesalan bagiku nantinya atau tidak, karena menolak lelaki baik sepertinya. Aku hanya mencoba berkata jujur padanya dan berusaha fokus pada cita-citaku selama ini. Apa yang akan terjadi nanti, aku serahkan pada Allah yang menggenggam seluruh cinta didunia ini. Keyakinan ku saat ini sekuat dan sekencang laju angkot yang sedang kunaiki, yang rodanya dengan cepat berputar diantara malam yang terus menenggelamkan senja, membawaku semakin mendekat dengan kehangatannya yang selalu kurindukan, rumahku.

KAMU SEDANG MEMBACA
Seindah kasih untuk Rani
RomanceKisah seorang gadis yatim yang berusaha meraih cita dan cintanya. Hidup akan menghadapkannya pada beberapa pilihan. Mampukah ia menentukan arah yang terbaik baginya. Atau hanya mengikuti keegoisan diri.