Part 7

45.3K 1.8K 84
                                        

"Makannya sudah siap"ucap shiren melihat makanan dan minuman tertata rapi di meja.

Sedangkan dion matanya berbinar-binar melihat ada makanan favoritnya di atas meja tersebut.

"Katakan pada mommy sayang.. dion ingin makan apa"ucap shiren sambil bersiap mengambil makanan yang dion inginkan.

"Flied chicken mommy"ucap dion dan tentu saja mengangguk kepala shiren mengerti.

"Baiklah.. akan mommy ambilkan satu"

"Nnnoo..ion gak au satu flied chicken..ion au dua flied chicken mommy"ucap dion semangat dengan pedenya menunjukan jari mungilnya angka dua.

"Baiklah akan mommy berikan dua"ucap shiren

Sedangkan alex terkekeh seketika melihat jari mungil anaknya. Perkataan tidak sama apa yang dion tunjukan.

"Kamu tunjukan Itu angka 3 sayang...yang benar seperti ini.. turunkan lagi satu jarimu.."ucap alex sambil membenarkan angka jari tangan anaknya. Sedangkan dion menatap dengan serius seakan tidak percaya dengan perkataan daddynya.

"Coba dion hitung"perintah alex. Tentu saja dion menuruti perintah daddynya.

"Satu..dua..wahh daddy benel ada dua..ion au dua flied chicken mommy.."ucap dion senang dan mengulang perkataannya dan mengubah angka jarinya. Sedangkan alex terkekeh melihat tingkah anaknya.

"Daddy..ion au makan uduk di angkuan daddy.."minta dion. Tentu saja dengan senang hati alex menuruti keinginaan anaknya.

"Makanya sudah datang"ucap shiren sambil berjalan membawa meja kecil berisi makanan dan minuman. Tidak membutuhkan waktu lama meja kecil itu di letakan di atas kasur.

"Puk..puk..mommy"ucap dion sambil menepuk kasurnya.

Sedangkan shiren mengangguk kepala mengerti kode yang di maksud dion untuk duduk di sampingnya dan alex. Untung saja kasur diruangan ini sangat besar. Kasur ini bukan model kasur rumah sakit. Lebih tepatnya model kasur rumahan yang sangat besar dan muat sekitar 4 orang.

"Apa Dion ingin mommy suapi"tanya shiren. Mendengar hal itu dion dengan semangat menganggukan kepalanya.

"Au..au..mommy"

"Ayo buka mulutmu sayang..mommy akan menyuapimu...aaa"

Tentu saja dion membuka mulutnya dengan lebar dan menerima suapan dari shiren. Supan demi suapan dion makan dengan lahapnya.

"Sabar son..makannya jangan terburu-buru.. makannya tidak akan lari"

"Ion cangat lamal dad..pala uncel ahat tidak kacih ion makan dan inum cehalihan..telus ion ena di malahin dan di ukul ama pala uncel ahat.." ucap jujur dion menceritakan bagaimana keadaan dirinya diperlakukan buruk oleh si penculik pada dirinya.

Mendengar akan hal itu seketika kedua tangan alex mengepal begitu kuat. Alex marah sangat marah mendengar cerita anak kesayangannya di perlakukan begitu buruk. Begitu kejamnya mereka menyiksa anak kesayangannya.

Alex bersumpah akan langsung membunuh siapa saja yang menyakiti anaknya. Tapi seketika Alex langsung menggeleng-geleng kepalanya Tidak. membunuhnya langsung mati itu terlalu enak bagi penjahat. Mereka harus di siksa secara perlahan namun menyakitkan. Siksaan sekan memohon mereka lebih baik mati dari pada harus hidup.

"Hey kalian yang membaca ini tenanglah. Aku tidak sejahat itu. Aku hanya menyiksa sampai hampir mati setelah itu aku akan mengobati kembali dan kembali menyiksanya lagi..aku baik bukan..HAHAHA"ucap batin alex bangga.

Sisi lain shiren merasa miris atas ke jadian di timpa dion. Mereka sungguh keterlaluan anak sekecil ini tidak di beri makan dan minum di tambah lagi memukulnya.

My Husband Duda MafiaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang