"Di cuapi mommy aja"ucap polos dion
Deg....
"Apa di suapi"batin alex dan shiren kompak.
Alex dan shiren terpaku dengan perkatan dion. "Disuapi" kata yang berputar-putar di pikiran mereka berdua. Entah ini keberuntungan bagi alex atau kesialan bagi shiren.
Yang jelas perasaan mereka campur aduk. Mereka berdua bukan pasangan kekasih. Bagimana mereka melakukannya. Akan terasa aneh kalau mereka berdua melakukannya terutama shiren
Suasana menjadi canggung tidak ada yang memulai membuka suara. Hingga dion menyadari bahwa kedua orang dewasa ini tidak merespon perkataannya dan hanya diam tanpa suara.
"Kok diem..mommy gak cuapi daddy..daddy uga lapal"
Lamunan alex dan shiren buyar saat mendengar perkatan dion.
"Ahh itu"
"Itu apa mommy"
"Itu sulit"
"enapa culit"
"Mommy tidak bisa"
Astaga begitu sulitkah shiren mengatakan dirinya tidak bisa menyuapi alex. Melihat expersi polos dion seakan itu hal biasa.
"Tidak bica"
"Karena kalau di lakukan situasinya akan berbahaya"
"Belbahaya cepelti apa mommy" tanya dion
Seketika shiren terpojok. Pertanyan dion membuat shiren benar-benar terpojok. Pipi shiren seketika merah merona. Menbayangkan kalau itu benar-benar di lakukan. Lihatlah expresi dion seolah-olah menunggu dengan penasaran apa yang akan di jawab oleh shiren.
Sedangkan alex terkekeh melihat pembicaran shiren dan dion. Apalagi dion bajingan kecilnya expersi wajah tidak berdosanya memberi pertanyaan memutar balik dari jawaban shiren. Membuat sang gadis di depannya kelabakan. Semakin di jawab semakin tersudut.
Shiren menatap alex seakan memohon menolong dirinya. Sedangkan alex dengan cepat alex memandang kearah lain seakan dirinya tidak akan menolong dalam situasi seperti ini. Pikiran alex terhenti senyum devil alex mengembang saat mendapatkan ide. Mungkin tidak buruk baginya saat ingin melakukannya.
Shiren menjadi kesal laki-laki di depannya ini tidak membantunya sama sekali. Kekesalan shiren terhenti saat seseorang yang dia harapkan membantunya.
"Sudah hentikan dion.. jangan paksa mommymu..apa yang di katakan mommymu benar..kalau mommymu melakukanya.. mommymu akan terkena bahaya..kalau mommy shiren melakukannya kepadamu..mommy shiren akan baik-baik saja..tapi berbeda hal saat melakukan bersama daddy"bela alex untuk shiren.
"Belbeda"ucap dion sambil menaikan salah satu alisnya.
"Iya..Kalau mommymu melakukannya kepada daddy...jantung mommy tidak akan kuat..jantungnya akan berdebar begitu cepat..setelah itu tidak berapa lama pipi mommymu seketika merah merona di sebabkan jantungnya berdebar begitu cepat"ucap alex membuat shiren tercengang mendengar penjelasan alex. Bagaimana bisa alex mengatakan hal seperti itu di depan anaknya sendiri.
Sedangkan dion mendengar hal itu seakan tidak percaya dengan perkataan daddynya.
"Benalkah"tanya dion.
Tentu saja langsung di angguki oleh alex bahwa perkataannya benar.
"Iya.."jawab alex dengan pasti kepada dion. Mendengar kepastian akan itu dari daddynya tiba-tiba..
Sreett...
Piring yang berisikan makan untuk dion yang tadinya di depan shiren. Dengan sangat cepat piring itu bergeser cepat oleh tangan kecil dion.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Husband Duda Mafia
RomanceApakah ini di sebut keberuntungaan? aku menikah dengan duda beranak satu di umurku 17 tahun. Pria duda sangat posessive.
