4. Berisik🐣

106 26 4
                                        

Aku berjanji
Untuk selalu menunggumu
Walaupun aku tahu
Kamu tak pernah menganggapku

Aku berjanji
Untuk membuat hatiku kuat
Walaupun aku tahu
Hati ku sudah terlalu rapuh

*****

"MASYAALLAH, INI KELAS APA KANDANG AYAM SIH? " teriak Syafa, seksi kebersihan kelas XI mipa 3.

"Kandang babi. Kan muridnya babi semua" celetuk Tomi asal.

"babi your eyes" timpal Yasmin "Lo aja kali yang babi, gue anjing aja gak papa"

"ASTAGFIRULLAH, PAGI PAGI UDAH BIKIN ASAM URAT GUE NAIK AJA SIH KALIAN" Syafa berjalan mengambil spidol.

*Bukk

"SYAFAAAAA, sakittt woe" Reno menghampiri Syafa yang masih emosi di depan kelas.

"FAAAA, sekarang gantian lo gue timpuk sini"

"APA? LO MAU NIMPUK GUE? BERANI?" syafa malah balik ngegas  pada Reno.

"Mmmm, ya kagak lah. Gue masih sayang nyawa gue, gue masih mau hidup. Ya kali hidup gue abis sama kutil badak kayak lo" ucap Reno dengan menggaruk tengkuknya.

"YA ALLAH, cobaan apa lagi sih ini" gerutu Syafa.

"Biarin napa sih syaf " kepalaku hampir pecah. Mendengar ocehan manusia absrud di kelas ini.

"DEAAAA, LO JUGA SEKSI KEAMAAAN KELAS. AMANIN TUH SEMUA UPIL UPIL INI" lirik Syafa padaku.

"Gue udah amanin kali Syaf" balasku tanpa melihatnya, aku masih fokus pada ponselku.

syafa mengatur nafasnya." Pokoknya nanti waktu istirahat yang piket harus nyapu sama ngepel. "

"Ngapain sih bersihin kelas. Mending bersihin diri untuk menghadap sang pencipta" Balas Tomi ngasal, pasalnya hari ini adalah piketnya.

"Lo mau mati Tom?" saut Siska.

"Lo kira kita mau mati apa, lo aja sana yang menghadap sang pencipta!" cibir Syafa.

"Ekhem... " Suara batuk dari Riki, sang ketua kelas. Aku yakin Riki juga pasti geram dengan kondisi kelasnya.

Aku sebenarnya dari tadi sedang menunggu karina. Sudah pukul 06.48 tapi bau keteknya belum tercium.

"Good morning kawan" Bastian melewati pintu kelas dengan santainya dan tanpa dosa menyengir pada Syafa yang sedang emosi.

"Syafa kenapa? Kok mukanya merah sih? Makin kayak genderuwo aja" tangan Bastian menyenggol bahu Syafa.

"Gak usah disenggol Bas. Mau nyawa lo ilang detik ini juga? " teriak Tiara dari sampingku.

"BODOAMAT. SPONSBOB PELANGI!!" balas Syafa tak kalah keras.

"Apaan tuh kak Syafa? " Rama menoleh pada Syafa dengan senyum yang meledek.

"BACODDDD"

Sontak semua siswa dikelasku tertawa keras. Mereka memang suka mengerjai Syafa, seksi kebersihan yang disiplin. karena Syafa memang sangat membenci hal yang kotor dan akan memuji semua hal yang bersih dan indah. Karna membuatnya merasa nyaman.

Aku hanya menarik senyum tipis dibibirku.
Saat aku hendak berdiri untuk bicara pada Syafa, rambutku di uncit Bastian dari samping.

"ASTAGFIRULLAH, SAKIT BASTIAN." pelototku padanya.

"Ya maap De. Hahahahahahah" tawa Bastian pecah.

"Kenapa lo ketawa! " cibirku

"Muka lo- Hahaahahah muka lo- haaahahaah"

"Ngomong yang jelas Bas, kenapa muka gue" tanganku meraba wajahku, apa yang salah dengan wajahku?

Namun Bastian tiba tiba diam dan menapku dengan lekat. Dan entah sejak kapan jantungku berdetak dua kali lipat.

"Muka lo cantik" ucap Bastian dengan senyum manis yang menghiasi wajahnya, tampan!

Aku tidak bisa menahan bibirku untuk tertarik ke atas. Dan jantungku sekarang berdetak lima kali lipat. Ucapan Bastian tadi membuatku bulshing sekarang.

"Cie pipinya merah" goda Bastian.

"Ijo ni, bukan merah" kataku lirih.

"Cie yang nahan senyum"

"Gak"

"Cie yang baper" Bastian terus menggodaku.

Aku malu bukan main, Bastian benar benar gila. Aku langsung ngiprit keluar kelas, aku tidak bisa menahan lagi senyuman di bibirku. Entah aku mimpi apa tadi malam. Tapi tadi adalah hal sederhana yang luar biasa.

Aku duduk di depan kelas dengan senyuman yang menghiasi wajahku. Sekarang sudah pukul 06.56 tapi Karina masih belum keliatan. Handpone nya juga tidak aktif, entah apa yang terjadi dengannya. Aku benar benar khawatir dengannya, tidak biasanya Karina seperti ini.

*****

"Sekarang kalian kerjakan dibuku tugas. Cari informasi mengenai sejarah berdirinya kerajaan majapahit. Bu Yusma ada rapat sebentar" perintah bu Yusma, guru Sejarah dikelasku.

Tomi tiba tiba mengangkat tangannya. Bu Yusma yang melihat hanya tersenyum dan berkata ;

"Ya? Ada yang ditanyakan Tomi? "

"Kenapa cari sejarah berdirinya majapahit sih bu. Kenapa gak cari sejarah berdirinya hubungan Tomi sama Syafa? " cengir Tomi dengan ngasal dan tanpa dosa.

"huuuuuuuuuu" sorak semua siswa.

Kelas mendadak jadi ribut, banyak yang menertawakan lelucon Tomi. Tapi tidak dengan Syafa. Syafa melirik Tomi dengan tatapan maut, seakan siap menerkam mangsanya.

Tomi yang melihat Syafa marah hanya tersenyum puas telah mengerjai cewe itu.

"Sudah jangan ribut, bu Yusma pergi dulu. Nanti kalau sudah bel dan bu Yusma belum ke kelas bukunya kumpulkan di meja bu Yusma aja ya"

kelas menjadi hening seketika. Mereka langsung mengerjakan tugas dari bu Yusma. Karena konon katanya bu Yusma itu memang orangnya sabar dan lembut , tapi jangan salah, orangnya sangat pelit nilai.

¥¥¥¥¥¥¥¥¥¥

TAKDIRCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang