SAYAP

374 53 0
                                        

     Kini terlihat didalam kantin, Hana dan keempat temannya tengah asik mengobrol disana. Mereka membahas soal kejadian semalam yang sempat membuat nyawa salah satu dari mereka hampir melayang.

   "Kalian sudah lihat wujud dari makluk itu?" tanya Gyuri penasaran.

  "Aku belum," jawab I'na sembari minum.

  "Aku lihat semalam bagaimana kejamnya makluk itu memakan sebagian dari tubuh manusia," jelas Sohyun.

  "Coba ceritakan," timpal Nha Ra.

  "Semalam sekitar jam 7, aku dan ibu pergi kerestoran. Setelah sampai disana, kami sudah ditunggu oleh teman-teman ibuku. Sekitar 2 jam setengah kami mengobrol, tiba-tiba saja ada orang yang berlari masuk kedalam restoran dengan keadaan luka ditangan. Dia berteriak IBLIS sampai-sampai orang-orang disana menganggapnya gila. Selang beberapa menit sesuatu menabrak kaca restoran yang cukup tebal hingga retak, aku menatap tanpa berkedip kearah sesuatu itu. Semakin lama kaca itu semakin besar retakannya karena sesuatu itu terus menabraknya. Hingga kaca tersebut pecah dan makluk itu masuk dengan berteriak sambil menunjukan gigi-giginya yang runcing. Ibu menarik tanganku dan berlari kearah toilet. Setelah itu aku tidak tahu apa yang terjadi diluar toilet. Oh ya, saat berlari tiba-tiba saja makluk itu melempar seseorang yang tidak utuh lagi dimana kepalanya sudah tidak ada."

  "Hentikan itu. Aku rasanya ingin mual," ujar Gyuri sembari memegang perutnya.

  "Mengerikan, apakah ibumu baik-baik saja?" tanya Nha Ra.

  "Ya. Aku dan ibuku selamat."

  "Aku juga melihatnya semalam," ujar Hana sembari menatap kearah gelas didepannya.

  "Benarkah?" tanya mereka serempak.

  "Dia berada diluar jendela lab tepat dihadapanku saat aku hendak pindah posisi. Beruntung kalian tidak melihatnya hanya aku dan Sohyun saja. Jujur, saat itu tubuhku langsung melemah. Serasa semua energiku diserap oleh raut wajahnya yang menyeramkan."

  "Aku memang tidak bisa melihat, tetapi semalam juga makluk itu hendak masuk kedalam lab yang aku dan Baekhyun tempati. Syukurlah makluk itu tidak sampai masuk," lirih I'na sembari menunyah makanannya.

  "Apa setelah kejadian ini, kita akan diliburkan?" tanya Gyuri.

  "Entahl. Eh lihat, ada Yoongi!" ujar Sohyun sembari menunjuk kearah pintu masuk.

  "Yak Min Yoongi!" teriak Nha Ra sehingga pria tersebut menengok.

  "Untuk apa kau memanggil dia?" tanya Hana kesal.

  "Biarkan dia bergabung dengan kita," jawab Nha Ra.

  "Hah, terserah kalian saja."

  Yoongi pun berjalan kearah mereka dengan wajah datarnya. Saat itu juga, Hana beranjak dari tempat duduknya berniat untuk meninggalkan ketiga temannya. Moodnya mendadak hilang saat pria itu memasuki kantin. Bertepatan keduanya saling melewati satu sama lain, tiba-tiba Hana berteriak hingga membuat langkah Yoongi berhenti dan semua mata pun menatap kearah keduanya. Ternyata rambut Hana tersangkut tepat dikancing baju paling atas milik Yoongi. Bagaimana tidak, saat melewati pria tersebut rambut Hana diterbangkan oleh kipas angin yang berada tak jauh dari tempatnya berdiri sekarang.

  "Rambutku," ujarn Hana sembari memegang rambutnya.

  Yoongi lalu berusaha untuk melepaskan rambut Hana dari kancing bajunya bisa ataupun tidak. Yoongi mulai kesal karena kosentrasinya diganggu oleh suara Hana yang telah memenuhi telinga pria tersebut. Dia pun membiarkan rambut itu tersangkut dikancing bajunya.
  "Aish, lepaskan dulu rambutku dari kancing bajumu?"

IBLIS-MYG (Selesai)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang