Hana menatap jam ditangan kirinya menunjukan pukul 6 tapi dia tidak tahu sekarang 6 pagi atau sore. Kali ini dia dibebaskan berkeliaran didalam temlat itu termasuk teman-temannya. Mereka tidak bersama karena sedang beristirahat. Sejak dibawa kemari, ketiganya tidak bisa tidur dengan tenang.
"Tempat ini sangat besar. Jendela dimana?" tanyanya bingung.
Lalu dia melihat salah satu iblis yang menjaga sebuah ruangan. Hana segera menghampiri iblis itu dan bertanya.
"Permisi. Sekarang siang atau malam?"
"Disini tidak pernah siang, selalu malam."
"Ha. Benar juga, dunia iblis mana ada siang."
" Ya sudah, terima kasih!" ujarnya yang kemudian berlalu.
Iblis itu terkejut karena baru kali ini seseorang mengucapkan kata itu padanya. Selama ini dia selalu diperintah tanpa diucapkan kata terima kasih. Dia tersenyum lalu menata punggung Hana yang semakin lama semakin menghilang. Disisi lain saat Sohyun tengah tertidur pulas, terlihat seorang pria menatapnya dingin. Dia adalah Taehyung. Hati kecilnya merasakan kedamaian yang luar biasa saat melihat wajah gadis itu. Tanpa sadar bibir yang selalu murung itu tersenyum manis.
Disisi lain, terlihat seorang pria mengelus rambut seseorang dengan lembut. Bibirnya terus tersenyum tanpa henti. Entah kenapa perasaannya rindu dengan suasana seperti ini. Dia merasa seperti sedang kembali kemasa lalu. Mendadak kepalanya sakit saat sebuah ingatan menghampirinya. Dia terjatuh dari ranjang dan mulai bereaksi membuat Gyuri terbangun.
"Aakh, kepalaku."
"Ah, kau. Baik-baik saja?" tanyanya yang terkejut karena melihat seorang pria meringku menahan sakit.
"Ke-kepalaku. Sakit."
Karena tak tega, Gyuri lalu memeluknya. Hangat seperti saat kedua orang tuanya memeluk dirinya yang masih kecil. Dia juga bisa merasakan punggung pria itu bergetar, seperti ada sebuah ketakutan disana. Gyuri lalu melepas pelukannya dan membawanya naik keatas ranjang agar bisa beristirahat.
"Ayo, kau beristirahatlah dulu?" ajaknya sembari mencoba membantu pria itu berdiri.
Setelah naik keatas ranjang, Gyuri hendak berjalan tetapi ditahan. Sontak dia menatap kearah pria yang memegang lengannya itu.
"Tolong, jangan pergi. Temani aku sampai tertidur."
"Aku hanya mengambil kursi disana,agar aku bisa duduk disampingmu!" jawabnya sembari tersenyum.
"Baiklah."
Sementara itu Nha Ra menatap Namjoon yang terus melihatnya dari ambang pintu.
"Jika kau menatapku terus, bagaimana aku bisa tidur?" tanyanya kesal.
"Jika kau tidak suka aku disini, maka keluar saja."
"Baik, aku keluar."
Saat dia beranjak dari ranjang, sesuatu menahan pergerakannya. Dia terus mencoba untuk berdiri tetapi tidak bisa.
"Kau ini, cepat lepaskan aku."
"Tidur."
"Tidak."
"Tidur."
"Tidak."
"Kau mau tidur atau kutiduri?" tanya Namjoon yang membuatnya bergidik ngeri.
"Iya iya. Aku tidur."
Dia lalu membelakangi pria itu dan mencoba menutup mata. Karena sudah terlalu lelah, Nha Ra pun tertidur dan menuju alam mimpi.
*****
KAMU SEDANG MEMBACA
IBLIS-MYG (Selesai)
Przygodowe"Kalau begitu jangan ada yang keluar dari lab. Diam ditempat dan jangan buat keributan apapun yang bisa memancingnya untuk kembali." "Baik pak."
