Kembali Kekampus

350 47 6
                                        


  Kekacauan yang sempat melanda kota kelahirannya Hana itu kini sudah reda. Semua kembali normal hanya saja ada beberapa rumah warga yang rubuh akibat terjangan dari para iblis. Orang-orang sangat berterima kasih pada Hana dan teman-temannya karena sudah mau menyelamatkan mereka.

  Hana juga sudah menceritakan asal usul Yoongi yang sebenarnya. Mereka beramai-ramai pergi kekuburan untuk menemui orang tuanya Hana dan ibunya Yoongi.

  "Ibu. Maafkan Yoongi, hiks. Yoongi tidak bisa menjaga kalian. Ayah juga sampai sekarang tidak tahu kemana. Maaf sudah membuat ibu dalam masalah dan terus-menerus menangis. Hiks, andai saja aku tidak terlahir dengan sebuah kekuatan mungkin kita bisa menjadi keluarga yang harmonis."

  Semua teman-temannya yang menatap Yoongi merasa iba padanya. Tidak disangka Yoongi yang dulu itu karena pengaruh dari raja iblis tetapi untunglah sekarang dia berubah. Mereka tahu rasanya ditinggal pergi oleh orang yang disayang. Yoogin menunduk lalu memeluk kuburan ibunya. Dia menangis tersedu-sedu karena tidak sempat melihat wajah ibunya untuk yang terakhir kali.

  "Aku janji pada ibu untuk menjadi anak yang baik. Tidak mengecewakan kalian. Ayah, dimanapun kau berada. Aku tetap akan mengingatmu walau tidak pernah tahu seperti apa wajahmu. Terima kasih karena mau berkorban untukku."

  "Yoongi. Sepertinya ibuku punya foto orang tuamu. Setiap aku masuk kedalam kamar ibu, selalu ada foto orang tuaku dan foto pria wanita lainnya difoto itu. Dia menggendong anak sama seperti ibuku. Mungkinkah itu orang tuamu?" tanya Hana.

  "Benarkah?" tanya Yoongi sembari menghapus air matanya.

  "Sebaiknya kita kembali kerumah?" ajak Soobin.

  "Sebelum itu, ayo kemakam ayah ibu dulu?" ajak Hana sembari menarik tangannya Soobin.

  Sesampainya didepan makam, keduany duduk dengan sopan lantas menyapa orang tuanya.

  "Ayah, ibu. Terima kasih sudah mau berjuang untukku. Maaf kalau selama ini sudah membuat kalian kecewa. Aku senang bisa bertemu dengan dia, adikku. Aku akan menjaganya seperti ibu menjagaku sewaktu kecil. Hiks, aku sudah berusaha seperti kalian. Aku melawan mereka walaupun bukan aku yang membunuh Baekhyun. Tolong untuk tetap tenang disana dan berbahagia selalu."

  "Ibu, ayah. Akhirnya aku bertemu dengan kakak. Dari dulu aku selalu menginginkan seorang kakak dan bertemu juga. Terima kasih sudah mau melahirkanku didunia walau harus berpisah dengan kalian dari lahir. Walaupun begitu, aku tidak benci pada kalian. Karena aku tahu, kalian melakukan itu untuk kebaikanku dan kakak. Tolong untuk tidak bersedih, aku juga akan menjaga kakak. Tenang saja, aku sudah semakin kuat sekarang."

  "Aish, aku jadi ingin ketemu ibu!" ujar Gyuri baper.

  "Kita yang punya orang tua harusnya bersyukur karena masih bisa merasakan kasih sayang dari mereka," sahut I'na.

  "Yoongi, setelah ini kau akan tinggal dimana?" tanya Namjoon.

  "Entahlah. Rumah ibuku juga sudah hangus terbakar kan?"

  "Kau tinggal bersama kami saja!" ujar Soobin sembari tersenyum.

  "Tidak apa-apa 'kan kak?" tanya Soobin pada Hana.

  "Tentu saja boleh. Bukankah orang tua kita sudah saling kenal," balasnya sembari tersenyum manis.

  "Ekhem ekhem. Ketemu setiap hari Yoonginya," goda Jungkook.

  "Eits, tapi tetap harus jaga jarak sama kakak."

  "Haha, tenang saja."

*****

  "Ah ini fotonya," ujar Hana smebari memberikan Yoongi sebuah foto.

  "Sepertinya ini memang orang tuaku. Bolehkan aku menyimpannya?"

IBLIS-MYG (Selesai)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang