Keduanya pun keluar dari bawah kolong meja dan berjalan perlahan memasuki kamar Hana. Terlihat Hana dan kedua temannya tengah menghindari kucing itu. I'na berjalan mendekati kucing tersebut secara perlahan sembari memegang tangannya Nha Ra agar dia tidak melarikan diri.
Serasa cukup dekat, I'na memulai aksinya untuk bertanya agar rasa penasarannya tidak lagi menghantuinya.
"Apa kau yang menjaga Hana selama ini?" tanya I'na dengan nada sedikit takut.
"Benar. Akulah yang menjaga Hana selama ini. Itu kenapa para iblis tidak berani memasuki kamarnya dan hanya berani masuk sampai diluar kamar ini."
"Woi kalian bertiga keluar. Sini kenalan dulu sama kucingnya," ujar I'na yang sedikit terkekeh.
Ketiganya pun keluar dengan wajah yang masih ketakutan lalu mendekati I'na, Nha Ra dan kucing tersebut.
"Jadi kucing inilah yang menjaga kamar ini dari serangan para makluk itu," jawab Nha Ra.
"Bagaimana bisa kucing lucu ini menjagaku dan kamar ini?" tanya Hana bingung.
"Kau tahu apa penyebab ayah dan ibumu meninggal?" tanya kucing itu membalik pada Hana.
"Tahu. Mereka meninggal karena kecelakaan dan pada saat itu aku masih berumur 6 tahun."
"Salah."
"Hah?" ujarnya tercengang.
"Siapa yang mengatakan kalau orang tuamu meninggal karena kecelakaan?"
"Pamanku, sekarang dia sedang berada diluar kota."
"Lalu apa kau pernah ke pemakaman orang tuamu?"
"Hmm paman bilang aku tidak boleh kesana takutnya aku akan menangis dan terus mengingat mereka."
"Pamanmu sangat pandai berbohong."
"Pamanku berbohong. Maksudnya?" tanya Hana bingung begitu juga dengan yang lainnya.
"Kedua orang tuamu menitipkan aku padamu dan juga pamanmu. Mereka sebenarnya bukan manusia biasa. Mereka mempunyai kekuatan tetapi hanya mereka, aku dan pamanmu yang tahu soal ini. Mereka meninggal karena melawan raja iblis. Ya, raja iblis yang kekuatannya 10× lipat lebih besar dari kedua orang tuamu."
"Tunggu, jadi maksudnya orang tuanya Hana bukan manusia. Apa mereka malaikat?" tanya Sohyun bingung.
"Mereka bukan malaikat. Mereka memang manusia hanya saja diberkati dengan kekuatan. Setelah kematian kedua orang tuanya, para iblis tidak menyerang bumi lagi. Dan setelah beberapa tahun lamanya akhirnya mereka kembali lagi. Mereka mencarimu dan teman-temanmu."
"Mereka mencari kami. Untuk apa?" tanya Gyuri.
"Kenapa para iblis itu tidak sampai membunuh kalian. Itu karena seseorang menyuruh mereka agar tidak membunuh kalian hanya menakut-nakuti saja. Kalian mempunyai sesuatu yang tidak dimiliki oleh manusia biasa dan para iblis itu."
"Jadi maksudnya kami mempunya sesuatu yang diinginkan oleh para iblis itu?" tanya Nha Ra.
"Benar. Berhati-hatilah. Aku tahu mereka telah menyadari jika kalian sudah tahu tentang hal ini. Kapan saja mereka bisa membawa kalian ketempat mereka yang terkutuk itu."
"Aish, kenapa harus kita?" tanya I'na sedikit kesal.
"Ini takdir. Kalianlah yang terpilih. Jangan ditolak. Sebenarnya orang tua kalian juga sudah tahu tentang masalah ini dan berusaha menutupinya dari kalian."
"Maksudnya orang tua kami sudah tahu kalau para iblis itu menginginkan kami?" tanya Nha Ra dengan nada kesal.
"Benar. Dan mengapa mereka membiarkan kalian menginap disini? Itu karena ada aku. Mereka percaya padaku."
KAMU SEDANG MEMBACA
IBLIS-MYG (Selesai)
Macera"Kalau begitu jangan ada yang keluar dari lab. Diam ditempat dan jangan buat keributan apapun yang bisa memancingnya untuk kembali." "Baik pak."
