💚sebuah kenyamanan

52 2 0
                                    


Mereka telah sampai di mall.

Kina lansung mencari  buku, Alif yang mengamati istrinya itu yang sedang memilih buki   ohh ternyata dia suka novel"  gumam alif

Ia mengikuti istrinya. saat kina ingin membayar alif menahan tangannya
"Biar saya yang bayar" Ujar alif, " semuanya ada berapa mbak"? Tanya Alif kepada kasir itu

"Totalnya  400 ribu pak"

"Buset dah, pasti alif berfikir kalau gue boros. Yah elo memang boros kin, liat aja belum Seminggu jadi istrinya, udah peras dompetnya si alif." Kina tidak enak hati, padahal niatnya mengajak alif bukan untuk alif membayar belajannya melainkan sekedar menemainya saja.

" gue minta maaf yah udah boros, apalagi  nge-habisin uang lo" Ujar ku merasa bersalah.

Alif Hanya  tersenyum " nggak papa saya ikhlas , lagian kamu tuh istri saya, semua kebutuhan kamu  akan saya tanggung semampu saya ".  

Pria sebaik alif, ahkk rasanya Ia perempuan beruntung mendapatkan seorang pria seperti alif

"Makasih " ujar ku.

Kina dan.alif kemudian  Keluar dari  mall itu,  di parkiran Kina tak sengaja menabrak seorang pria.

Brukk!!!

Alif yang melhat itu,langsung  berlari membantu kina berdiri.

Detik ini  juga ingin menyumpahi orang yang berani menabraknya.

"Lo nggak..." Perkataan kina terhenti melihat siapa yang ia tabrak

"Kina!

"Leon!

Lama mereka memandang saling merindukan satu sama lain, Alif merasa ada yang janggal di Antara mereka

"Ekhmmm," Deheman alif menghentikan aksi tatapan mereka " Kamu nggak papa"? Tanya alif khawatir

"ehmm gue nggak papa, balik yuk" ngapain leon datang di saat gue udah dimilikin alif".

" kina, gue rindu lo" teriak leon. Alif dan kina menghentikan langkahnya.  Kina memang merindukan alif, tapi tidak mencintainya setelah apa yang leon lakukan padanya. Mencampakkanya begitu saja.

"Lo bilang apa? "Ulang   kina berjalan  menemui leon. alif mengikuti istrinya.

"Gue rindu sama lo" Kata leon ulang

Plakkk

Tamparan keras mendarat di pipi mulus leon.Alif terkejut  melihat kina menampar seorang pria

"Di saat gue butuh lo, lo kemana aja? Lo sendiri yang nyuruh gue buat nggak ganggu hidup  lo lagi, tapi sekarang  apa , malah lo yang datang di hidup gue"bentak ku.

" tapi gue masih sayang sama lo kin"  ujar leon memohon

" tapi gue nggak sayang lo, gimana tuh " kata ku jutek

"Dasar..." Leon yang ingin menampar kina, namun terhalang oleh alif, Alif langsung menarik kina agar kina berada di belakang, alhasil Kina berada di belakang alif.

"Jangan berani, menyakiti istri saya" Ujar alif dingin

"ohh jadi lo suaminya, Ingat gue akan rebut dia bagaimana pun caranya " ujar leon  tertawa  sinis dan meninggalkan mereka berdua

"Kalau berani, hadapi saya dulu " teriak alif.

Lagi lagi alif membantunya, masih pantaskah dia Jutek kepada alif? Oh tuhan Gue merasa bersalah  sudah mengacuhkan pria sebaik alif.

Alif yang melihat istrinya itu sedang menahan tangisnya.

"Kamu nggak papa kan? Dia nyakitin kamu" Tanya alif namun kina tak menjawab. Kina hanya menangis itu yang membuat  Alif heran

HUP.!

Kina lansung memeluk alif, bodo amat  menganggapnya  apa, yang sekarang kina mau adalah kenyamanan dan alif  adalah tempat nyamannya.

Alif menengang, ini pertama kalinya di peluk seorang  wanita kecuali uminya. Merasa janggal Kina melepaskan pelukannya. Ia memakluminya jika alif tak terbiasa seperti ini, lebih tepatnya posisinya sekarang

"Hehehe, aku tau kamu nggak terbiasa seperti ini, maaf aku udah lancang meluk kamu " Kata ku merasa bersalah

Alif tak menyangka jika kina berubah secepat  itu, Lebih tepatnya tidak memanggil dengan sebutan  lo dan gue.

"Tidak apapa saya tidak keberatan, jika kamu mencari pundak untuk bersandar ingat pundak Saya selalu ada untuk kamu " Kata alif. Tersenyum

Ternyata suaminya pintar gombal juga  " idih abang, Pintar gombal juga nih" kina menggoda  Alif. Alif yang diperlakukan seperti itu  tersipu.

Alif hanya tersenyum menanggapi  ocehan istrinya itu,.
Mereka kemudian pulang ke rumah.

¤¤¤¤

Sesampainya di rumah,  alif memarkirkan mobilnya. Saat ingin memanggil kina, ternyata kina tertidur. Pantas  saja tidak ngoceh toh orangnya udah molor.

Mau tak mau alif langsung mengangkat Kina. Umi aisyah yang melihat kedatang anaknya itu terkejut mendpaati  kina yang tertidur di dekapan alif.

"Kina kenapa lif"? Tanya umi aisyah khawatir

"Kina ketiduran mi," umi aisyah lega mendengarnya.

Alif menidurkan  Kina dengan hati-hati,  menatap setiap inci wajah kina  manis. Kata alif pelan.

Sebelum ke kamar mandi, alif mencium kening Kina ini yang kedua kalinya setelah akad , kecupannya hanya sebentar karna tak ingin membangungkan kina ia kemudian melangkah ke kamar mandi.

¤¤¤¤¤¤

Di perjalanan, membuat ku suntuk. Akhirnya aku dan alif sudah tiba di rumah.

Gue berpura pura untuk tidur. Dan ternyata alif mengendong gue. Saat itu gue ingin memberontak. Tapi gue masih mau melihat  Kelanjutannya .

Mata gue sedikit terbuka, Dan melihat  umi yang khawatir dengan  ku " kina kenapa lif"? Tanya umi ingin sekali aku loncat tapi takut ketahuan. "Kina ketiduran mi" jawab alif.

Aku menahan tawa ku melihat ekspresi wajah alif yang menahan beban tubuh ku. Heol gue nggak seberat itu kali..

Alif menidurkan ku dengan hati hati. wajahnya sangat dekat dengan  wajah ku aku mati matian menahan tawa ku melihat ekspresi alif yang melihat  intens pada wajah ku

Manis katanya namun  masih bisa ku dengar. Cup dia mencium kening ku pipi ku memerah akhir akhir ini alif selalu membuat ku terbang melayang.

ciumannya Sebentar tapi  efeknya sampai Ke seluruh organ ku.

Ahkkk...alif  kau begitu manis.

Saranghae opppa!!



HAIHAIHAI

Lanjut ke part selanjutnya yah👉

Jangan bosan

Tertanda
Syifa-can



Cinta  Seorang Sakinah (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang