Jieun duduk manis memakan ice cream coklat miliknya sembari mengayun-ngayunkan kakinya yang tergantung di tempatnya duduk.
"mau coba yang rasa coklat gak?" tanya Jieun pada anak kecil disampingnya
"mau.. " jawab anak itu sembari mengangguk
"tapi kakak nyobain punya kamu juga, jadi kita tukeran nyobain" Jieun memberi negosiasi
Anak itu kembali mengangguk. Jiyong yang duduk disamping mereka hanya memperhatikan keduanya. Mimpi apa Jiyong semalam bertemu anak bimbingannya di sini? Seolah dunia terlalu sempit sampai mereka bertemu terus.
Jieun tadi membantu Jiyong memilih pampers untuk Arkana, itulah sebabnya Jiyong pada akhirnya membelikan anak itu ice cream. Jiyong pikir anaknya bakal nolak karena sudah besar. Ternyata malah langsung kegirangan waktu di tawari ice cream.
Ngomong-ngomong nama anak kecil ini Arkana, biasa dipanggil Arkan. Tapi sedari tadi Jieun memanggilnya dengan nama Kana. Biarlah, terserah anak itu saja.
"emm, pak.. " panggil Jieun ragu-ragu
Jiyong menoleh dan melihat Jieun dengan tatapan datar
"saya minta maaf ya, tadi udah bereaksi berlebihan. Saya gak ada maksud apa-apa" mengingat reaksi histeris dirinya tadi, membuat Jieun malu sendiri
"gak masalah" jawab Jiyong singkat
Ini kosa kata Pak Jiyong gabisa banyakan sedikit apa ya?
"kapan-kapan kalo butuh bantuan milih pampers lagi, kabarin saya aja pak! Saya siap bantu hehe" Jieun memberi tawaran
"saya pertimbangkan kalau kamu sudah acc bab 2" sahut Jiyong
Jieun langsung cemberut
"bapak kesini naik apa?" tanya Jieun, soalnya di parkiran depan sini Jieun ga ngeliat ada mobil. Mungkin naik motor?
"tin.. tin... " sebuah mobil merah yang baru saja masuk halaman parkir meng-klakson tepat di hadapan keduanya
Jieun ga ngeh ini maksudnya si mobil ngode ke siapa. Sampe akhirnya kaca mobil diturunkan dan Jieun kembali melihat wanita yang waktu itu ia lihat di perpustakaan bersama Pak Jiyong.
"mas, ayo... " ajaknya
Jieun melihat Pak Jiyong dan wanita itu secara bergantian. Baru itu Jieun melihat Pak Jiyong tersenyum. Dari awal Jieun bimbingan, terus tadi ketemu disini, yang Jieun liat Pak Jiyong datar aja ekspresinya. Sekarang giliran diajak wanita satu ini, dia langsung senyum sambil mengangguk.
"saya duluan ya, terimakasih bantuannya. Jangan lupa bab 2 kamu dikerjakan" pesan Jiyong sebelum akhirnya masuk ke mobil, bertukar posisi dengan wanita di dalam mobil
"duluan kak.. " sapa wanita itu pada Jieun sembari tersenyum
Jieun hanya mengangguk sembari tersenyum
✨
"Samlekum..." Jieun mengucap salam sembari masuk kedalam rumah
"SALAM YANG BENER, KELUAR LAGI DARI RUMAH!" Teriak ibu dari dapur
"Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh... " Jieun mengulang salamnya
"Waalaikumsalam, mana belanjaan ibu?"
Jieun berjalan malas menuju dapur membawa sekantong belanjaan pesanan ibu.
"ini pesanan ibu negara, semua ada didalem kantong. Kembaliannya aku beliin bensin" ucap Jieun menaruh kantung belanja di atas meja
"oke, terimakasih ayu.. " ucap ibu tersenyum
KAMU SEDANG MEMBACA
Unpredictable [Gd-Iu]
FanfictionBerawal dari keterlambatan mengumpulkan tugas, Lee Jieun merasa itu adalah awal mula seorang Dosen Killer tidak menyukainya. Jieun merasa sial setiap bertemu dengan dosen tersebut, puncaknya Jieun mendapati dirinya adalah anak bimbingan dari Dosen K...
![Unpredictable [Gd-Iu]](https://img.wattpad.com/cover/203659527-64-k8218.jpg)