17

643 106 36
                                        

Aku lihat banyak akun baru yang beri komentar
Terimakasih komentar positifnya teman-teman
Terimakasih sudah berinteraksi ♥
















"jadi Arkana itu bukan anak bapak tapi anak dari kakak bapak?" tanya Jieun meluruskan

Jiyong mengangguk

"terus yang cewe waktu itu siapa pak? Yang waktu itu saya pernah liat waktu kita ketemu di mall? Terus kalo Kana bukan anak bapak kenapa dia manggil bapak Papah? Serius kayanya kita gak usah nonton Film pak, denger cerita bapak lebih seru kayanya" ucap Jieun antusias

"bertanya itu satu-satu" sahut Jiyong

Jieun dan Jiyong saat ini sudah pindah dari tempat makan ke caffe, kata Jieun habis makan berat kita harus makan yang manis-manis. Biar ngobrolnya enak.

"maaf pak hehe, tapi pak maaf ya saya malah nanya masalah pribadi bapak" Jieun baru sadar kalau ia sedari tadi membicarakan hal pribadi dospemnya. Dan sesungguhnya itu tidak sopan.

"gak papa, toh memang saya yang memulai pembicaraan ini"

"jadi bapak gak keberatan untuk jelasin ke saya soal pertanyaan-pertanyaan saya tadi?"

Jiyong menjawab dengan anggukan

"saya punya satu kakak perempuan yang sudah menikah dan satu adik perempuan yang masih kuliah. Yang waktu itu kita ketemu, dia adik saya. Kana adalah anak dari kakak saya, tapi entah kenapa anak itu sangat akrab dengan saya sampai memanggil saya Papah. Ayahnya sendiri dia panggil Daddy dan kakak saya dia panggil Mommy. Kadang Kana memang lebih sering bersama saya dibanding dengan ayahnya sendiri" jelas Jiyong

"tapi bapak tau kalau bapak di anggep duda satu anak sama orang-orang jurusan?" tanya Jieun penasaran

"tau"

"terus bapak diem aja?" tanya Jieun tak habis pikir

"saya gak suka bahas masalah pribadi" jawab Jiyong cuek

Jieun jadi sedikit berfikir, bukankah sedari tadi mereka membahas hal pribadi? Apakah ini artinya...

"makanya kamu berhenti panggil saya bapak kalau diluar kampus, saya belum jadi bapak-bapak" oceh Jiyong lagi

Jieun tertawa kecil, ternyata Pak Jiyong kalau diluar kampus cukup cerewet juga ya. Bahkan perbedaan usia mereka rasanya tidak terasa.

"saya harus manggil apa? Saya kebiasaan manggil Pak! Kalau manggil yang lain nanti gak nyaman"

Jiyong hanya melengos sebal

"ayo pergi, lama-lama kita gak jadi nonton film gara-gara kamu makan terus" sindir Jiyong

"saya lupa tujuan utama kita nonton film pak" sahut Jieun sembari bangkit dari duduknya "saya aja yang beli tiketnya pak, kan dari tadi bapak udah bayarin saya makan hehe" Jieun mencoba memberi penawaran

Jieun beneran gak enak sama Pak Jiyong, dari tadi di traktir terus

"gapapa saya aja, saya mau nonton di Premiere" tolak Jiyong

"ha? Tapi ini weekend pak" bukan apa-apa, premier di hari biasa saja harganya tidak masuk akal apalagi di hari weekend. Mau habis berapa ratus ribu mereka hanya untuk menonton film saja?

"justru karena ini weekend! Xxi pasti ramai, saya pusing. Sudah biar saya yang beli, kamu ikut saja. Yang penting kita bisa nonton dengan nyaman"

Jieun nurut aja deh, kapan lagi nonton bioskop premier kalo bukan sekarang. Memang lain kalo jalan sama anak ningrat wkwk. Jieun pernah nonton di premier satu kali, jadi masi tidak nyaman rasanya. Seperti tidak terbiasa saja dengan suasananya.

Unpredictable [Gd-Iu]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang