13

540 99 22
                                        

"permisi pak" Jieun membuka kantor ketua jurusan secara perlahan, siapa lagi ketua jurusan kalau bukan pembimbingnya sendiri alias Pak Jiyong

Pak Jiyong hanya melirik sekilas lalu kembali meneruskan pekerjaannya. Jieun duduk di hadapan Pak Jiyong tanpa mengeluarkan suara apapun. Sejujurnya Jieun takut banget sama Pak Jiyong, gimana ya bisa dibilang Jieun sudah kabur selama 2 bulan dari tanggung jawabnya.

"Lee Jieun masih inget ruangan saya?" tanya Jiyong

"hah? Eh iya, maaf pak. Maksudnya gimana pak?"

"kamu masih ingat letak ruangan saya dimana?" Jiyong mengulang kembali pertanyaannya

"iya pak inget, disini kan pak?"

Jiyong mengangguk

"saya kira kamu menghilang 2 bulan karena lupa ruangan saya dimana" sindir Jiyong

Jieun merasa tertohok mendengarnya, ia hanya bisa tersenyum kecut sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

"maaf pak, saya kabur-kaburan" ucap Jieun merasa bersalah

"kamu sadar kalau tindakan kamu itu salah?"

"sadar pak"

"kamu sadar kalau sikap kamu itu tidak pantas selaku mahasiswa? Kamu punya tanggung jawab mengerjakan dan bertanya, saya punya tanggung jawab mengingatkan dan membimbing. Jika salah satu dari kita lalai akan tugas maka yang lain juga tidak akan bisa menjalankan tanggung jawab dengan baik" Jiyong menceramahi Jieun

Memang sih Jiyong bicaranya tidak marah tapi nada tegasnya yang membuat Jieun takut. Terlebih rasa bersalah Jieun tidak kalah besar, sejujurnya Jieun akui dia memang tidak profesional. Tapi mau bagaimana, patah hati tidak bisa di tolak.

"saya bicara seperti ini bukan untuk menakuti kamu atau membuat kamu nangis" Jiyong melihat Jieun yang sedari tadi hanya menunduk

"iya pak maaf" sahut Jieun tanpa sadar Jieun malah nangis beneran

"kamu nangis?" tanya Jiyong sembari mencoba melihat Jieun

"enggak pak, mata saya kelilipan" Jieun mengucek-ngucek matanya baru mengangkat kepalanya untuk melihat Jiyong

BOHONG BANGET! MATANYA MERAH GINI, GAK NANGIS DARIMANA?

"oke, revisinya di kerjakan ya. Jangan kabur-kaburan lagi, katanya mau cepat selesai"

"iya pak"

"yasudah silahkan.."

"terimakasih pak" Jieun bangkit dari tempat duduknya dan meninggalkan ruangan



"sumpah demi apa dia ngomong kaya gitu?" tanya Hana tak percaya

"kejam banget sih jadi dosen! Dasar gak punya rasa simpati sama sekali. Dia kan gak tau masalah lo apa makanya lo kabur-kaburan. Nyantet dosen dosa gak sih?" Suzy mencak-mencak sendiri

"yang di omongin pak Jiyong ada benernya sih" sahut Chanyeol sembari memakan kue

Suzy langsung menatap Chanyeol penuh emosi

"kok lo belain Pak Jiyong sih yeol?! Temen lo kita apa dia?" oceh Suzy

Khas banget cewe kalo salah maunya dibela gamau di salahin lagi wkwk

"gue realistis aja sih, capek punya temen oon kaya kalian" sahut Chanyeol songong

"badjingan!"

Perang pun dimulai~~~

Unpredictable [Gd-Iu]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang