19

533 104 18
                                        

"benci banget gue sama Pak Jiyong! Anjir memang, gak mikir! Dia tuh pernah jadi mahasiswa gak sih? Kok seenak jidat batalin jadwal sidang. Gak mikir apa ya kalo kita udah pesen kue, udah beli buah, oke kalo kue kering, kalo kue basah gimana? Basi lah! Kan mubazir. Sumpah benci banget gue sama dia" Suzy sedari tadi tidak henti-henti nya mengumpat kepada Pak Jiyong, emosinya tidak tertahan lagi begitu mengetahui jadwal sidang yang diundur.

Pasalnya Suzy memang sudah menyiapkan semuanya

"gue kira Pak Jiyong itu baik, ternyata gue salah" sahut Hana yang tak kalah kecewa

Jieun hanya bisa mengusap-usap punggung Suzy sekaligus Hana. Dia pun bingung harus bagaimana, dia tau kalau kedua sahabatnya itu kecewa tapi dia juga tau kalau Pak Jiyong tidak pernah ada niat untuk membatalkan jadwal secara sepihak. Karena saat itu Jieun ada disitu, Jieun tau kronologi nya bagaimana.

"sabar ... sabar.. pasti Pak Jiyong ada alasan lain kenapa sampe sidangnya batal" Jieun mencoba menghibur tapi sepertinya salah langkah, pasalnya bukannya terhibur Suzy justru semakin kesal

"lo temen gue apa temen bapak itu sih? Bisa-bisanya lo belain dia! Mentang-mentang anak bimbingannya" oceh Suzy makin kesal

Memang diam adalah pilihan terbaik saat ini :))

"drrrt...drrrt...drrrt..." getaran ponsel cukup terdengar di telinga Hana tapi tidak di telinga Jieun maupun Suzy. Hana mencari ponsel yang bergetar, ternyata ponsel tersebut berada di bawah bantal yang tidak jauh dari posisi Hana duduk.

"Ji ada telfon dari PA---"

Belum selesai Hana berbicara Jieun langsung merebut ponsel miliknya yang berada di tangan Hana. Lalu ia berlari kecil menjauh dari keduanya. Hal ini jelas membuat Hana maupun Suzy saling pandang satu sama lain. Pasti ada yang gak beres!

Cukup lama Jieun menerima telfon, Hana dan Suzy sudah bersiap untuk mengintrogasi. Keduanya sudah duduk manis di atas tempat tidur. Bahkan raut kesal di wajah Suzy sudah berubah menjadi raut penasaran. Sekembalinya Jieun ke kamar ia bingung dengan kedua temannya yang sedang menatapnya dengan tatapan penuh tanda tanya.

"kenapa?" tanya Jieun berhenti di depan pintu kamar kos Suzy

"lo punya gebetan baru kan?" tanya Suzy

"enggak!" kilah Jieun cepat

"tuh! Liat Han, dia langsung ngelak" Suzy mengomentari respon Jieun barusan terkait pertanyaannya. Hana mengangguk, membenarkan ucapan Suzy.

"siapa yang tadi nelfon Ji?" Hana ikut menyudutkan Jieun

"paket!"

"bohong banget! Mana ada jawab telfon kang paket hp langsung lo rebut terus lo langsung lari keluar kamar" Suzy menolak jawaban Jieun barusan

Jieun sudah menduga situasi seperti ini cepat atau lambat akan terjadi, jadi dia sudah mempersiapkan beberapa persiapan walaupun belum maksimal.

"kenapasih gak pada percaya? Orang memang bener paket yang nelfon. NIH LIATTTT!!!" Jieun menunjukkan nama kontak yang tadi menelfon

Suzy langsung merebut ponsel Jieun lalu mulai memeriksanya berdua dengan Hana. Keduanya tidak lupa memeriksa room chat dari si Kang-Paket tapi tidak menemukan apa-apa. Tidak berhenti disitu Suzy bahkan menelfon nomor tersebut, Jieun sampai memarahi anak itu. Suzy kalau penasaran memang tidak ada obat.

"lo gak kasian mas-mas paket masi kerja sampe malem gini terus dia harus ngangkat telfon gajelas dari lo Cuma karena lo penasaran" omel Jieun

Suzy pun diam, alibi Jieun berhasil!

Unpredictable [Gd-Iu]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang