"bu, lain kali kalo mau acara arisan jangan ajak aku dong" ucap jiyong protes
"yang nganggur dirumah kan cuma kamu, ya ibu ajak kamu aja. Daripada kamu bosen dirumah kan! Lagian kenapa sih mas? Kamu malu ya jalan sama ibu?" tanya ibu jiyong
Jiyong hanya menghela nafas panjang, kebiasaan banget si ibu. Kalo jiyong protes sedikit aja, pasti dibilang malu jalan sama dia. Bisa banget bikin orang ngerasa bersalah. Jiyong yang tadinya mau protes jadi gak jadi kan.
"lagian arisan kok di mall sih bu? Bukanya biasanya dirumah-rumah ya?" jiyong heran sendiri
"ya itumah arisan jadul yang dirumah-rumah, ini kan era milenial mas! Kamu norak amat sih"
Sumpah ya, ini yang ngajarin si ibu jadi sombhong begini siapa???
"bu pokoknya aku gak mau ikutan kesana ya, aku nganter ibu aja sampe sini. Aku mau mampir gramedia! Nanti kalo udah selesai kabarin aku aja" ucap jiyong lalu masuk ke gramedia
"mas, kamu gak mau kenalan sama anaknya temen ibu dulu? Mas! Mas jidi!!!" ibu manggil-manggilin Jiyong, tapi anaknya udah nyelonong ke dalem gramed. Padahal niat awal ibu ngajak jiyong, supaya bisa di kenalin ke anak temen-temennya. Cuma gagal deh, ibu curiga kalo si jiyong sebenernya udah tau niat si ibu.
Pada akhirnya ibu membiarkan jiyong ngumpet di gramed dan melanjutkan menuju tempat arisan.
Jiyong berkeliling gramedia untuk mencari buku-buku baru yang akan menjadi koleksinya. Tidak, jiyong bukan sedang mencari buku motivasi atau buku seputar perkuliahan. Ia sedang melihat buku-buku seputar seni. Jiyong sangat menyukai seni, sejujurnya ia tidak ingin menjadi tenaga pendidik. Ia lebih ingin menjadi seniman, entah mengapa ia sekarang malah menjadi tenaga pendidik yang sukses.
Jiyong mengambil beberapa buku yang akan ia beli, lalu setelahnya ia beralih menuju rak yang berisi buku lain. Tentu saja rak yang berisi buku komik. Jiyong suka baca komik, tapi tidak untuk novel.
Jiyong suka komik misteri, detektif dan semacamnya. Oiya, jiyong masi suka membaca novel tapi Sherlock holmes.
Jiyong melihat-lihat komik conan dan memilih untuk membeli beberapa guna melengkapi seri miliknya. Tapi saat tangannya menggapai salah satu komik conan, tangan lain ikut menggapai buku itu. Jiyong menoleh dan mendapati mahasiswi yang selama ini susah sekali mengerti ucapannya, Lee Jieun.
Jiyong bisa melihat mahasiswi itu terkejut melihatnya. Jiyong pun sama, tapi ia memilih untuk tidak menunjukkan itu.
"eh bapak, assalamualaikum pak.." sapanya
"waalaikumsalam" jawab jiyong datar, jieun melepaskan pegangannya dari komik conan itu dan membiarkan jiyong yang meraihnya
"bapak cari komik pak?" tanya jieun basa basi, canggung banget heran! Demi tuhan
"menurut kamu?" jiyong balik bertanya
"cari komik..." jieun menjadi menjawab pertanyaannya sendiri "sendirian pak?" jieun bertanya lagi berusaha mencairkan suasana
Lagi-lagi jawaban yang keluar dari mulut jiyong adalah jawaban yang sama "menurut kamu? Kamu lihat saya bersama orang lain?"
Yawla salah apa sih jieun tuh? kayanya pak jiyong ini emang musuhan banget deh sama jieun sampe mati :(
"enggak sih pak, keliatannya bapak sendiri hehe.." jieun tersenyum canggung
Jiyong memperhatikan jieun yang hari ini tampak berbeda dari penampilan ia biasanya
"kamu mau cari literatur buku yang kemarin di jurnal? Bukan disini tempatnya, ada di bagian sana. Tapi disini mungkin agak mahal, saya sarankan cukup beli yang bekas saja, atau pinjem di perpustakaan. Disini bagian komik, kamu ga akan nemu buku itu" ucap jiyong sembari mengambil beberap seri komik conan lainnya
Jieun rasanya tertohok mendengar ucapan dosennya barusan, jieun tau banget ini dosen lagi nyindir dia yang malah liat-liat komik dan bukan nyari buku referensi skripsi.
"iya pak nanti saya cek, saya hari ini lagi ada acara.."
"acara dengan pacar" sahut jiyong yang lebih tepatnya seperti tebakan, tebakan yang antara perduli dan tidak. Soalnya ucapan dan mata gak sinkron. Mata jiyong menjelajahi rak komik.
"kok tau pak?" tanya jieun polos
"keliatan dari penampilan kamu, kalau bimbingan kamu gak pernah se-rapi ini. Saya duluan, jangan lupa revisian" setelah berkata demikian jiyong berlalu meninggalkan jieun yang terpaku sendirian. Tidak lupa komik yang tadi jieun pegang pun benar-benar di ambil oleh dosen satu itu dan dibawa ke kasir
"sebentar deh, jadi maksud pak jiyong tuh gue kalo bimbingan URAKAN apa gimana sih anjer?!!!!!" teriak jieun emosi
Jieun sampe gak sadar kalo dia lagi di tempat ramai, ia langsung menutup mulutnya dan berpura-pura tidak terjadi apa-apa
"kalem jieun, mau makan sama camer gak boleh kesel" gumam jieun pelan
Sementara jiyong yang sedang berada di kasir hanya tersenyum kecil mendengar teriakan jieun barusan
-----
Hari ini rumah jieun sedang kacau sekali, bukan karena ada gempa atau anak tetangga yang mengacak-acak rumah. Melainkan kue-kue yang smasi belum tertata rapih tapi harus segera di antar ke pemesan.
"mbak, itu masukin sini. Nah yang cupcake disini, yang paih! Awas jatoh mba. Terus itu cake nya masukin box yang udah ibu buat itu" ibu memberi banyak instruksi pada jieun sampai jieun kelimpungan sendiri
"bu, ini cup cake nya gamuat" keluh jieun
"muat, yang rapih naro nya makanya" omel ibu
"ibuuuu ada yang mau beli cupcake, tapi di toko abis!" ucap jungkook yang baru saja masuk kedalam rumah
"aduh, memang gak ada stok. Ini lagi di bawa semua buat pesenan temen ibu. Bilang aja abis, terus tutup toko nya. Kamu bantuin ibu sam mba nyusun kue kering"
"bu perjanjiannya kan gak gitu, aku gamau nyusun kue. Gabisa aku bu" keluh jungkook
"nanti gak dapet uang jajan!" ancam ibu
"kunci toko nya dimana!" ucap jungkook akhirnya
Jieun menahan tawa melihat jungkook yang tidak berkutik setelah di ancam oleh ibu.
"beresssss" teriak jungkook dan jieun berbarengan
Sekarang semua kue pesanan sudah tersusun rapih di mobil, jungkook dan jieun bisa bernafas lega lantaran tak pusing lagi. Tapi ternyata tidak se sederhana itu.
"satu orang ikut ibu" ucap ibu tiba-tiba
"aku gak bisa, aku mau revisian" tolak jieun cepat
"aku gak bisa, aku ada kuliah sebentar lagi" tolak jungkook
Jieun dan jungkook saling pandang, gak bisa nih kaya gini. jieun bisa kalah argumen dan jadi dipilih ibu.
"aku belum mandi bu, aku mau revisian, gembel banget aku. Mana harus bimbingan besokbu, aduhh gabisa beneran deh aku bu.." ucap jieun lagi
"gue liat lo tadi pagi lo udah mandi.." celetuk jungkook
"belum! Liat aja ini gue masi gembel banget style nya" bantah jieun
"lo bukannya emang gembel terus ya?" jungkook balik bertanya
Dan satu pukulan keras mendarat di bahu jungkook
"ayu, kamu ikut ibu!"
Pengen banget cari adek baru
KAMU SEDANG MEMBACA
Unpredictable [Gd-Iu]
FanfictionBerawal dari keterlambatan mengumpulkan tugas, Lee Jieun merasa itu adalah awal mula seorang Dosen Killer tidak menyukainya. Jieun merasa sial setiap bertemu dengan dosen tersebut, puncaknya Jieun mendapati dirinya adalah anak bimbingan dari Dosen K...
![Unpredictable [Gd-Iu]](https://img.wattpad.com/cover/203659527-64-k8218.jpg)