sesakit itu. beneran sesakit itu.
"sekarang siapa yang buat tangan anaknya sakit?! yang buat tangan saya dipukul dengan roller adonan dengan kencang sampai nyeri?! ada memang orang tua yang seperti itu?" teriak gue, dengan air mata yang keluar. nyokap gue diem aja.
gue benci nyokap banget.
🌟
paginya, rasa nyeri yang ada di tangan gue makin menjadi. sumpah sesakit itu. lemes banget tangan gue.
gak lama, kuki telfon setelah gue selesai siap-siap.
"woi gua di depan rumah lu. sini keluar." katanya. oh, jadi dia yang ngomong duluan ges setelah ngehindar.
mendengar dia ngomong gt, gue buka jendela. ngelihat dia yang udah berdiri di samping mobilnya. "eh iya, tumben jemput? kan gue ga minta?" tanya gue sambil ngambil tas gue.
"ya gapapa. udah ah gece," kata dia, menutup sambungan.
gue keluar, lalu gak tau kenapa ini tangan kanan gak bisa buka pintu. lemes banget. sampe minta tolong jungkook.
"kenapa si tangan lo?" tanya dia, gue ngelihat tangan gue sendiri, emang nyeri dan pegel banget sih. tapi masa ini karena semalem?
"gatau ki, pegel banget--" lalu dia ambil tangan gue, muter muter gitu.
"gue bukan dokter, tapi kita ke rumah sakit sekarang." kata dia. gue bingung banget. tapi dia kayak pakein gue seatbelt. dan bawa mobilnya rada ngebut ke runah sakit paling deket.
setelah konsul sama dokter, dokternya bilang.
"kamu patah tulang." kata dokternya. gue kaget setengah mati. kira kira dua bulan lagi pertandingan nasional, dan sekarang kondisi tangan gue bener bener gak memungkinkan buat main voli.
jungkook megang bahu gue.
"kamu, atlet?" tanya doktenya ke gue. gue ngangguk.
"jadi, biasanya ini memang biasa terjadi pada atlet. namanya fragmen stres. itu adalah ketika tulang kamu terlalu maksa untuk melakukan hal yang konstan tanpa kamu istirahatkan. biasanya, udah lemah begini, dia kena benturan. kamu memang pernah kena benturan sebelum ini?" jelas si dokter.
gue megang tangan gue, "dipukul dok. pake roller adonan." jawab gue.
"ya pantes. tulang kamu ini yang lemah justru malah patah karena kena pukulan. kamu cuma perlu mengistirahatkan lengan kamu dan rutin dikompres menggunakan es batu." kata dokternya, lalu pakein gue perban tipis buat nyangga. setelah itu gue sama jungkook pergi.
kita jalan ke mobil jungkook. "siapa yang mukul?" tanya dia. nadanya agak kesel.
gue senyum, mau nangis juga. "nyokap." dan bener, setelah itu gue nangis. gimana nanti karir gue kedepannya?
"ngapain nangis? gue disini, vir. ada gue. gue janji, gue temenin lo sampe lo sembuh."

KAMU SEDANG MEMBACA
[2] Ibig; jeon jungkook ✔
Romantiekjadi gini toh dipacarin sama bocah? . . . . . . [2nd version of "schatz - yoongi"]