Seperti sunset yang sudah hilang , rasanya pun temaram meski berjalan di pergantian waktu
Saat kau lempar senyum di ujung ashar ku kira debar ternyata hambar.
Semakin aku sadar semak belukar tak pantas bersanding dengan mawar
Dan adalah aku yang datang untuk berlalu tak dapat ku raih lagi hatimu tak dapat ku gapai lagi rasa mu
Pilu, membiru, aku mati dengan ragu
Perlahan kita melepas dengan penuh ego, tidak ada negosiasi panjang antara kau dan aku melepas perih
Di penghujung rasa aku tertahan sendiri meratap kau pergi, menanti kau kembali ? Iya selalu seperti itu
Meski hanya imajinasi berharap kau kembali , namum nanar ku terima saat merelakanmu .
Bukan aku yang kau inginkan , tapi kau selalu menjadi yang aku inginkan. Di antara doa dan harap selalu ku sebut nama mu
- PERJALANAN PULANG -
Dalam setiap
Lara duka tawa kau selalu hadir bagai pelita di saat gelap, menari di saat pilu merasuk, ego siapa yang kita pelihara ?
Jika kau tak inginkan kita bersama setidaknya ijinkan aku sekali lagi memohon untuk kembali, rhitme yang kau berikan terlalu cepat sehingga ku gegabah menangkapnya
Kini aku tak tau cara kembali tersenyum, titik terdalam
Dari sebuah luka adalah ketika aku kehilangan mu dan juga kehilangan kedua hati yang ada di rumah
Semak belukar melukai tapi bahkan tanpa sengaja tetap akan di hilangkan, berbeda dengan mu mawar yang berduri akan tetap
Hidup meski melukai
Lagu : melangkah tanpa mu
Cipta : fiersa besari
KAMU SEDANG MEMBACA
PERJALANAN PULANG
Rastgelesebuah tulisan random yang menceritakan aku, dia, mereka dan semua orang yang ada di sekitar ku.
