Malam gelap berubah berHujan , hujan deras akhirnya mengawali langkah kami, tergess gesa kami berangkat menuju desa terakhir, sesampainya di desa terakhir hujan pun enggan mau beranjak, kami yang sudah kepalang tanggung tetap melanjutkan perjalanan. Ternyata jarak dari perkampungan ke kaki bukit masih sangat jauh, ya sudahlah kata ku tak usah terlalu di pikirkan kita jalani saja. Akhirnya kami tiba juga di puncak pukul 3 subuh, letih dan dingin menghiasi tubuh, 3 dari beberap puluh destanasi telah berhasil kamek gapai. Iya baru 3 ! Terus terang aku gak tau gimana cara menggapai dan memenuhi permintaan pihak sponsor utk menyelesaikan ekspedisi ini. Sebelum ekspedisi perjalanan pulang di mulai aku sering sekali pesimis , mungkin gak sh kita bsa menyelesaikanya ? Apa sebaiknya si batalin saja ? Tapi WIL selalu blg jgn panik kita pasti bsa, kta sudah relakan banyak waktu, rela2 bolos kerja, rela2 menunda wisuda. Benar juga pikirku, maka disinilah kami, keluar dari zona nyaman demi menggapai impian, belajar bersahabat dengan rasa takut, sekaigus belajar berani menghadapi segala resiko. Petualangan mungkin akan menyakiti kita tapi terjebak dalam rutinitas dan hati yang tidak terlalu menginginkan kita akan membunuh kita secara perlahan takala segala beban menekan batin mungkin sudah saatnya sejenak menghilang berbekala rasa kehilangan kita akan saling menemukan, berbekal rasa sakit kita akan saling menyembuhkan. Salam lestari saya egy wardana melaporkan dari botuh tuka hill
KAMU SEDANG MEMBACA
PERJALANAN PULANG
Storie d'Amoresebuah tulisan random yang menceritakan aku, dia, mereka dan semua orang yang ada di sekitar ku.
